Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 10 Agu 2019 09:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Museum Al Quran Madinah, Tentang Cinta dan Sejarah Islam

Foto 1 dari 5
Pintu Masuk Museum Al Quran
Pintu Masuk Museum Al Quran
detikTravel Community - Madinah menjadi kota impian bagi umat muslim dunia. Di sana juga ada Museum Al-Quran yang sayang untuk dilewatkan.

Bila temen-temen sedang ke Madinah dalam rangka umrah atau berhaji, tempat ini adalah salah satu wisata yang wajib masuk list kunjungan. Kebetulan saat umrah saya berkesempatan untuk mengunjungi tempat ini.

Umumnya orang yang sedang umrah akan bertandang ke destinasi ini, karena jaraknya yang memang amat dekat dengan kompleks Masjid Nabawi.

Karena dasarnya saya memang suka sejarah, saya antusias sekali untuk mampir ke Museum Al Quran ini.

Museum Al Quran, lokasinya hanya berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari pintu 5 Masjid Nabawi. Bernama The Holy Quran Exhibition, museum ini mulai buka dari jam 09.00-14.00 dan 16.00-21.00 waktu setempat setiap harinya.

Untuk dapat masuk ke dalamnya, pengunjung tidak dikenakan biaya, alias gratis. Namun kita harus antri dahulu sesuai dengan rombongan.

Kebetulan saya ikut jadi satu rombongan umroh orang Indonesia. Dengan kata lain, rombongan saya digabung dengan kelompok umroh lain yang juga dari Indonesia, ini untuk mempermudah pemandu tour selama berkeliling di dalam museum.

Untuk perihal bahasa, tidak perlu dikhawatirkan, karena ternyata pemandunya juga orang Indonesia. Jadi rombongan tour bisa dengan mudah mendengarkan penjelasan seputar museum Al Quran ini. Museum ini terdiri dari 4 ruangan. Pertama kali masuk ruangan, kita akan disuguhkan sebuah Al Quran yang berusia ratusan tahun, tepatnya sudah ada sejak 949 tahun yang lalu.

Si Pemandu bercerita bahwa ini memang keutamaan dari kitab suci Al Quran, yang akan dijaga oleh Allah SWT sampai hari akhir nanti.

Memasuki ruangan ke dua, pengunjung akan melihat Al Quran yang ditulis di berbagai media. Seperti Al Quran yamg ditulis di atas kain oleh seseorang yang ternyata tidak jago bahasa arab namun dia seorang penghapal Al Quran.

Menuju ruangan ke 3, terdapat digitalisasi Al Quran. Di mana pengunjung dapat melihat sejarah Al Quran yang terjaga keasliannya dari jaman nabi Muhammad SAW hingga sekarang. Cerita ini ditampilkan dalam layar besar yang bisa ditonton pengunjug Diterangkan juga kita sebagai umat muslim harus turut menjaga Al Quran ini. Di ruangan ini kita juga dapat mencoba gawai yang disediakan untuk mendengarkan murotal yang ada memakai headshet.

Ruangan ke 4 adalah ruangan terakhir di sini kita dapat melihat sejarah peradaban Al Quran dari masa ke masa. Mulai dari bentuk fisik Al Quran awal pemerintahan Sahabat nabi hingga ke jaman sekarang yang sudah maju peradabannya.

Nah menuju pintu terakhir, pengunjung bisa membeli Al Quran untuk diwakafkan ke masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Harganya juga cukup terjangkau yaitu 120 riyal untuk 4 buah Al Quran.

Seru banget kan di museum ini. Masuk ke museum ini membuat saya paham akan tentang Al Quran mulai dari sejarah hingga berbagai macam bentuk Al Quran yang ada di dunia ini.

Oh iya biasanya sehabis perjalanan umrah ada banyak travel yang pulang melayani rute transit menuju ke negara tetangga seperti Turki, Oman dan Uni Emirat Arab.

Kebetulan saat saya pulang Umrah kemarin sempat transit ke Uni Emirat Arab. Namun sayang transit waktu itu hanya 5 jam dan itu transit di kota Abu Dhabi. Padahal saya berniat ke salah satu kota destinasi terkenal dari Uni Emirat Arab ini yaitu Dubai.

Siapa sih yang tidak kenal dengan kota ini? kota yang pernah menjadi latar berbagai film Hollywood memang menjadi Dream Destination untuk saya. Selain terkenal dengan Burj Khalifanya ini, di Dubai ada museum yang merupakan gedung tertua di kota ini yaitu Museum Dubai.

Di Museum Dubai, kita dapat melihat sejarah kota ini dari awal berdiri sampai hingga kelihatan megah seperti saat ini. Selain itu gedung yang digunakan merupakan sebuah benteng yang dibangun dari tahun 1787. Museum Dubai ini yang ingin saya kunjungi bila ke Dubai nanti karena saya suka dengan akan sejarah sekaligus ingin mengetahui sejarah dari setiap kota yang saya kunjungi.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA