Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Agu 2019 17:24 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menjalin Keakraban Bersama Suku Anak Dalam Jambi

Ani Berta
d'travelers
Foto 1 dari 5
Di Candi Gedong II
Di Candi Gedong II
detikTravel Community -

Jambi, identik dengan Candi Gedong dan Sungai Batanghari serta kulinernya yang khas dan lezat. Sungguh bikin betah berlama-lama di sana bahkan saya sudah dua kali ke sana masih ingin balik lagi. Jangan lupa menikmati sekitar Jembatan Gentala Arasy di senja dan malam hari. Tak lupa ngobrol bersama Suku Anak Dalam untuk saling berbagi inspirasi.

Paling suka traveling ke tempat yang jarang dikunjungi orang lain. Seperti mengunjungi sebuah desa terpencil. Saat saya ke Jambi, sudah tergambar bahwa tempat wisata di sana yang terkenal adalah Candi Gedong dan Jembatan Gentala Arasy yang ikonik membelah sungai Batanghari. Sempat saya singgah di sana sambil menikmati suasana dan kulineran Pempek Terang Bulan dan tak lupa mencoba Kwetiau Rusa yang lezat dan unik.

Destinasi utama saya di Jambi adalah ingin mengenal suku Anak Dalam. Maka saya dan beberapa teman pergi ke Muaro Bungo lalu menuju Merangin. Perjalanan 8 jam kalau dari Bandara. Kami menggunakan mobil sewaan yang direferensikan teman. Oh ya, di Merangin ini kebetulan ada teman yang bekerja di sebuah LSM dan mengajak saya untuk mengetahui kegiatannya. Jadi tanpa pikir panjang saya menyetujuinya karena goal saya ingin bersua dengan suku anak dalam.

Jambi memiliki pesona wisata yang tiada dua. Salah satunya adalah unsur budaya yang kental. Kali ini, saya bertemu dengan suku anak dalam di Jambi.

Sesampainya di Merangin, membentang perkebunan sawit yang mendominasi pandangan mata. Tak ada yang lain selain perkebunan sawit yang dibelah oleh jalan yang kami lalui, sesekali babi dan monyet melintas dan ini benar-benar extraordinary!

Kami sampai di rumah warga, untuk menginap selama semalam. Dayung bersambut, saya mendapatkan makanan khas Jambi yang saya inginkan yaitu Ikan Patin bumbu tempoyak. Sungguh lezat, unik dan membekas hingga hari ini.

Suku anak dalam yang saya temui adalah suku anak dalam yang sudah mampu menerima budaya dari luar, mereka menyekolahkan anak-anaknya dan berpakaian rapi layaknya penduduk biasa. Saya ngobrol banyak hal dan mengikuti kegiatan mereka hari itu, seperti berladang dan berdagang. Mayoritas berkebun sawit dan karet. Buat saya, piknik itu bisa ikut menyadap karet bersama mereka sambil ngobrol banyak hal setelah itu makan lesehan dan menikmati suasana kekeluargaan di sana.

Saya pun ingin ke Dubai untuk berinteraksi dengan warga lokal di sana sambil menyelami kegiatan dan budayanya karena Dubai sangat menarik dari berbagai aspek, makanya saya ingin sekali ke Dubai.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA