Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 08 Feb 2019 11:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cerita Perjalanan ke Alor, Pulau Budaya yang Mendunia

edi muhammad yamin
d'travelers
Foto 2 dari 5
Salah satu objek wisata Alor, Tuti Adagai
Salah satu objek wisata Alor, Tuti Adagai
detikTravel Community - Pulau Alor di NTT menawarkan keindahan Indonesia Timur yang tiada dua. Inilah pulau dengan kekayaan budaya yang telah mendunia.

Dalam perjalananku di hari ke 340 mengelilingi Indonesia, saya terdampar di Kupang, yakni Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat itu cuaca buruk memang masih melanda semua wilayah di Indonesia. Rencanaku yang akan ke Pulau Sabu harus ditunda dan digantikan ke Pulau Alor, salah satu Pulau yang menurutku sangat istimewa dan penuh cerita.

Belakangan ini semakin banyak diver atau yang hobi menyelam yang menyebutkan jika Alor sebagai salah satu tempat menyelam yang wajib dikunjungi di indonesia. Karena penasaran dan kebetulan saat itu saya sedang berada di Kupang, akhirnya saya nekatmemberanikan diri ke Pulau Alor meskipun saat itu cuaca sedang buruk. Maklum, masih musim hujan.

Ternyata jadwal kapal Fery yang biasa melayani Rute Kupang-Alor sedang tidak beroperasi. Hal ini karena gelombang tinggi dan cuaca buruk terjadi hampir di semua wilayah di Indonesia.

Akh.. sepertinya saya memang sedang kurang beruntung saat itu. Tapi karena rasa penasaran saya tinggi, alhasil saya tetap nekat pergi ke Alor mengunakan pesawat terbang. Meskipun resikonya Tabungan saya yang tersisa untuk keliling Indonesia semakin menipis.

Pulau Alor ini lokasinya ternyata sangat jauh sekali dari Kota Kupang. Pulau Alor berada di antara Pulau Timor dan Pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur. Padahal Jika dilihat dari maps, lokasinya justru lebih dekat dengan Negara Timor Leste.


Sekilas Tentang Kabupaten Alor

Kabupaten Alor adalah sebuah kabupaten yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Nah Ibu kota Kabupaten Alor berada di Kota Kalabahi. Yakni sebuah Kota yang berada di Teluk Mutiara (dulu bernama Teluk Kalabahi). Nama kota Kalabahi sendiri diambil dari kata dalam bahasa Alor yang berarti pohon kesambi, konon dulu banyak sekali pohon Kesambi di sekitar teluk ini.

Kabupaten Alor merupakan wilayah kepulauan, jadi tak heran aktifitas pelayaran laut banyak dijumpai di sini. Di Kota Kalabahi sendiri ada lebih dari 3 pelabuhan yakni Pelabuhan Kalabahi, Pelabuhan Fery, Pelabuhan Alor kecil dan pelabuhan-pelabuhan Lainnya yang tersebar di Pulau Alor.

Sementara untuk Jalur Transportasi Udara, Kabupaten Alor juga punya Bandara. Namanya Bandar Udara Mali yang lokasinya tak jauh dari pusat kota Kalabahi. Atau hanya sekitar 30 menit perjalanan menggunakan Motor atau Mobil. Kalau gak salah ada lebih dari 3 maskapai penerbangan yang melewati kabupaten Alor yakni Maskapai Wings, Trans Nusa dan Susi Air.

Objek Wisata dikabupaten Alor

Setibanya di Kalabahi, saya membeli makanan dan sempat berbincang-bincang dengan penjaga warung makan. Saat itu saya kebetulan saya sedang kebingungan mau menginap di mana dan mau ke mana bahkan tanpa ada rencana mau seperti apa di sana.

Ternyata pembicaraan saya didengar oleh seorang pria yang sedang menikmati segelas kopi. Kamipun berkenalan dan ternyata dia adalah seorang Guru bernama pak Ilham. Beliau ditugaskan mengajar dipulau terpencil bernama Pulau Pura. Kemudian ia menawarkan saya untuk menginap di rumahnya dan bisa ikut dengannya ke Pulau Pura.

Mendapat tawaran menarik seperti itu, tanpa berpikir lagi langsung mengiyakannya, maklum dapat gratisan.

Pak Guru Ilham sepertinya tahu saya ingin berkeliling melihat-lihat dan ingin tahu banyak tentang Alor. Dia mengajak saya kesalah satu Desa Adat Alor yang masih bertahan bernama Desa Takpala. Wah rezeki banget saya mendapatkan teman yang sangat baik seperti pak Ilham ini, sangat pengertian.

Menurut pak Ilham tercatat ada 20 pulau yang ada di Kabupaten Alor. Ada Sembilan pulau di antaranya yang telah dihuni penduduk seperti Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Tereweng, Pulau Ternate, Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kangge dan Pulau Kura. Sementara ada 11 pulau lainnya tidak berpenghuni, saya sendiri lupa dan gak hafal. Tahunya hanya Pulau Pura tempat pak guru mengajar saja.

Nah karena di Kabupaten Alor banyak pulau, maka banyak sekali objek wisata di kabupaten ini terutama wisata bahari baik Pantai maupun aktivitas menyelam. Selain itu wisata budaya juga tak kalah menariknya seperti Rumah Adat Takpala, Kerajinan Tenun Ikat khas Alor hingga air panas unik Tuti Adagai yang menyerupai Gletser menyembur ke atas.

Rumah Pak Guru yang Butuh Perbaikan

Setibanya saya dan pak Guru di Pulau Pura, beliau langsung menuju sekolah dan mengajar di kelas. Rupanya dia adalah guru Matematika di SMA dan merupakan guru kiriman dari Pulau Jawa. Pak Guru menginstrusikan salah satu muridnya untuk mengantar saya ke Mes atau rumah tempat dia tinggal selama di Pulau Pura.

Hati saya sangat bergetar dan hampir menangis melihat langsung bagaimana Mes kediaman pak guru. Rumah yang (maaf) menurut saya tidak layak huni untuk ditempati. Bangunan yang cukup tua, kumuh dan perlu perbaikan di sana sini. Menurut Siswa yang mengantar saya, beliau tinggal bersama 3 guru lainnya yang juga mengajar di SMA tersebut. Semoga saja ada pemerintah terkait yang mau membantu perbaikan mes Pak Guru.

Setelah pulang sekolah, saya dikenalkan dengan 2 orang temanya yang juga tinggal serumah denganya. Saya kemudian diajak berburu ikan dilaut dengan sebuah tombak buatan. Wah unik sekali cara perburuan ikanya. Padahal biasanya tinggal dipancing atau dijaring saja. Kacamata yang digunakanpun juga ternyata buatan dari bambu dan bekas kaca. Kagum sekali saya dengan kreatifitas tinggi warga di sini.

Booking Tiket Pesawat di Tiket.com

Perjalanan saya di Alor ternyata harus berakhir esok hari. Sedih berpisah dengan mereka yang sudah seperti keluarga sendiri. Rasanya saya masih ingin explore Alor lebih lama lagi.

Menurut pak Guru, jika esok hari kapal Fery masih tidak ada yang berangkat kembali ke Kupang. Semua kapal hanya bersandar di pelabuhan saja. Ombaknya masih besar dan cuacanya juga masih buruk. Akhh.. Rasanya sedih dan bingung sekali harus bagaimana, terlebih uang pun sudah mulai menipis.

Akhirnya saya coba cek harga tiket pesawat dari Aplikasi tiket.com karena di aplikasi tersebut #semuaadatiketnya. Rupanya saat itu masih harga tiket masih lumayan tinggi dan uang saya juga tidak cukup untuk membelinya.

Menurut pak Guru, karena cuaca buruk dan banyak kapal yang tidak berlayar maka banyak orang yang beralih naik pesawat sehingga harga pesawat jadi cukup mahal.

Hari semakin malam dan kami makan malam bersama menikmati ikan hasil buruan tadi sore. Rasanya masakan pak guru ini enak sekali, tapi entahlah apa memang karena saya lapar atau stress mikirin tiket pesawat dan kepulangan ke Kupang. Yang jelas 2 piring nasi saya habiskan dengan lahap.

Sebelum tidur saya masih penasaran dan akhirnya mencoba kembali membuka aplikasi tiket.com. Alhamdulilah, rupanya harga tiket jadi menurun. Kini harganya jauh lebih murah dibanding sebelumnya sehingga tanpa ragu langsung saya booking dan saya beli. Karena berada di pulau terpencil maka pembayaran saya lakukan via transfer m banking. Mudah kan, jadi gak perlu transfer via ATM lagi, itulah yang saya suka dari aplikasi ini.

Kuliner Khas Pulau Alor

Esok harinya pak Guru mengantarkan saya kembali ke kota. Setibanya di pelabuhan Alor kecil, beliau mengajak saya ke pasar Tradisional dan membeli beberapa kuliner khas Alor agar saya sah telah berkunjung ke Alor.

Kuliner Alor memang tak setenar kuliner di Sumatera atau Jawa. Alor tidak banyak memilki kuliner khas, tapi ada beberapa kuliner di Alor yang menurut saya cukup unik dan bisa menjadi buah tangan saat pulang setelah liburan. Beberapa Kuliner unik Alor di antaranya adalah jagung olahan yakni Jagung Titi, Kacang khas Alor yaitu kacang Kenari dan satu lagi Kue Rambut.

Kue Rambut memang terdengar sedikit aneh, terlebih dari namanya. Kuliner dari Kabupaten Alor satu ini adalah salah satu yang menurutku paling rekomended buat di coba, terutama untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Selain ringan dan simple buat dibawa, rasanya juga enak. Pas lah buat saya bawa ke kota Kupang.

Perpisahan memang harus terjadi. Setiap pertemuan akan diakhiri perpisahan. Pak guru berharap saya bisa datang kembali ke Alor saat ada Festival Budaya Alor. Selain lebih ramai dan banyak acara adat, saat itu cuacanya juga lebih cerah.

Perjalanan saya pun berakhir setelah Pesawat Trans Nusa membawa saya meninggalkan pulau Alor. Alor, saya janji pasti akan kembali lagi.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED