Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Sep 2019 13:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Si Gulma yang Menjelma Jadi Lokasi Syuting Drama Korea

Foto 1 dari 5
Sangumburi Crater. Salah satu tempat syuting drama korea yang dipenuhi alang-alang
Sangumburi Crater. Salah satu tempat syuting drama korea yang dipenuhi alang-alang
detikTravel Community - Korea Selatan punya banyak cara untuk mempromosikan pariwisatanya. Gulma yang jadi lokasi syuting drama Korea saja, jadi tempat wisata.

Berbagai macam strategi promosi pariwisata dilakukan untuk menarik para wisatawan. Salah satunya adalah dengan menjadi lokasi syuting film, drama atau reality show. Bagi penggemar drama korea, lokasi syuting merupakan tempat wisata yang wajib dikunjungi.

Sangumburi Crater merupakan salah satu lokasi syuting drama korea di pulau Jeju yang sempat saya kunjungi. Beberapa drama, film dan reality show pernah dihelat di tempat ini. Salah satunya drama korea yang baru dirilis Agustus 2019 yang berjudul 'Love Alarm'. Drama yang dibintangi aktris muda Kim So Hyun ini selalu mendapat rating diatas 8 di setiap episodenya.

Sangumburi Crater sendiri sebenarnya adalah kawah datar yang terbentuk akibat letusan gunung berapi. Tanah vulkanis adalah alasan berbagai varietas tanaman bisa hidup di lahan seluas 2070 meter persegi. Di sebelah utara tumbuh pohon magnolia dan strawberry jenis langka. Di sebelah selatan tumbuh pohon cemara, maple dan strawberry. Namun karena saya datang disaat musim gugur, silver grass atau alang-alang menjadi pusat perhatian di tengah-tengah pepohonan yang lain.

Alang-alang atau ilalang sering dianggap sebagai gulma atau pengganggu tanaman lainnya. Alang-alang tidak dianggap istimewa karena bukan termasuk tanaman yang langka dan mudah ditemui di lingkungan sekitar. Sekilas silver grass memang tampak sama dengan alang alang yang ada di Indonesia.

Silver grass atau nama ilmiahnya mischantus sinensis termasuk ke dalam suku poaceae dalam klasifikasi ilmiah. Poaceae adalah suku padi-padian atau rerumputan berbunga. Termasuk ke dalam suku yang sama dengan alang-alang yang biasa kalian temui, namun berbeda jenis dan spesiesnya. Silver grass ini bisa ditemui di negara asia timur seperti Jepang, Korea dan Taiwan.

Awalnya saya memang skeptis dan berbisik dalam hati 'Alang-alang atau Ilalang aja apa menariknya?'. Sampai saya menyaksikan sendiri bagaimana jutaan ilalang berbaris dan menari mengikuti arah angin senada dengan suara gemerisik sentuhan diantara ilalang. Beruntung saya datang di saat musim gugur.

Saat di mana alang-alang mengeluarkan kecantikan tersembunyinya. Batang yang berwarna coklat keemasan dipadu dengan bunga yang nampak seperti bulu berwarna perak bergoyang-goyang seirama dengan suara alam. Langit berwarna biru cerah ditemani matahari yang tak malu mengeluarkan sinarnya melengkapi komposisi tarian ilalang. Gunung Halla yang menjadi background dari tempat ini menambah lengkap sajian istimewa yang memanjakan indra penglihatan. Tak mengeherankan jika kawah yang berada di tenggara Pulau Jeju ini telah ditunjuk sebagai salah satu monumen alam.

Jika kalian ingin menyaksikan si 'gulma' berubah menjadi cantik, kalian harus datang disaat musim gugur. Di musim lain alang-alang disini berwarna hijau sama seperti rerumputan yang kalian temui di sekitaran rumah. Untuk merasakan suasana layaknya di drama korea kalian harus agak sedikit mendaki.

Tenang saja kalian akan diberikan pilihan untuk menaiki tangga atau jalanan berbatu datar. Tidak sampai dengan 10 menit kalian akan sampai di puncak Sangumburi Crater. Tidak perlu khawatir alang-alang ini bisa kalian saksikan tanpa perlu mendaki hingga puncak. Dua ratus meter dari pintu masuk kalian langsung akan disapa oleh jutaan ilalang dibalik pagar kayu berwarna coklat. Biaya masuk ke tempat ini 6000 Won untuk dewasa dan 3.000 Won untuk anak-anak. Dari Sangumburi Crater saya bisa belajar bahwa alang-alang saja bisa jadi tempat wisata yang menarik.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA