Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 08 Okt 2019 11:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bertemu Para Tokoh Jawa Barat di Perpustakaan Bandung

Foto 2 dari 5
Bagian pertama museum berisi tokoh-tokoh sebelum masa kemerdekaan dan sejarah dari Paguyuban Pasundan, Sekolah Kautamaan Istri dan Deklarasi Juanda
Bagian pertama museum berisi tokoh-tokoh sebelum masa kemerdekaan dan sejarah dari Paguyuban Pasundan, Sekolah Kautamaan Istri dan Deklarasi Juanda
detikTravel Community -

Singgah ke salah satu ruangan di Perpustakaan Umum Jawa Barat, traveler bisa mengenal lebih dekat tokoh kelahiran Jawa Barat. Sekalian wisata edukasi.

Hall of Fame - Panggung Inohong merupakan nama salah satu ruangan di Perpustakaan Umum Badan Perpustakaan dan Kearsipan (Bapusipda) Jawa barat.

Inohong berasal dari Bahasa Sunda yang berarti tokoh atau orang-orang penting. Seperti namanya, ruangan seluas kurang lebih 600 meter persegi itu diubah menjadi museum yang menampilkan foto dan patung orang-orang penting dan tokoh-tokoh kelahiran jawa barat yang berjasa dan berprestasi dari masa pra kemerdekaan hingga saat ini.

Banyak nama tokoh-tokoh yang terpajang di ruangan ini mulai dari pahlawan, budayawan, agamawan, seniman,politisi, olahragawan, hingga pengusaha kelahiran Jawa Barat. Menurut penjaga tempat ini, terdapat lebih dari 350 tokoh-tokoh yang terpajang di ruangan ini.

Di awal bagian museum ini kita dapat melihat beberapa bupati yang berkuasa di Jawa Barat pada masa kolonialisme, pahlawan nasional, serta tokoh-tokoh perjuangan dari Jawa Barat seperti K.H. Zaenal Mustafa, pahlawan emansipasi dan pendidikan Dewi Sartika, teman seperjuangan Seokarno di Bandung Gatot Mangkupraja, hingga istri Soekarno yang juga ibu kosnya semasa di Bandung Inggit Garnasih.

Selain itu ditampilkan pula sejarah dari salah satu organisasi tertua yang sudah berdiri sejak 1913 yakni Paguyuban Pasundan di mana salah satu anggotanya yang terkenal adalah Otto Iskandar Dinata yang menjadi Menteri Negara di Kabinet pertama Indonesia. Adapula sejarah tentang Deklarasi Juanda yang diprakarsai Djuanda Kartawidjaja dan Sekolah Kautamaan Istri yang didirikan oleh Rd. Dewi Sartika, dan lain-lain.

Tidak hanya yang sudah meninggal, tokoh-tokoh yang masih hidup pun ada, sebut saja politisi Ceu Popong, Arsitek Ridwan Kamil, Ustad AA Gym, Komedian Sule, penari Gugum Gumbira, pengusaha Arifin Panigoro, hingga karateka cilik Lala Diah Pitaloka yang juga menjadi penyulut api PON 2016 Jawa Barat, dan lain-lain.

Salah satu sudut di ruangan ini berisikan patung dari Gubernur-Gubenur Jawa Barat dari yang pertama hingga sekarang lengkap dengan profil serta prestasi dan perjuangan yang dilakukan selama menjabat.

Penataan ruang museum ini dibuat sangat menarik dengan dominasi warna biru serta dilengkapi dengan miniatur beberapa kejadian bersejarah saat Konferensi Asia Afrika. Ruangan ini juga diberi sentuhan teknologi seperti monitor layar sentuh yang berisi profil tokoh-tokoh tersebut sehingga informasi yang diberikan menjadi lebih atraktif dan tidak terkesan kaku.

Lokasinya museum ini berada di Perpustakaan Umum Jawa Barat Gedung Bapusipda Jalan Kawaluyaan Indah II no.4. Sayangnya belum ada kendaraan umum yang melintasi gedung ini sehingga hanya dapat dicapai dengan kendaraan pribadi atau berjalan sekitar 500 meter dari jalan utama di Jalan Soekarno-Hatta.

Museum ini dapat diakses oleh masyarakat secara gratis dengan jam operasional sama dengan waktu operasional Perpustakaan Umum Jawa Barat yang dibuka setiap hari mulai dari jam 08.00 WIB, sedangkan jam tutup untuk hari Senin-Jumat jam 19.00 WIB, hari Sabtu jam 16.00, dan hari Minggu jam 15.00 WIB. Waktu istirahat dari jam 11.45-13.00 WIB.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA