Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Jan 2019 04:00 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Eksotisme Ribuan Candi di Bagan, Myanmar

Yulius Yoseph
d'travelers
Foto 1 dari 5
Magnificent Sunset at Bagan, pada waktu Sunset ini lah saya sampai sempat menahan napas saking bagusnya.
Magnificent Sunset at Bagan, pada waktu Sunset ini lah saya sampai sempat menahan napas saking bagusnya.
detikTravel Community - Sangat beruntung kalau dapat berkunjung ke Bagan, salah satu kota lama di Myanmar. Ada sejuta keindahan pemandangan alam dan juga tradisi di dalam masyarakatnya.

Dalam perjalanan saya ke Myanmar saya berkunjung ke beberapa kota di antaranya Yangon sebagai Ibukota negaranya, Bagan dan yang terakhir adalah Mandalay.

Saya berkunjung kurang lebih satu minggu setelah mendapatkan penerbangan yang sebelumnya harus transit di Kuala Lumpur. Dalam perjalanan saya kali ini yang membuat saya terkagum adalah pemandangan dan suasana kota lama Bagan yang tidak biasa, seperti bukan di dunia ini. Bagaimana tidak karena yang kita lihat sepanjang mata memandang hanya hamparan sabana dan juga candi atau pagoda dengan segala ukuran, bentuk dan rupanya. Setiap candi atau pagoda di Bagan yang jumlahnya ribuan itu konon mempunyai bentuk yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Candi di bagan kebanyakan berwarna merah bata karena tersusun dari tanah merah yang ada di sekitarnya. Pada umumnya candi di bagian tengan terdapat patung Buddha dengan berbagai posisi.

Candi favorit saya adalah Candi Ananda atau umumnya di sebut Ananda Temple, dimana candi ini merupakan salah satu dari beberapa candi besar yang masih bertahan dengan bentuk aslinya di Bagan. Secara etimologi Ananda sendiri pada bahasa sansekerta dan bahasa India artinya adalah bahagia. Candi ini berdiri megah dan berwarna putih kontras dengan candi lainnya yang kebanyakan berwarna merah bata. Di dalam candi ini terdapat empat patung Buddha yang masing-masing berdiri menghadap empat arah mata angin.

Keistimewaan lainnya adalah pengalaman pada saat menantikan matahari terbenam dan juga matahari terbit. Pemandangan alam yang masih asli jauh dari peradaban masa kini ditambah lagi dengan suasana candi yang tenang menambah syahdu di kala menantikan matahari terbenam di ujung barat dan juga menambah semangat di kala menyaksikan matahari terbit di ufuk timur. Saya sampai menahan napas beberapa saat saking bagusnya. Tidak hanya itu, tradisi yang dijaga dari mulai cara berpakaian yang unik dimana masyarakatnya hampir semua menggunakan sarung sebagai bawahan dan juga memakai bedak dingin yang diolah dari kayu yang bernama tanaka menambah keingintahuan saya lebih jauh tentang budaya unik masyarakat Myanmar.

Berceritera tentang keindahan kota Bagan dan Bagan Lama ternyata membutuhkan usaha yang lumayan panjang untuk dapat sampai ke kota ini. Untuk sampai di sini saya terbang dari Jakarta kemudian transit di Kuala Lumpur, karena tiket dari Kuala Lumpur ke Yangon lebih murah daripada terbang langsung dari Jakarta kemudian terbang lagi menuju Yangon pada hari berikutnya. Sampai di Yangon karena harus melanjutkan naik bus ke Bagan menggunakan bus malam paling cepat adalah pukul 19.00 malam maka saya sempat berkeliling sebentar di kota Yangon. Kemudian melanjutkan untuk berangkat ke Bagan harus dengan bus dari terminal Saya sempat membeli sarung untuk lebih menghayati hidup seperti orang lokal di terminal Aung Mingalar. Dari terminal bus saya menggunakan bus malam pukul 19.00 malam ke arah utara Myanmar dan sampailah di terminal bus Bagan pada pukul 05.00 pagi di sambut dengan matahari terbit yang luar biasa. Saya bersama sahabat saya menghabiskan waktu 2 malam di Bagan dan kami rasa sangat kurang karena belum banyak tempat yang dijelajahi di sini dan memang harus melanjutkan perjalanan kami ke tempat tujuan kami selanjutnya di Myanmar yaitu Mandalay.

Saat terbaik untuk berkunjung ke Bagan adalah pada bulan September sampai dengan bulan Maret karena akan ada festival balon udara pada bulan-bulan tersebut. Dengan demikian langit Bagan akan dipenuhi dengan balon udara yang berwarna-warni. Karena saya berkunjung pada bulan Mei maka saya belum sempat untuk menikmati pengalaman ini, namun suatu saat saya akan berkunjung kembali ke Bagan untuk kembali menikmati suasana ajaib dengan pengalaman yang berbeda.

Kalian udah penasaran belum? Nah ayo pesen tiket sekarang di tiket.com untuk menikmati serunya naik balon udara di Bagan!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA