Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 28 Mei 2019 11:27 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kanji Rumbi, Takjil Warisan Sultan dari Aceh

Rino Abonita
d'travelers
Foto 1 dari 5
Seorang pria sedang mengaduk adonan kanji rumbi.
Seorang pria sedang mengaduk adonan kanji rumbi.
detikTravel Community - Kanji Rumbi merupakan makanan khas Aceh yang hanya ditemukan saat bulan Ramadhan. Seperti ini cara membuatnya.

Dua pria sibuk mengaduk adonan yang ada di dalam belanga. Aroma khas rempah-rempah yang meruap dari kuali raksasa itu terasa begitu kuat.

Rempah-rempah terdiri dari cengkeh, kayu manis, dan buah pala tampak mengambang di permukaan kuali. Terlihat butiran beras di bawahnya, pertanda adonan belum membubur.

Seseorang lalu menabur potongan seledri, tomat, serta bawang prei, ke dalam belanga ketika adonan mulai mengental, sementara yang lain mengaduk. Proses aduk-mengaduk ini sudah berlangsung hampir 3 jam lamanya.

Tak jauh dari tungku terlihat kesibukan lain. Seorang pria sedang membuat bumbu kecap sementara dua orang lagi asyik menyuwir daging ayam.

Hanya sepenggalah dari pria yang membuat bumbu kecap, seseorang terlihat membolak-balik daging ayam yang ada di penggorengan. Semua aktivitas ini berlangsung di halaman Masjid Al-Mabrur, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Sedang ada kegiatan masak-memasak 'kanji rumbi'--sebagian menyebut 'kanji rumi'--di tempat itu. Kanji rumbi merupakan makanan khas Aceh, sejenis bubur bercita rasa unik yang dimasak dengan campuran rempah-rempah.

Kegiatan masak kanji rumbi bersama pada bulan puasa di masjid itu sudah dilakukan sejak 70an. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh warga di situ.

Bahan-bahan untuk memasak dibeli secara patungan. Selain terdapat donatur yang menyumbang.

"Untuk sekali masak bisa mencapai Rp5 juta. Dua kuali, bisa untuk 300 porsi," kata seorang warga, Tata Irfan (46), kepada detiktravel, di lokasi, belum lama ini.

Baik itu bumbu dan sebagainya dipersiapkan sejak bakda salat zuhur. Kanji rumbi mulai dimasak pada pukul 14.30 WIB, dan selesai sekitar pukul 17.00 WIB, menjelang berbuka.

Kanji rumbi dihidangkan persis seperti bubur ayam. Diberi pelengkap berupa daging ayam yang telah disuwir serta diberi kecap berbumbu khusus. Campuran rempah-rempah di dalam kanji rumbi yang menjadi pembeda antara bubur ayam dengan kanji rumbi.

"Hampir sama, cuma kalau kanji rumbi, bumbunya langsung ke bubur. Selain itu, diberi kecap dengan bumbu khusus. Kita pakai bumbu utama seperi ketumbar, merica, pala, dan lainnya," sebut Tata.

Rasa kanji rumbi gurih dan berkhasiat. Kandungan rempah-rempah di dalamnya dipercaya menjadi asupan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Tidak sulit menemukan kanji rumbi pada saat bulan Ramadhan. Menu satu ini menjadi menu wajib yang tersedia di sejumlah menasah atau masjid provinsi berjuluk Serambi Makkah. Memasaknya pun secara gotong-royong dan hanya dilakukan kaum lelaki.

Kegiatan masak bersama di Aceh rata-rata memang dilakukan pria, seperti saat memasak kuah beulangong, salah satu kuliner legendaris dari provinsi paling barat pada acara tertentu.

Di beberapa kabupaten, kanji rumbi dicampur dengan udang serta diberi pelengkap berupa wortel atau kentang.

"Pasti berbeda. Dari bumbunya. Ada juga yang ditambah udang. Kita hanya dagung ayam," pungkas Tata.

Belum ditemukan manuskrip yang membahas makanan yang digadang-gadang merupakan warisan sultan ini. Hanya saja, kanji rumbi berada di antara daftar kuliner legendaris khas Aceh, seperti pliek u, eungkot kayee, kuah beulangong, dan lainnya.

"Selain untuk berbuka puasa di masjid, juga dibagi sesama warga. Mereka bisa datang sendiri membawa mangkuk sendiri. Untuk musafir dipersilahkan singgah dan berbuka di masjid," ujar Tata.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED