Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Agu 2019 15:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulau Angso Duo, Wisata Religi yang Punya Cerita Mistis

Yopi saputra
d'travelers
Foto 1 dari 5
Keindahan Pulau Angso Duo, Pariaman
Keindahan Pulau Angso Duo, Pariaman
detikTravel Community - Kota Pariaman di Sumatera Barat punya Pulau Angsa Duo yang cantik. Kerap dikunjungi untuk wisata religi, pulau ini juga punya cerita mistis.

Hayo siapa yang suka liburan ke pantai? Saya termasuk orang yang suka dengan pantai. Bagi saya sendiri pantai merupakan tempat yang dapat menampung segala perasaan yang sedang saya alami dan cara saya untuk berinteraksi dengan alam. Oh, iya! Apakah kamu pernah mendengar atau pernah berkunjung ke Pulau Angso Duo yang ada di Pariaman, Sumatera Barat ?

Ya, akhir-akhir ini wisata pantai di Pariaman memang sedang jadi sorotan para turis domestik maupun internasional. Selain itu, pernah ada shooting untuk salah satu acara TV tentang explore alam Indonesia yang ditayangkan di salah satu televisi nasional. Sebelum saya memperkenalkan keindahan alam dan misteriusnya Pulau Angso Duo ini, ada baiknya saya perkenalkan terlebih dahulu sejarah Kota Pariaman.

Kota Pariaman merupakan bagian dari kawasan rantau Minangkabau. Dahulunya kawasan di Pariaman merupakan pelabuhan yang menjadi urat nadi bagi masyarkat Minangkabau. Banyak pedangang dari berbagai negara seperti India, Eropa, yang datang ke Pariaman untuk berdagang emas, lada dan hasil perkebunan dari pedalaman Minangkabau.

Namun, pada abad ke-17, kawasan di Pariaman berubah karena adanya kekuasaan itu berada dalam kedaulatan kesultanan Aceh. Sekarang Pariaman sudah berubah dengan perkembangan zaman dan mulai tumbuhnya perekonomian di Pariaman.

Memiliki letak geografis di daratan rendah yang berada di pantai barat Sumatera Barat dengan ketinggian antara 2 meter sampai dengan 35 meter diatas permukaan laut dengan luas daratan 73,36 Km persegi dengan panjang pantai lebih kurang 12,7km serta luas perairan laut 282,69km persegi dengan memiliki 6 pulau kecil-kecil di antaranya Pulau Angso Duo, Pulau Gosong, Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Kasiak.

Kota Pariaman sendiri memiliki iklim tropis yang bertipe basah, karena dipengaruhi sama angin barat dan bulan kering yang sangat pendek masanya. Baiklah saya tidak akan memperpanjang pembahasan tentang kota Pariaman, saya akan langsung masuk aja ya ke Pulau Angso Duo. Selengkapnya dibawah ini.

Berawal dari liburan semester akhir dan sebelum sidang skripsi tepatnya pada Juli 2017 lalu. Liburan kali ini saya memang sudah memiliki rencana untuk pergi ke Pulau Angso Duo untuk melepaskan penat dari draf-draf skripsi yang bertumpuk di kamar dan memutuskan untuk pulang kampung.

Pulau Angso Duo merupakan satu dari enam pulau di pantai Pariaman yang jaraknya 2 mil dari tepi pantai atau membutuhkan 15 menit perjalanan menggunakan boat atau kapal nelayan yang bisa kamu sewa dengan harga Rp 25.000 pulang-pergi. Pulau Angso Duo sangat cocok buat kamu dengan keluarga yang ingin pergi berliburan atau sekedar melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan.

Di sana kamu bisa melakukan berbagai aktivitas mulai dari bermain air, snockling, atau sekedar main pasir dan riak ombak sambil menikmati lalu lalang para nelayan di pantai.Memiliki luas lebih dari 5 hektare di dalamnya tumbuh beranekaragam tumbuhan khas perairan, mangrove, dan aneka tumbuhan semak belukar.

Eits, nggak asyik kalau kita membahas yang keindahan Pulau Angso Duo saja. Ada satu lagi yang bikin menarik dan berbau horor adalah adanya kuburan panjang yang menambah mistisnya aura Pulau Angso Duo. Kuburan yang memiliki panjang mencapai 6 meter dan ditutupi kain putih dengan ada dua batu nisan berukuran besar.

Menurut cerita dari masyarakat setempat, kuburan panjang merupakan makam seoarang guru dari ulama besar di Sumatera Barat yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama islam yaitu Syekh Burhanuddin Ulakan, Padang Pariaman. Menarik, kuburan panjang ini banyak didatangi oleh para wisatawan domestik lokal maupun internasional.

Kini, kuburan panjang itu banyak dijadikan oleh masyarakat setempat untuk ritual keagamaan. Selain itu, di Pulau Angso Duo ini juga memiliki surau (musala) yang beranama "Surau Tuanku" yang sering dijadikan tempat wisata keluarga juga selain tempat beribadah.

Ketika saya mengunjungi Pulau Angso Duo ini lagi banyaknya ulat-ulat bulu yang unik. Menikmati suana pantai hingga sore itu terlalu romantis untuk dilewatkan, saya patut berbangga sebagai putera daerah dengan pesatnya perkembangan Kota Pariaman sebagai kota yang fokus pada pariwisata pantainya. Salut !

Eh, takut kelupaan tulisan ini saya buat agar para pembaca bisa mengunjungi tempat wisata Kota Pariaman umumnya. Selain itu, tulisan ini saya perlombakan untuk salah satu mengikuti lomba ke Dubai yang diadakan oleh detik.com. Apa aja sih yang akan saya lakukan di Dubai? Banyak sih, salah satunya saya ingin mengetahui lebih dalam mengenai kearifan lokal setempat dan ingin ke pasar tradisional di sana, simple kan? semoga terwujud, ya! Amiin. Wish me luck.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA