Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 09 Jun 2019 16:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Persiapan Tulungagung Sebagai Calon Geopark Nasional Baru

Foto 1 dari 5
Goa Tenggar di Tenggarejo kecamatan Tanggungung menjadi destinasi cagar budaya lantaran temua fosil  binatang purba(Foto Andri syambudi)
Goa Tenggar di Tenggarejo kecamatan Tanggungung menjadi destinasi cagar budaya lantaran temua fosil binatang purba(Foto Andri syambudi)
detikTravel Community - Sudah bukan rahasia jika Tulungagung sedang dalam perencanaan jadi geopark nasional. Taman alam tersebut rencananya akan diresmikan tahun ini.

Dengan pusat di kawasan selatan kota Tulungagung, geopark tersebut akan membawa misi mengangkat gairah potensi tanah karst di Kota Tulungagung. Tanah karst sendiri merupakan sebuah kontur georafis yang dimiliki daerah selatan kota Tulungagung yang berbatuan mineral.

Tulungagung bagian selatan sendiri sejak dahulu dikenal mata internasional lantaran produksi marmer berkualitasnya. Dibenarkan oleh Andri Syambudi selaku anggota dinas bidang Litbang BAPPEDA Tulungagung, potensi tanah kars Tulungagung diakuinya akan dijadikan ikon dari geopark tingkat nasional tersebut.

Mengambil tema berdasarkan potensi Tulungagung yang banyak dikenal masyarakat luas sebagai kota marmer. Pada proses penyusunan naskah akademik yang dianjukan kepada tim penilai geopark nasional, geopark Tulungagung akan didukung oleh beberapa destinasi yang menjadi cagar dari potensi alam di Tulungagung.

Menambahkan, Andri diberujar jika cagar alam yang nantinya masuk dalam bagian geopark diantaranya berbagai gugusan kawasan pantai, konservasi penyu, pusaka yang menjadi bagian cagar budaya, kearifan adat istiadat lokal, kesenian budaya sampai semua aspek lain yang terkait.

Dari penuturan laki-laki tersebut, akan terdapat beberapa kawasan wisata yang rencananya dilewati jalur geopark tersebut. Kawasan itu (geopark) meliputi 6 kecamatan yang di antaranya Campurdarat, Tanggunggunung, Besuki, Bandung, Kalidawir sampai Pucanglaban.

Dari kajian geopark yang telah dimulai sejak tahun 2017 oleh pemerintah daerah, kini menurut Andri proses pembuatan geopark telah memasuki tahap pengumpulan data lapangan. Pemerintah dengan dibantu para peneliti universitas ternama luar kota, salah satunya adalah UPN Veteran kini terus berupaya melakukan pemberkasan untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Menurut Andri, saat berbicara mengenai pembuatan geopark, seluruh aspek potensial dikawasan yang ditandai masuk ke dalam lingkaran taman alam harus dapat terangkat berbagai potensinya secara menyeluruh.

Aspek yang dia maksud adalah penataan ruang geografis, cagar budaya, potensi destinasi wisata hingga mengenai imbas ekonomi yang berada atau di sekitaran kawasan yang terlewati garis wilayah geopark. Andri menjelaskan jika dalam pembuatan geopark pendampingan dari masyarakat mengambil peran penting atas kesuksesan taman alam.

Selain masyarakat harus bersiap untuk terus memperbaiki setiap kawasan wisata, kesadaran untuk menyambut wisatawan begitu penting dalam rangka mengangkat seluruh potensi kota. Bagaimana pun, geopark adalah proyek raksasa yang dibangun pemerintah dengan dana rakyat.

Dalam hal ini, masyarakat harus turut merasa memiliki dan bertanggung jawab atas serapan proses ekonomi yang berlangsung nantinya. Jangan sampai hanya menunggu bola dengan menikmati tapi tidak mempersiapkan diri. Hal yang kemudian ditakutkan terjadi pada prosesnya adalah mega proyek raksasa tersebut malah mubazir.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA