Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Sep 2019 19:05 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ternate, Bukti Maluku Utara yang Menawan

Arifita Priscilia
d'travelers
Foto 1 dari 5
Sunset dari pantai dekat Danau Tolire Kecil
Sunset dari pantai dekat Danau Tolire Kecil
detikTravel Community - Ternate, mungkin namanya jarang kamu dengar. Ternate adalah bukti betapa menawannya destinasi wisata di Maluku Utara.

Ternate merupakan surga bahari Maluku Utara yang sayangnya kurang terkenal. Merupakan pusat perdagangan namun menyimpan keindahan alam yang menawan serta kuliner yang nikmat. Disini aku ingin sedikit memperkenalkan Ternate, tempat wisata yang tidak boleh dilewatkan oleh para traveler, karena tempat ini dapat memberikan pengalaman yang luar biasa.

Jika berbicara tentang wisata bahari, yang terlintas pertama kali pasti Bali, Lombok, Flores, dan Raja Ampat. Tetapi biasanya tempat dengan pantai-pantai yang indah, daerahnya masih terpencil atau aksesnya jauh dari kota. Terkadang hal itu membuat para traveler baru sedikit khawatir jika tidak terjangkau sinyal.

Tetapi tahukah kalian jika ada suatu tempat di Indonesia ini yang bisa menghadirkan keindahan alam dan keramaian kotanya sekaligus? Percayalah, karena tempat ini ada dan bisa menjadi bucket list selanjutnya untuk extraordinary traveling kalian.

Tempat ini berada di provinsi Maluku Utara tepatnya di kota Ternate, merupakan sebuah kota sekaligus sebuah pulau yang berada di kaki Gunung Gamalama. Dikelilingi oleh pulau Halmahera, Maitara, dan Tidore, Ternate dulunya adalah pusat pemerintahan dan perdagangan di Maluku Utara. Tetapi walaupun pusat pemerintahannya telah pindah ke Sofifi, Ternate tetap menjadi pusat perdagangan. Kota yang sibuk saat siang dan ramai saat malam.

Untuk ke Ternate dari Surabaya membutuhkan waktu sekitar empat jam perjalanan udara. Bisa penerbangan langsung atau transit dulu di Makassar atau Manado. Pemandangan indah langsung menyambut para penumpang saat akan mendarat di Bandara Sultan Babullah Ternate. Dari ketinggian terlihat Gunung Gamalama beserta deretan pulau-pulau kecil di lautan berwarna emerald yang berkilau, danau Tolire besar yang misterius, dan juga jejeran rumah penduduk beratap merah di lereng gunung yang berhadapan langsung dengan laut.

Saat turun dari pesawat, kalian langsung disambut dengan pemandangan laut dan Gunung Gamalama yang megah. Hal itu karena lokasi bandara ini berada tepat di pinggir laut, sehingga bisa dibilang ini adalah salah satu bandara dengan pemandangan paling indah di Indonesia.

Ternate yang merupakan sebuah pulau kecil, dikelilingi banyak sekali pantai-pandai yang indah. Untuk ke laut terdekat, hanya dibutuhkan perjalanan sepuluh menit naik motor dari pusat kota. Di Taman Nukila ini kalian bisa duduk bersantai sambil menikmati keindahan pemandangan laut dan pulau Tidore dengan kapal-kapal yang berlalu-lalang. Sambil mendengarkan alunan musik di bawah pohon rindang, makan es kacang yang segar dan ditemani angin sepoi yang berhembus menenangkan.

Tidak jauh dari Taman nukila, ada Pantai Falajava yang merupakan spot snorkeling favorit warga setempat. Juga tempat yang instragamable untuk berfoto karena terdapat landmark I love Ternate dengan latar Langit biru cerah dengan awan putih bergerombol di puncak Tidore, kapal-kapal yang bertebaran di laut Kepulauan Maluku yang berkilau karena pantulan matahari. Atau Langit biru cerah dengan awan putih di atas Gunung Gamalama yang megah. Dua komposisi indah yang bisa dipilih selama berfoto di Ternate.

Selain Pantai Falajava, Sulamadaha juga merupakan tempat snorkeling atau diving terkenal di Ternate. Hampir setiap hari tempat ini selalu ramai dengan pengunjung. Dari pusat kota hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit dengan mengendarai motor. Lagi-lagi tidak perlu membayar mahal, kalian hanya perlu mengeluarkan uang untuk parkir masuk motor sekitar lima belas ribu rupiah.

Jika tidak memiliki peralatan snorkeling tak perlu khawatir karena beberapa warung menyewakan alat snorkeling hanya dengan membayar dua puluh ribu rupiah saja. Tapi tidak dengan kaki katak, hanya selang nafas dan kaca mata google. Namun kalian sudah bisa menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikan yang berwarna-warni. Jika tidak ingin berenang, kalian bisa juga berfoto-foto sambil menikmati Es Guraka dan Pisang Goreng yang dicocol dengan dabu-dabu atau sambal khas Ternate.

Selain Sulamadaha, juga ada satu spot lagi yang bisa dibilang paling mewah pemandangan bawah lautnya dibandingkan pantai-pantai yang lain, yaitu Jikomolamo. Pantai ini berada di sisi lain Sulamadaha. Selain pemandangan bawah lautnya yang indah, tempat ini tidak terlalu ramai.

Bisa dibilang private beach punya Ternate. Pantai-pantainya berbentuk cekung seperti bulan sabit dengan karang-karang putih di bibir pantainya. Laut yang jernih, terumbu karang dengan berbagai jenis ikan laut, juga lobster yang bersembunyi di celahnya. Untuk mencapai tempat ini paling mudah menggunakan perahu motor dari Sulamadaha. Kalian bisa menyewa perahu beserta nahkoda. Hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit berperahu motor dari Sulamadaha.

Saat ke pantai tidak lengkap rasanya jika tidak sekaligus menikmati momen matahari tenggelam. Searah dengan perjalanan pulang, terdapat lokasi yang pas untuk menikmati sunset di pantai. Tepatnya di pantai dekat Danau Tolire Kecil yang hanya berjarak lima belas menit naik motor dari Sulamadaha. Ini merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat sunset di Ternate. Berbeda dengan Jikomolamo yang berkarang putih, pantai disini memiliki pasir hitam. Namun untuk urusan sunset, tidak dapat diragukan keindahannya. Langit berwarna biru perlahan melebur menjadi campuran kuning, oranye, dan merah, Awan putih berubah menjadi kuning tertembus cahaya matahari. Laut menggelap dengan siraman warna oranye yang memantul dari cahaya matahari. Suara ombak yang berdesir, dan pepohonan yang gemerisik dihempas angin sepoi.

Tidak jauh dari tempat ini kalian bisa mengunjungi Danau terbesar dan paling misterius di Ternate, yaitu danau Tolire besar. Danau ini berada di tengah-tengah hutan yang lebat. Airnya sangat tenang dan berwarna hijau. Konon tidak ada yang bisa mencapai bibir danaunya karena lokasi yang sulit dijangkau dan kabarnya ada buaya yang tinggal di sana. Namun tak perlu khawatir, danau ini dapat dinikmati keindahannya dari dataran tinggi. Warga lokal telah membuka akses jalan untuk pengunjung yang ingin mengunjungi danau ini.

Tak hanya itu, danau ini memiliki mitos yang unik. Konon, jika melempar batu ke arah danau, tidak ada satu pun batu yang bisa mengenai permukaan airnya. Aku yang penasaran ikut mencoba, tetapi memang saat dilempar batunya tidak bisa mengenai air.

Batu yang ku lempar jauh ke depan tiba-tiba langsung menukik kebawah seperti dibelokkan dari atas danau. Seperti ada gravitasi kuat yang menarik. Bahkan pesawat tidak ada yang terbang di atas danau ini. Entah ini hanya mitos atau ada rahasia alam yang belum bisa diungkap manusia.

Selain danau Tolire besar dan Tolire kecil, ada satu danau lagi yang memukau pemandangannya, yaitu Danau Ngade. Danau ini merupakan danau laguna, berada dekat dengan laut namun airnya tetap tawar. Karena lokasinya inilah yang membuat danau ini tampak indah indah jika difoto dari atas.

Tampak danau yang berwarna hijau, didepannya berjajar laut yang biru, Pulau Maitara dan Pulau Halmahera dengan awan menyelimuti puncaknya. Namun untuk mendapatkan spot foto ini harus naik ke dataran tinggi.

Selain wisata laut, kalian juga bisa melakukan wisata sejarah. Jaman dulu Ternate terkenal akan rempahnya, buah Pala. Hal itu menarik perhatian VOC dan datang ke Ternate untuk monopoli perdagangan. Karena itu sampai sekarang masih berdiri benteng-benteng yang megah di Ternate.

Tiga benteng yang terkenal adalah benteng Kastela, Tolukko, dan Kalamata. Kalian bisa mengunjungi benteng-benteng ini hanya dengan membayar uang parkir saja. Berfoto-foto dengan latar pemandangan Gamalama atau rumah penduduk dengan latar laut dan Pulau Tidore.

Sebagai kota sekaligus pulau yang berdiri sendiri di tengah laut, Ternate memiliki banyak sekali pantai-pantai yang indah. Namun saat malam hari ia berubah menjadi kota yang ramai dengan lampu mengiasi jalan, bilboard iklan, warung makan, cafe, tempat hiburan dan juga mall. Iringan musik meramaikan setiap sudut kota dari setiap angkutan umum yang melintas seperti parade. Aroma makanan laut merebak dari warung-warung seafood bakar yang berbaris rapi di sepanjang tepi laut dengan ikan-ikannya yang segar. Udang, Patin, Kakap, Kerapu dan yang paling terkenal adalah Cakalang.

Bersantai di warung-warug pinggir laut saat malam bersama teman-teman sambil menikmati es Guraka dan Pisang goreng yang dicocol dengan sambal, kacang, dan ikan teri. Ditemani lantunan lagu Ambon dari warung dan angin sepoi yang sejuk, ombak yang berdesir diantara karang dan ikan-ikan kecil yang terlihat berenang.

Jika dilihat dari dataran tinggi, Kota Ternate terlihat paling indah saat malam hari karena lampu-lampunya yang berpendar, kontras dengan langit malam. Bahkan kerlip lampu-lampu kapal yang bertebaran di tengah laut terlihat menyatu dengan bintang karena tak terlihat batas antara laut dan langit.

Ternate selalu membuatku takjub setiap mengunjunginya. Ia selalu mampu memberikan extraordinary traveling yang membuat rindu. Bahkan berkali-kali datang pun tak pernah membuatku bosan walau aku pernah mengunjungi tempat lain yang juga indah.

Saat aku sedang membaca berita-berita di detik.com, aku melihat artikel tentang sayembara traveling ke Dubai oleh Detik.com yang disponsori oleh Dubai Tourism Board. Ingin sekali mengunjunginya apalagi Dubai merupakan destinasi wisata yang banyak diincar para traveler, karena Dubai memiliki pesona yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Terutama aku ingin sekali berada di lantai teratas Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di Dunia, dan menguji adrenalin dengan bersafari di Dessert Safari Dubai.

Aku sudah membayangkan betapa serunya menaiki unta dan mengendarai mobil 4 wheel di gurun pasir, dan yang pasti menikmati panorama gurun yang sangat indah. Lalu mengenal lebih dalam sisi lain Dubai di Bastaqia Quarter dengan bangunan-bangunan tuanya yang khas arab kuno, mengunjungi museum dan menikmati kopi khas arab. Tak lupa juga berfoto di Miracle Garden yang menakjubkan.

Membayangkannya saja sudah membuat adrenalinku membuncah, dan ingin segera bisa membagi keindahannya yang menawan agar semakin banyak yang ingin mengunjungi Dubai.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA