Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 11 Okt 2019 09:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Nusa Penida dan 3 Wisata Alam Eksotisnya

Dinda Friana
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kelingking Beach
Kelingking Beach
detikTravel Community - Nusa Penida di Bali punya banyak wisata alam yang eksotis. Mulai dari Pantai Kelingking, Angle's Billabong hingga Broken Beach.

Perjalalanan hari itu dimulai dari Pelabuhan Sanur, kami menggunakan kapal cepat untuk menjangkau lokasi. kami berangkat sekitar pukul 10:00 WITA, saat itu air mulai pasang dan ombaknya lumayan membuat mabuk perjalanan

Setelah melalui perjalanan laut kurang lebih 45 menit, akhirnya kami tiba di pulau Nusa Penida. Setibanya disana, kami langsung bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan darat menggunakan mini bus menuju tempat wisata. Karena kapal cepat tidak bisa bersandar tepat ditepi pantai, jadi kami harus menaiki kapal kecil lagi untuk sampai ke pantai.

Di sekitar pelabuhan Nusa Penida, banyak fasilitas yang disediakan bagi wisatawan, salah satunya toilet yang dikelola oleh masyarakat setempat. Mereka memasang harga Rp 5.000 untuk sekali penggunaan.

Ada yang menarik perhatian saya saat itu, yaitu tukang ojek yang menawarkan motornya kepada wisatawan. Saya mengatakan ini menarik karena Bli/mas ini menawarkan dengan cara berteriak menggunakan bahasa Inggris. 5 hari di Bali saya merasa seperti berada di Eropa, ini faktor sebagian wisatawan atau orang-orang yang saya temui di sana adalah wisatawan Eropa. Seiring perkembangan pariwisata yang semakin pesat, Bali memang masih mendominasi menjadi tujuan utama wisman terutama Eropa dan China.

Umumunya, karakteristik wisatawan Eropa dan China suka dengan pantai, maka tak heran jika kita menemukan banyak wisatawan Eropa dan China di Bali. Banyaknya kunjungan dari wisatawan di Bali tentu sangat berpengaruh bagi pergerakan ekonominya. Hal ini membuat sebagian besar masyarakat Bali mahir berbahasa asing terutama bahasa Inggris.

Seringnya berinteraksi dengan wisatawan asing membuat masyarakat lokal menjadi terbiasa dan harus bisa berbahasa asing. Agar apa yang mereka jual atau tawarkan mudah dimengerti dan dibeli oleh wisatawan asing.

Wisata yang pertama kami kunjungi yaitu Pantai Kelingking, sekitar 30 menit dari pelabuhan. Setibanya di sana, kita harus berjalan kaki sekitar 15 menit dari parkiran untuk menuju ke spot foto andalan di Pantai Kelingking. Salah satu spot andalan untuk mengambil gambar ada di sebuah tempat semacam balkon.

Untuk naik ke atas kita harus membayar Rp 5.000/orang. Selain mengambil gambar dari atas, banyak wisatawan yang turun untuk menikmati pemandangan dari bawah atau berenang di pantai. Untuk turun ke bawah, memakan waktu sekitar 30-45 menit.

Selain itu, di Pantai Kelingking juga terdapat beberapa monyet yang berkeliaran. Tapi ingat, jangan beri makanan pada hewan di tempat wisata, termasuk monyet. Hal ini membahayakan bagi wisatawan maupun masyarakat lokal jika dilakukakn terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju wisata Angel's Billabong dan Broken Beach, kedua wisata ini letaknya berdekatan dan bisa dijangkau dengan jalan kaki. Angel's Billabong mirip seperti kolam renang alam yang dikelilingi oleh tebing karang.

Ombak yang menghantam batuan karang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta fotografi. Sementara Broken Beach merupakan batuan karang yang bagian tengahnya berbentuk seperti setengah lingkaran. Sama-sama kelilingi oleh tebing-tebing karang, kedua wisata ini menyuguhkan keindahan alam yang sangat indah.

Kita tidak perlu khawatir dengan fasilitas maupun amenitas di Pulau Nusa Penida, di setiap wisata terdapat warung makan atau cafe yang menawarkan beragam makanan, mulai dari makanan indonesia sampai western. Tempat parkirnya luas, mudah pula untuk menemui toilet, serta masih ada beberapa rekreasi yang tersedia di sini.

Kita hanya perlu mempersiapkan tenaga untuk mengeksplore semua wisata di sini. Aksesibilitasnya belum terlalu baik, sebagian jalannya berupa karang, dan ukuran jalan tidak begitu luas. Jangan lupa gunakan sunblock agar kulit tidak belang. Ada satu lagi, untuk menuju kapal kita harus berjalan kaki melewati air, karena kapal cepat tidak bisa merapat ke tepi pantai jika air laut dangkal. Gunakan alas kaki, agar kaki tetap aman ketika menginjak batu karang di tepi pantai.

Saat makan siang, kami makan di salah satu rumah makan yang jaraknya tak jauh dari Kelingking Beach, hanya sekitar 15 menit. Di sana, kami disajikan makanan dalam bentuk prasmanan menu khas Bali.Untuk makan malam, kami makan di salah satu rumah makan terkenal di Bali, yaitu Rumah Makan Mak Beng.

Rumah makan ini menawarkan seporsi menu andalan yaitu nasi, sop kepala ikan, dan ikan goreng yang dibanderol dengan harga Rp 50.000/porsi. Jika datang ke sini, kalian akan melihat banyak sekali foto artis atau orang-orang penting yang pernah singgah makan disini, mirip dengan Warung Coto Nusantara di Makassar.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA