Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Mei 2019 15:23 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Religi di Sekitar Banjarmasin, Ini Aneka Spotnya

Nfadils
d'travelers
Foto 1 dari 5
Masjid Sultan Suriansyah, yang merupakan Masjid Tertua di Banjarmasin
Masjid Sultan Suriansyah, yang merupakan Masjid Tertua di Banjarmasin
detikTravel Community - Banjarmasin dan sekitarnya memiliki berbagai masjid bersejarah yang cocok untuk dijadikan destinasi wisata religi di Kalimantan Selatan. Cocok didatangi saat Bulan Ramadan.

Kalimantan Selatan terkenal akan kultur Islam yang sangat kental. Terutama di Banjarmasin dan sekitarnya terdapat Masjid bersejarah yang sangat sesuai untuk dijadikan sebagai objek wisata religi.


Jika traveller sedang berkunjung ke Banjarmasin, berikut rekomendasi Masjid yang patut dikunjungi :


1. Masjid Sultan Suriansyah
Masjid ini merupakan Masjid tertua di Banjarmasin. Arsitektur Masjid ini merupakan perpaduan arsitektur tradisional Banjar dan Demak. Masjid yang didirikan pada tahun 1526 oleh Sultan Suriansyah, raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam, telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai cagar budaya, dan hingga kini keaslian bangunannya masih dipertahankan.


2. Masjid Sabilal Muhtaddien
Masjid Sabilal Muhtadin berdiri di atas lahan yang pernah dipergunakan penjajah Belanda untuk membangun Fort Tatas, yang merupakan pertahanan Belanda di kota Banjarmasin pada masa penjajahan. Masjid yang memiliki daya tampung jamaah hingga 15.000 orang ini juga bisa terlihat jelas saat kita menyusuri sungai Martapura. Menara masjid terdiri atas 1 menara-besar yang tingginya 45 meter, dan 4 menara kecil, yang tingginya masing-masing 21 meter.


3. Masjid Al Karomah Martapura
Masjid Al Karomah, merupakan Masjid terbesar di Kalimantan Selatan. Sejak dibangun pada tahun 1863, Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Namun ada satu bagian yang masih dipertahankan, yaitu soko guru dari kayu ulin yang bisa dijumpai di ruang sholat utama. Uniknya di soko guru ini dipasangi untaian kembang oleh masyarakat sekitar, biasanya kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan syukur jika ada suatu hajat dari seseorang yang berhasil.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA