Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Jul 2019 13:03 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Uniknya Masjid-Masjid di Yogyakarta

Fachry Husein
d'travelers
Foto 2 dari 5
Masjid Ash-Shiddiiqi Yogyakarta.
Masjid Ash-Shiddiiqi Yogyakarta.
detikTravel Community - Kota Yogyakarta terkenal dengan budayanya yang kental namun beragam. Salah satunya adalah tempat ibadah Masjid yang memiliki banyak macamnya.

Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa yang datangnya setahun sekali, dimana berbagai kalangan terutama umat islam merayakannya dengan sukacita. Ketika anak-anak kecil berlarian kesana kemari, para pemuda memakmurkan tempat ibadah, dan suasana malam yang begitu syahdu merupakan beberapa contoh dari semua hal yang biasa dirindukan pada bulan itu. Sempat saya memikirkan, momen seperti ini harus diabadikan dengan cara yang berbeda, dari sudut pandang dan perspektif yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang, yaitu dari segi fotografi genre arsitektur yang digabungkan dengan genre human interest.

Berawal dari keinginan 4 tahun lalu, ketika saya datang ke kota gudeg dan pelajar ini. Saya mempunyai keinginan untuk mengelilingi berbagai masjid yang ada di Yogyakarta, terutama tempat-tempat yang mempunyai nilai sejarah dan kebudayaan yang tinggi. Awalnya tidak terbesit sama sekali untuk mengabadikan momen perjalanan saya, hanya ingin menikmati setiap detik langkah kaki dan suasana ketika saya mengunjungi tempat-tempat tersebut. Namun pada saat itu jujur saja, saya sedang terinspirasi dengan potret-potret dari teman saya yang bernama mas bayu (@dianrockmad). Pada saat itu saya melihat bahwa beliau juga mempunyai tujuan dan keinginan yang sama yaitu untuk merayakan setiap momen atau merekam kejadian yang ada di bulan ramadhan, khususnya di yogyakarta. Akhirnya, tergugah semangat dan pikiran saya untuk mengikuti jejak beliau, namun dengan sudut pandang dan perspektif yang berbeda.

Hari pertama saya langsung mengunjungi masjid jogokariyan, salah satu masjid yang sudah diakui dunia karena dapat menghidupi perekonomian sekitar dan terkenal dengan masjid 1000 piring karena mampu menyediakan ribuan piring bagi jamaah yang datang ke masjid tersebut untuk berbuka puasa bersama. Hari berikutnya hingga minggu kedua bulan ramadhan saya mengunjungi masjid yang mempunyai nilai arsitektur dan corak yang khas seperti Masjid Besar Mataram Kotagede, Masjid Besar Kauman, Masjid Soko Tunggal, dan Masjid Margoyuwono. Namun, ada beberapa masjid yang menurut saya mempunyai arsitektur yang indah dan megah seperti Masjid Suciati Saliman (terlihat dari pintu dan tiang pondasi nya seperti masjid nabawi di madinah), Masjid Siti Djirzanah yang terletak di malioboro dengan tekstur tionghoa nya, sampai Masjid Ash-Shiddiiqi dengan desain ukiran kayu 99 nama asmaul husna.

Minggu ketiga saya mengunjungi masjid-masjid yang berada di kampus-kampus besar di Yogyakarta seperti Masjid Kampus UGM, Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, sampai Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga. Minggu terakhir saya mengunjungi Masjid-Masjid “Pathok Negoro†yang mempunyai nilai history yang tinggi karena sangat menggambarkan betapa hebatnya dakwah umat islam di Yogyakarta (pada saat itu). Uniknya, Masjid-masjid tersebut tersebar di empat penjuru mata angin (Kiblat Papat Lima Pancer) di Yogyakarta. Benar-benar perjalanan yang sangat menyenangkan dan melelahkan, namun itu semua terbayarkan oleh ramah dan hangatnya penduduk sekitar, melihat anak-anak kecil berlarian kesana kemari yang mungkin sekarang sangat jarang ditemui, dan didapatkannya pengetahuan akan nilai sejarah yang selama ini dipertanyakan di benak diri sendiri.

Yogyakarta dan Dubai sama-sama merupakan sebuah kota di suatu negara yang memiliki dominansi umat islam yang berkembang, jika ditelisik dari sisi sejarah. Namun, yang paling menarik adalah Dubai yang sekarang merupakan kota yang paling metropolis di Negara Uni Emirat Arab, yang dicirikan dengan bangunan-bangunan megahnya yang mempunyai nilai arsitektur yang tinggi seperti Burj Khalifa, Dubai Mall, Dubai Land, dsb. Di zaman dahulu umat Islam terkenal dengan kemajuan arsitekturnya. Dan saya ingin melihat bagaimana perkembangan arsitektur antara zaman dahulu dan sekarang. Karena latar belakang saya yang mempunyai pengalaman fotografi di bidang arsitektur. Namun, tidak salahnya juga saya bisa melihat sisi human interest di kota ini, negara yang tadinya hanya gurun pasir yang kering dan tandus, mampu menjadi kota yang sangat maju dan pesat jika dibandingkan dengan daerah Uni Emirat Arab yang lain. Sungguh, destinasi impian bagi orang-orang yang mampu mewujudkannya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA