Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 26 Jul 2019 11:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kembali ke Zaman Kerajaan Mataram di Ullen Sentalu

Ria Rahmawati
d'travelers
Foto 1 dari 5
Area untuk berfoto diluar ruangan
Area untuk berfoto diluar ruangan
detikTravel Community - Yogyakarta memang selalu menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya wisata alamnya, salah satu tempat unik yang wajib dikunjungi adalah Museum Ullen Sentalu.

Di sini traveler bisa melihat penginggalan budaya Jawa dari peradaban kerajaan Mataram. Diiringi penuturan detail sejarahnya dari pemandu museum. Berkunjung ke museum ini serasa mengajak kita kembali ke masa Jawa kuno.

Terletak di daerah Kaliurang, Sleman museum ini terasa sangat asri dengan udaranya yang sejuk. Ketika tiba di lobi gedung pengunjung akan disambut sebuah patung reinterpretasi dari Dwarapala. Patung ini merupakan penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Budha.

Sebelum memasuki ruang pameran koleksi pengunjung diwajibkan membeli tiket dengan harga Rp 20.000-Rp 40.000 untuk pengunjung domestik dan Rp 60.000-Rp 100.000 untuk pengunjung mancanegara.

Memasuki ruang koleksi pemandu akan menjelaskan tata tertib selama tur dan detail sejarah dari benda-benda koleksi museum. Selama tur pengunjung dilarang mengambil foto. Sangat disayangkan tapi hal ini untuk menghargai dan melindungi nilai dari koleksi.

Ruangan pertama yang dimasuki berisi perangkat alat musik gamelan. Selain itu dinding-dindingnya dihiasi lukisan penari. Setiap lukisan menunjukkan jenis tarian yang berbeda. Sejarah dan makna penciptaan tarian tersebut juga berbeda.

Selanjutnya pengunjung akan dibawa ke ruangan yang berisi foto dokumenter. Di sini dijelaskan bagaimana budaya dan sejarah saling mempengaruhi. Kemudian menyusuri lorong panjang dimana dinding-dindingnya dihiasi lukisan raja dan bangsawan pada masanya. Pemandu menjelaskan dengan detail subyek lukisan serta makna dari pakaian hingga perhiasan yang dipakai.

Selain itu museum Ullen Sentalu juga memiliki ruangan yang berisi koleksi batik. Setiap motif batik dan warnanya memiliki maksud penggunaan dan makna yang berbeda

Hal yang menarik lainnya adalah ketika ditengah tur, pemandu akan mengajak untuk mencicipi minuman wedang Ratu Mas. Minuman dengan aroma khas ini dipercaya dapat membuat awet muda.

Ada 2 ruangan di Museum Ullen Sentalu yang menjadi favorit. Ruangan pertama adalah ruangan syair Putri Tineke. Ruangan ini berisi syair dan puisi dari sahabat dan kerabat Putri Tineke. Tulisannya berisi penghiburan bagi Putri Tineke yang patah hati. Beliau patah hati karena pria pilihannya ditentang olrh keluarga. Syair dan puisi berbahasa Indonesia, Belanda dan Portugis ini sangat indah. Sehingga pengunjung senang berlama-lama membacanya.

Ruangan lainnya adalah ruangan Gusti Nurul. Putri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Argo Mangkunegoro VII ini memiliko pandangan modern. Beliau pernah ke Belanda untuk menari dihadapan Ratu, bermain tenis dan pandai berkuda. Suatu hal yang cukup tabu pada masa itu.

Putri yang terkenal cantik ini pernah beberapa kali menolak pinangan bangsawan. Bahkan beliau pernah menolak cinta dari Presiden Soekarno. Di usia 30 beliau menikah dengan seorang tentara dan menetap di Bandung.

Walaupun sepanjang tur dilarang untuk berfoto. Pengelola tetap mengijinkan berfoto diluar area ruangan koleksi. Selain itu disediakan restoran untuk beristirahat.

Bagi traveler yang penasaran dengan akhir kisah cinta Putri Tineke atau ingin melihat cantiknya Gusti Nurul. Yuk berkunjung ke Museum Ullen Sentalu.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA