Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 10 Agu 2019 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Home Sick Saat di Makkah? Ini Tempat untuk Melepas Rindu

Foto 1 dari 5
img_20190810104311_5d4e3d4f30986.jpg
img_20190810104311_5d4e3d4f30986.jpg
detikTravel Community - Saat liburan, home sick atau kangen rumah biasanya sering terjadi. Kamu yang rindu makanan Indonesia saat di Makkah, bisa datang ke sini.


Apa yang kira-kira akan dirindukan traveller saat bertualang di negeri orang? Mungkin sebagian akan menjawab rindu akan cita rasa masakan tanah air.

Hal inilah yang dirasakan oleh saya dan suami saat umroh di awal Ramadhan tahun ini. Meskipun setiap harinya kami menyantap masakan katering ala Indonesia dan berbekal beberapa makanan instan, tetap saja ada kerinduan terhadap makanan favorit kami yaitu bakso.

Gayung bersambut, kebetulah saya baru saja membaca grup Backpacker Internasional dan menemukan postingan tentang outlet bakso di Tower Zamzam yang rasanya enak dan patut dicoba. Suatu hari selepas solat tarawih, kami keluar pelataran Masjidil Haram dan melipir masuk ke Tower Zamzam.

Hiruk pikuk pengunjung mall di dalam Tower Zamzam membuat saya berpikir bahwa Masjidil Haram dan sekitarnya bagai kota yang tak pernah tidur karena selalu ramai orang berlalu lalang. Menjelang pergantian hari, saya dan suami masih saja mencari lokasi outlet katanya menjual Bakso. Kami sempat berputus asa karena tidak juga menemukan outlet bakso yang dimaksud. Namun, setelah berkeliling menjelajahi seisi mall, sampailah kami di warung baksoyang kami idamkan.

Outlet bakso ini ternyata milik GraPARI Telkomsel yang diresmikan tahun 2015 silam. Lokasinya ada di lantai P3 area foodcourt masakan Indonesia di Gedung Abraj Al-Bait atau lebih dikenal dengan Zamzam Tower. Tempat ini selalu ramai disinggahi jamaah umrah dan jamaah haji Indonesia. Ruangan GraPARI ini terbagi menjadi dua: untuk pelayanan seluler dan restauran.

Untuk bisa menikmati kemewahan rasa bakso asli khas Indonesia ini, harga per mangkoknya 20 SAR atau sekitar 80.000 rupiah. Ini bakso termahal yang pernah kami makan seumur hidup. Untuk rasa baksonya sendiri, menurut kami enak dan worth it sebagai pengobat rasa rindu. Rasa bakso sapinya tidak mengecewakan dan kuahnya juga lumayan enak.

Selain bakso, outlet ini menjual makanan lainnya seperti Mie Ayam, Nasi Goreng, Mie Ayam Bakso, Soto Ayam, Sop Buntut, Ayam Penyet, dan Nasi Rendang dengan kisaran harga 20-25 SAR. Ada menu buffet alias prasmanan yang dibanderol dengan harga 40 SAR.

Sistem pembelian hingga penyajiannya bagi saya cukup unik. Kami memesan dan membayar terlebih dahulu di kasir, kemudian kami diberi alat semacam calling alarm. Kalau alarm bergetar, tandanya makanan sudah siap dihidangkan. Kami pun duduk manis sembari menunggu alarm bergetar. Ketika alarmnya bergetar dan lampu menyala, kami ambil sendiri hidangan bakso di meja saji yang sudah disiapkan. Menurut informasi, sistem seperti itu (menggunakan calling alarm) sudah diterapkan di beberapa restaurant di Bandara Soekarno- Hatta.

Informasi ini barangkali bermanfaat untuk jamaah haji yang saat ini mungkin sedang merindukan makan makanan khas Indonesia di Mekkah. Silakan diinformasikan tentang adanya outlet GraPARI Telkomsel yang menjual berbagai makanan Indonesia ini.

Selesai menyantap bakso, waktu menunjukkan pukul 01.00 pagi waktu Masjidil Haram, Tower Zamzam tak pernah sepi. Beberapa kali kami berpapasan dengan serombongan warga Arab bergamis dan bersorban saat berjalan pulang ke hotel. Itu sepertinya warga Uni Emirat, kata suami saya. Kemudian sepanjang jalan menuju hotel tempat menginap, kami berdiskusi soal Uni Emirat Arab (UEA) dan keinginan kami untuk bisa menjelajah atau bekerja sebagai ekspatriat di negeri yang kaya raya itu.

Saat pergi ke Madinah dan pulang ke Jakarta, kami sempat transit di Abu Dhabi. Hanya sekadar transit tanpa keluar bandara. Andaikan ada kesempatan lagi, kami ingin traveling ke menjelajah UEA terutama di Dubai.

Kenapa saya ingin ke Dubai?

Karena Dubai adalah kota terbesar di UEA dan di sana terdapat Burj Khalifa yang merupakan ikon Kota Dubai dan sampai saat ini masih menjadi menara tertinggi di dunia. Saya ingin sekali bisa naik ke dek observasinya di lantai 124 yang katanya luar biasa menakjubkan dan melihat kemewahan Kota Dubai dari At The Top Sky Lounge di lantai 148.

Pengalaman saya naik ke lantai tertinggi Yokohama Landmark Tower dan Tokyo Sky Tree saja sudah membuat saya berdecak kagum, ah apalagi kalau saya bisa menapaki Burj Khalifa yang megah itu semoga terwujud suatu saat nanti.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Mural di Kanada Keren Banget!

Senin, 26 Agu 2019 06:56 WIB

Lupakanlah grafiti yang asal-asalan, sekarang zamannya mural yang keren menghias kota. Di Quebec, Kanada mural bisa jadi keren banget.