Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Jul 2019 11:49 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Candi Tua Berlilitkan Pohon yang Misterius

Muchamad Irfan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pintu masuk Candi Sambor Prei Kuk
Pintu masuk Candi Sambor Prei Kuk
detikTravel Community - Angkor Wat menjadi salah satu situs penting dari sejarah Kamboja. Rupanya ada yang lebih tua, namanya Sambor Prei Kuk, candi misterius yang dililit pohon.

Kamboja bisa dikatakan negeri 1000 candi, selain komplek Angkor Wat yang sudah mendunia dan menjadi lokasi syuting film-film ternama dari Holywood seperti Lara Croft Tomb Raider (2001), Transformer : dark Of The Moon ( 2011). Banyak komplek candi-candi lainnya yang menarik kita kunjungi. Salah satunya adalah komplek candi sambor Prei Kuk yang merupakan komplek candi tertua di Kamboja.

Kami bersama driver Mr. Samvat yang merupakan orang asli Kamboja berangkat dari ibukota Phnompenh pukul 16.00 menuju ke tempat ini. Setelah 3,5 jam berkendara kami memutuskan untuk menginap di salah satu penginapan yang ada di kota Kompong Thom yang merupakan lokasi terdekat menuju komplek candi ini.

Keesokan paginya pukul 7.00  waktu setempat, kami meninggalkan kota Kompong Thom dan setelah berkendara selama 2 jam akhirnya kami pun tiba di komplek candi ini. Jadi bagi traveler yang ingin mengunjungi tempat ini dari ibukota Phnompenh harus berangkat pagi hari. Sehingga siang hari sudah sampai di komplek candi ini, lebih lagi komplek candi ini besar dan luas membutuhkan waktu yang cukup untuk menjelajahinya.

Setelah membeli tiket masuk USD 10 per orang  kami pun masuk kedalam. Bangunan yang pertama kali jumpai adalah sebuh candi kecil berbentuk kubus. Candi tersebut terbuat dari batu bata. Di bagian atap candi terdapat patung dewa berukuran kecil yang sudah tidak jelas lagi bentuknya.

Kami menemukan beberapa candi lainnya yang bentuknya seperti ini dalam jarak yang berdekatan. Ada 1 candi yang menarik perhatian kami dan di candi ini kami menghabiskan waktu cukup lama.

Sebuah candi kecil yang sekeliling tubuhnya dililit akar pohon besar.hampir seluruh bagian tubuh candi ini dililit akar pohon, sehinga candi ini seperti muncul dari dalam pohon.

Tidak banyak informasi yang kami dapat dari candi ini. Apalagi pintu candi juga tertutup oleh akar pohon. Kami pun mengambil beberapa foto d candi ini termasuk foto selfie, menurut pendapat kami dari seluruh candi yang ada di komplek ini candi inilah yang paling menarik secara fotografi.

Selanjutnya kami menemukan candi-candi lainnya yang kondisinya mirip dengan candi diatas ada yang bagian tubuh candi ditumbuhi tanaman. Ada yang bagian atap nya hilang, bahkan beberapa candi bangunan tengahnya hilang telah hanya menyisakan sebagian bangunan disisi kiri dan kanan candi.

Terdapat banyak lingga dan yoni yang berserakan di depan candi ada yang masih utuh namun ada juga yang rusak. Menurut penjaga komplek yang menemani kami saat Perang Indochina di tahun 1970 an Militer USA membombardir wilayah Sambor Prei Kuk melalui pesawat pembom dari udara.

Hal ini dilakukan karena gerilyawan Khmer Merah menggunakan Sambor Prei Kuk sebagai basis perlawanan terhadap Pemerintahan Presiden Lon Nol yang didukung USA.

Akibatnya banyk timbul lubang-lubang dalam berkuran luas hasil pengeboman yang masih dapat kita lihat, tidak hanya itu akibat perang di beberapa bangunan candi terdapat lubang-lubang bekas peluru.

Tidak hanya itu hingga tahun 2008 komplek candi ini belum dibuka untuk kunjungan turis dikarenakan masih banyka terdapat ranjau-ranjau darat dan bom-bom di komplek candi sisa dari perang di masa lalu yang belum dibersihkan, setelah area tersebut dibersihkan dan dinyatakan aman barulah komplek candi ini bisa kita kunjungi. Dengan dibukanya komplek candi ini tentu obyek wisata yang bisa dikunjungi di Cambodia semakin bertambah.

Melihat keberadaan Lingga Dan Yoni maka bisa kita simpulkan bahwa Sambor Prei Kuk pada awalnya adalah komplek candi yang dibangun oleh pemeluk agama Hindu dengan begitu bisa disimpulkan bahwa kerajaan yang memerintah di saat itu adalah kerajaan Hindu.

Menurut catatan sejarah kerajaan Chenla yang berdiri akhir abad 6 M-awal abad 9 M memilih tempat ini sebagai pusat pemerintahannya. Kerajaan ini dibangun oleh raja Isvanawarman I, Sang Raja memberi nama ibukota kerajaannya Isvanapura diambil dari nama sang Raja Sendiri.

Melihat lokasi kerajaan yang berada di tengah hutan dan berdekatan dengan danau Tonle Sap yang merupakan danau besar di Indochina dan mengairi 3 negara yaitu Kamboja, Vietnam dan Laos dapat diperkirakan Kerajaan Chenla ekonominya bertumpu dari pertanian dan perdagangan, melihat banyaknya bangunan candi yang ada di sambor prei kuk dapat dilihat Kerajaan Chenla adalah kerajaan yang makmur.

Lokasi istana raja diperkirakan juga didalam komplek ini meski kini tidak bisa kita temukan. Keberadaan kolam pemandian para putri raja yang berada di tengah hutan masih dalam komplek candi ini memperkuat teori ini.

Ukuran kolam ini luas dengan undakan tangga dari batu batu bata tersusun rapi, bisa dibayangkan dulunya tempat ini adalah tempat yang sangat indah. Untuk tembok kota yang berfungsi sebagai pelindung kerajaan dari serangan bangsa lain kita temukan di antara pepohonan, ada juga yang ada di berada di permukaan dan dibawah permukaan tanah.

Dimasa jayanya kerajaan Chenla menguasai daerah yang luas dan memiliki hubungan perdagangan dan diplomasi dengan kerajaan tetangganya termasuk Negeri China yang saat itu dipimpin oleh dinasti Sui.

Kerajaan Chenla mulai mengalami kemunduran setelah wafatnya Raja Jayavarman I sepeninggal sang raja terjadi perang suksesi perebutan tahta yang dimanfaatkan oleh penguasa daerah untuk memerdekakan diri. Salah seorang pangeran kerajaan Chenla pangeran Jayavarman II mendirikan kerajaan Angkor yang menjadi kerajaan terbesar dalam sejarah Cambodia.

Untuk candi lainnya yang merupakan spot foto yang menarik adalah sebuah candi dimana di bagian anak tangganya berdiri dengan gagah 2 pasang patung singa yang masih dalam kondisi baik, saat berjalan ke belakang candi kami menemukan pintu berukir yang tertutup.

Beberapa candi saat kami kesana juga sedang mengalami renovasi untuk menjaganya agar tetap kokoh berdiri dan dapat menjadi bahan pelajaran bagi generasi mendatang. Sebenaarnya candi-candi yang berada di komplek ini memiliki relief dan ukiran yang menarik, namun sayang akibat masa ribuan tahun dan konflik yang terjadi di tempat ini dan pencurian benda-benda purbakala, karya seni yang indah itu hilang atau rusak.

Bila dihitung kami berada di komplek candi ini sekitar 2 jam lebih, sebelum berangkat menuju tempat selanjutnya yaitu Komplek candi tua lainnya yaitu Preah Khan di Preah Vihear kami menyempatkan diri untuk makan dan minum kelapa muda dan melihat kerajinan yang dijual disini.

Saat kami meninggalkan komplek candi ini ternyata waktu anak-anak sekolah di Cambodia pulang sekolah, kamipun menyaksikan siswa-siwa sekolah dengan menenteng tas naik sepeda onthel beriringan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA