Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Mei 2019 14:11 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jalan-jalan ke China Tanpa Pemandu, Simak Tips Ini Ya!

Mega Caesaria
d'travelers
Foto 1 dari 5
Terracotta Army di Xian
Terracotta Army di Xian
detikTravel Community - China jadi salah satu negara destinasi liburan yang menarik. Mau jalan-jalan di Negeri Tirai Bambu tanpa pemandu, bisa kok. Simak tips berikut ya!

Persiapan Sebelum Berangkat

Membuat visa Tiongkok sebenarnya tidak sulit. Tapi, di Pusat Pengajuan Visa Tiongkok di Jakarta tidak ada tempat print maupun photocopy. Jadi, pastikan semua dokumen pribadi kamu lengkap sebelum berangkat ke tempat pengajuan visa.

Persiapkan juga itinerary yang detail. Tiongkok adalah negara super besar, tentukan tempat-tempat yang ingin kamu tuju, transportasi menuju ke sana, serta estimasi waktu tempuh. Cari tahu juga harga tiket masuk tempat wisata, berguna supaya nggak jatuh miskin sepulangnya dari Tiongkok.

Bahasa

Orang Indonesia yang bisa Bahasa Mandarin umumnya tetap mengalami kesulitan berkomunikasi di Tiongkok karena dialek di sana sangatlah beragam. Nah, kalau kamu nggak jago atau nggak bisa sama sekali Bahasa Mandarin, amannya, sih, pakai bahasa isyarat aja.

Usahakan sejelas mungkin, ya. Jangan malu berbahasa Tarzan di muka umum. Mending heboh berbahasa isyarat daripada tersesat di negeri orang, ya kan?

Aplikasi penerjemah juga menjadi hal wajib yang harus dipasang pada telepon genggam. Berguna untuk mengerti beberapa istilah yang terlihat di tempat-tempat umum. Penduduk lokal yang mengerti Bahasa Inggris terbilang jarang. Mereka juga cenderung enggan dekat-dekat dengan wisatawan.

Kalau masih kesulitan dan benar-benar butuh bantuan, bertanyalah pada anak-anak muda yang berpakaian rapi, karena kemungkinan mereka mengerti Bahasa Inggris. Kalau nggak ngerti juga, ya, keluarkan jurus bahasa isyaratmu lagi!

Makanan

Rasa kuliner Tiongkok umumnya kurang akrab di lidah Indonesia yang terbiasa dengan bumbu rempah. Tapi jangan takut! Biasanya di meja makan tersedia bubuk cabe yang bisa melawan rasa masakan yang €œtidak biasa€.

Kalau mau jajan di pasar tradisional, jangan segan-segan menanyakan harga sebelum membeli, baik dengan bahasa isyarat atau menunjukkan uang yang harus dibayar. Kalau nggak begitu, bisa-bisa kita dikasih harga lebih mahal dari seharusnya, lho.

Bagi pejalan yang mengonsumsi makanan halal, dianjurkan selalu memeriksa menu dan googling restoran halal di Tiongkok. Juga sangat disarankan untuk bawa botol air minum sendiri selama perjalanan, agar lebih hemat dan tidak kesulitan menuntaskan dahaga.

Akomodasi

Jangan khawatir, akomodasi di kota mana pun di Tiongkok bisa dipesan sebelum berangkat dengan menggunakan aplikasi travel seperti Wego, Booking.com ataupun Agoda. Untuk kenyamanan, saya menyarankan untuk memilih penginapan yang memiliki penghangat ruangan atau tempat tidur berpenghangat.

Toilet


Tiongkok memiliki standar toilet yang 'berbeda' dengan negara lain pada umumnya. Umumnya, kita mengenal toilet dengan kloset bertutup serta bilik yang memiliki dinding dan pintu. Tujuannya tentu agar tidak terlihat oleh orang lain.

Nah, kalau di Tiongkok agak beda nih. Di banyak tempat umum, toiletnya tanpa pintu. Dinding kiri-kanan pun tidak cukup tinggi untuk menjaga privasi. Mau nggak mau, 'ritual' kita bisa terlihat oleh orang lain.

Soal ini, saya sangat menyarankan untuk menguatkan mental, pakai masker untuk menghalau bau, dan selalu bawa tisu basah karena di sana toilet selalu kering tanpa air. Ya, kamu nggak salah baca. Toiletnya kering tanpa waterspray untuk bersih-bersih.

Edward bilang, "Orang Indonesia pasti akan culture shock banget, di toilet umum banyak orang nggak nge-flush dan hobi meludah sembarangan di tempat umum," ujar Edward.

Jadi, bersiaplah mendapati toilet yang tidak di-flush oleh pengguna sebelumnya. Kalau toiletnya berpintu, besar kemungkinan penduduk lokal tidak menutup pintunya.

Setelah cari tahu sana-sini, ternyata fenomena ini terkait kebiasaan penduduk lokal untuk menjaga tangan mereka tetap bersih. Bagi mereka, pintu toilet dan tombol flush itu kotor sekali karena sudah disentuh oleh banyak orang.

Transportasi

Mencari kendaraan umum di Tiongkok tidak terlalu sulit, karena banyak bus berjadwal dan kios penjual tiket yang mudah ditemukan. Untuk memudahkan perjalanan, jangan lupa untuk mencatat alamat yang jelas dalam aksara Mandarin, sehingga supir taksi maupun bus bisa mengantarkan kita ke alamat yang tertera.

Menurut Edward, harga naik taksi dan kendaraan umum hampir sama, jadi disarankan menggunakan taksi untuk keliling kota demi keamanan dan kemudahan Bila ingin berjalan sendiri lebih disarankan memakai subway dan gunakan taksi bila ingin ke kota kecil.

FYI, di Tiongkok juga ada argo kuda, lho. Harga per kilometer taksi pada umumnya 3 RMB per kilometer. "Kalau ketemu taksi dengan argo lebih cepat dan melebihi 3 RMB per kilometer, maka lebih baik turun lalu cari taksi lainnya," kata Edward.

Baju

Secanggih apapun aplikasi prakiraan cuaca, kejadian di luar dugaan selalu saja ada. Walaupun begitu, jangan malas melihat prakiraan cuaca sebelum keluar hostel. Lalu persiapkan baju yang bisa menahan dingin atau bawa raincoat.

Jika ada perencanaan mendaki gunung, bawa peralatan yang sesuai standar demi kenyamanan. Pakaian standar yang dikenakan saat cuaca dingin adalah long john dan heatteach. Jangan lupa bawa kupluk dan sarung tangan untuk menahan dingin.

Koneksi Internet

Tiongkok, kecuali Hong Kong dan Macau, punya peraturan sensor internet yang ketat. Situs-situs populer seperti Gmail, YouTube, Path, Snapchat, dan Instagram diblokir oleh pemerintah. Solusinya, unduh terlebih dahulu aplikasi Virtual Private Network atau VPN di Indonesia. Jadi, kamu bisa tetap bisa update status.

Gimana? Sudah siap jalan-jalan tanpa pemandu ke negeri Tiongkok?Tiongkok memang keras, tapi tetap menyenangkan kalau kamu kuat mental dan penuh persiapan. Selamat bertualang ke Tiongkok!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA