Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 11 Jul 2019 13:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jelajah Asia Tenggara Hingga Ketinggalan Bus ke Malaysia

Caritaku®inc
d'travelers
Foto 1 dari 5
Setelah seharian muter-muter singapore foto-foto bolehlah.
Setelah seharian muter-muter singapore foto-foto bolehlah.
detikTravel Community - Perjalanan keluar negeri pertama kali dan langsung menjelajah Asia Tenggara. Tentu inilah perjalanan yang sangat berkesan.

Sekitar pukul 22.00 malam kami turun dari pesawat dan menuju tempat pemeriksaan di Bandara Changi, Singapura. Saya yang pertama kali pergi keluar negeri cukup deg-degan.

"Sir, can you take off your shoes?" kata petugas bandara
"My shoes? Open?" kata saya sambil menunjuk sepatu.
"Yes, Sir!" kata dia.

Ternyata Bandara Changi ketatnya sungguh minta ampun, seperti masuk masjid saja disuruh buka sepatu. Setelah mencari tahu, ternyata banyak penyelundupan barang ilegal yang disembunyikan dalam sepatu seperti yang saya gunakan.

Rencana awalnya, kami akan menunggu pagi di dalam bandara, namun apalah daya karena terlanjur sudah turun ke bagian imigrasi kami tidak bisa kembali ke ruang tunggu yang biasanya dipakai para backpacker menumpang tidur.

Keesokan harinya saya menghabiskan seharian penuh untuk menjelajahi setiap sudut di Singapura, karena malamnya saya berencana akan menyeberang menuju Kuala Lumpur menggunakan bis.

Tiket bis yang dipesan sekitar pukul 01.00 dini hari tujuannya selain untuk menghemat pengeluaran hal itu juga dapat saya gunakan untuk istirahat selama dalam perjalanan. Namun saya panik tidak karuan ketika melihat lokasi pemberangkatan bus yang kosong, setelah saya periksa ternyata jam pemberangkatan yang saya pilih jam 1 pm, akhirnya saya pun pergi menuju Grand Miles Complex untuk memesan kembali tiket bus.

Setelah mengisi form pembelian, kartu kredit yang digunakan mendadak tidak terbaca dan tidak bisa digunakan. Petugas loket pun menyarankan untuk melakukan pemesanan online dan alhamdulilah pembelian berhasil. Tetapi saya sedikit merasa tidak enak kepada petugas loketnya karena tiket yang saya beli bukan armada miliknya. Saya pun meminta maaf dan langsung pergi menuju loket bis yang sudah saya pesan.

Ternyata tragedi salah pesan bis itu merupakan rencana baik Tuhan, karena rencana Tuhan kali ini seolah menuntun saya ke armada bus ini. Di sana saya dipertemukan dengan seorang yang juga sedang menunggu pemberangkatan menuju Kuala Lumpur malam itu.

Sejak saat itu saya semakin percaya Tuhan itu selalu ada di dekat kita namun kita saja yang selalu menjauh dan menampikkan keberadaan-Nya. Rencana-Nya kali ini mempertemukan saya dengan teman baru, suasana baru dan banyak petualangan baru juga tentunya.

Seperti sebelumnya saya pun hanya menghabiskan satu malam saja di Malaysia. Tetapi ada sedikit yang berbeda, karena ketika di Malaysia tidak hanya ada saya dan teman saja, melainkan ada teman baru yang membuat perjalanan hari itu jadi lebih luar biasa. Setelah salat maghrib saya bersiap untuk meninggalkan Malaysia dan berpisah dengan kedua teman yang tidak dapat melanjutkan perjalanannya.

Sedih dan bahagia terasa tidak ada bedanya saya berpamitan dan bergegas menuju terminal TBS menuju perbatasan Thailand-Malaysia. Selama di Thailand saya mengahabiskan perjalanan dengan berjalan kaki saja, selain menghemat biaya perjalanan saya juga merasa lebih menikmati perjalanan dan dapat menemukan sesuatu hal yang tidak biasa ketika menggunakan kendaraan.

Salah satu momen itu adalah ketika bertemu dengan orang indonesia yang sedang dalam perjalanan menuju ke Makkah dengan bersepeda, sungguh insipirasi yang luar biasa karena di usia beliau yang tidak lagi muda namun memiliki kekuatan dan tekad yang terkadang tidak dimiliki oleh anak muda pada umumnya.

Dalam perjalanan menuju Kamboja saya bertemu dengan seseorang yang bernama Lima, ya lucu sekali orangnya satu tapi lima. Karena tujuan kami sama, saya diajak untuk berangkat bersama namun hanya sampai border saja katanya. Tujuan saya adalah Siem Reap sementara Lima ke Phnom Penh. Dari sana kami pun berpisah dan berjanji akan bertemu kembali ketika saya tiba di Phnom Penh. Dari Phnom Penh, saya melanjutkan penyeberangan menuju Ho Chi Minh, Vietnam negara terakhir yang saya kunjungi.

Itulah perjalanan luar biasa versi saya. Alasan saya ingin pergi ke Dubai karena saya ingin menjelajahi setiap sudut kota di sana dan melihat bangunan tertinggi di dunia Burj Khalifa. Selain itu saya juga ingin merasakan sebuah perjalanan tak terlupakan bersama sobat d'Traveler pastinya. Karena, dalam setiap perjalanan masing-masing orang akan mengalami sesuatu hal yang berbeda-beda namun akan menemukan satu hal yang sama yaitu kebaikan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA