Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Feb 2020 10:53 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulau Wayang, Miniatur Raja Ampat dari Lampung

riswihani
d'travelers
Foto 3 dari 5
Miniatur Raja Ampat di Lampung
Miniatur Raja Ampat di Lampung
detikTravel Community -

Lampung punya Pulau Wayang yang belum banyak diketahui orang. Penampakan pulau ini mirip dengan Raja Ampat. Sudah pernah ke sini?

Wayang Island terletak di Kabupaten Pesawaran, Propinsi Lampung, yang merupakan bagian dari Pulau Sumatera, Indonesia. Letak provinsi Lampung berdekatan dengan ujung Pulau Jawa, karena itulah dikatakan sebagai Pintu Gerbang Sumatera.

Ini bukan kali pertama saya melakukan trip ke Lampung, karena di sini kita bisa menemukan banyak pulau-pulau kecil yang indah serta wisata alam lainnya yang tak akan bosan untuk di kunjungi. Ada lebih dari 60 wisata alam di propinsi ini. Untuk short trip ku yang ketiga di Propinsi Lampung, saya memilih eksplore pulau-pulau dan pantai di wilayah Kabupaten Pesawaran.

Dari Jakarta saya naik pesawat jam pertama (06.20 WIB) dengan waktu tempuh 50 menit. Landing di Raden Inten II Airport (Bandar Lampung) dan di airport saya sudah dijemput oleh mobil rental yang sudah biasa saya sewa jika berkunjung ke Lampung.

Untuk menuju ke Wayang Island saya menyewa kapal cepat (perahu kayu kecil bermesin yang dapat melaju cepat) dengan kapasitas 10 orang. Tetapi karena saat itu saya pilih private tour maka saya bisa bebas menentukan rute perjalanan sendiri selama seharian. Tentunya konsekuensi budget yang saya siapkan akan jauh lebih besar jika dibanding dengan bergabung di open trip.

Dari airport mobil langsung melaju ke lokasi meeting point di dermaga IV Ketapang. Jalan pagi itu masih tidak terlalu padat lalu lintas, sehingga perjalanan ke Ketapang hanya kami tempuh dengan waktu 1 jam 25 menit (biasanya jika lalu lintas padat perjalanan bisa menghabiskan waktu 2 jam atau lebih). Sekitar jam 08.50 saya tiba di dermaga IV bertemu dengan team leader/guide yang mengantar trip ku mengelilingi pulau-pulau di Pesawaran.

Cuaca pagi itu cukup cerah, tetapi angin bertiup kencang. Sepertinya perjalanan ku nanti akan mendapatkan tantangan ombak. Tapi saya merasa cukup aman karena di pandu oleh pengemudi kapal dan guide yang sangat berpengalaman menjelajah kepulauan dan sudah sangat mengenal segala sisi wilayah Lampung. Tak lupa kami menyiapkan life jacket untuk menjaga agar kami tetap dalam kondisi aman di saat terjadi situasi darurat.

Angin laut terasa segar mencairkan suasana pagi, ombak di sekitar sini masih cukup bersahabat karena kami masih berada di antara beberapa pulau. Pemadangan selama perjalanan juga sangat memanjakan mata sehingga sayang jika moment ini tidak di abadikan melalui foto-foto dan short video.

Dalam perjalanan saya sempat melewati sebuah pulau cantik milik dari seorang pengusaha kaya yang disebut-sebut dengan nama Private Island. Saya hanya bisa foto dari sisi pesisir saja, karena tidak di ijinkan merapat dan mendarat di pulau ini.

Jarak dari Pelabuhan Ketapang ke Wayang Island cukup jauh dan tidak banyak kapal yang menerima permintaan rute ke sana karena harus melewati laut lepas menuju Selat Sunda dengan waktu tempuh yang panjang dan dihadang ombak. Jika menggunakan kapal (perahu) biasa membutuhkan waktu tempuh hingga 3 jam lebih untuk bisa tiba di Wayang Island.

Tetapi karena saya menyewa kapal cepat, maka waktu tempuh bisa hemat hingga 40%. Hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam 40 menit untuk tiba ke tujuan. Setelah 1 jam perjalanan kami mulai memasuki wilayah laut luas lepas.

Ombak mulai bergejolak, mengayunkan kapal kecil yang saya tumpangi. Kapal tetap terus melaju menerjang ombak dan hempasan angin yang kencang, air laut berkali-kali menyembur ke dalam kapal, lumayan membuat baju kami menjadi basah.

Walau demikian tak mengurungkan niat ku untuk tetap melanjutkan perjalanan. Dan segala tantangan yang dilalui selama perjalanan panjang ini terbayarkan ketika aku tiba di gugusan Wayang Island. Bahagia, puas dan syukur yang luar biasa kepada sang pencipta, kami telah di ijinkan melihat ciptaan-Nya yang begitu Indah.

Kapal sesaat berhenti, kami berfoto beberapa kali, mengelilingi gugusan batu-batu /pulau yang muncul di tengah luasnya lautan lepas. Ada yang berbentuk runcing, ada pula yang bentuknya seperti bukit mungil. Lokasi inilah yang bernama Wayang Island.

Kami tidak bisa berada terlalu lama di sini, karena ombak yang menerpa small boat ini terasa sangat menggoncang ketika kapal berhenti dan pengemudi kapal khawatir berdiam lama kapal dapat terhempas membentur karang.

Kabarnya di area sini jika kondisi ombak sedang tidak besar, banyak para penyelam yang memanfaatkan moment untuk menyelam melihat keindahan bawah laut di sini. Tetapi perlu berhati-hati karena kadang hewan pemangsa (ikan hiu) melewati sekitar perairan ini.

Bergerak sekitar 8 menit ke depan, di sisi kiri kita dapat melihat ada goa di tengah laut yang menurut info dari pengemudi boat, goa tersebut dapat tembus ke sisi atas dan sisi belakang pulau, tetapi karena kondisi ombak saat itu cukup besar boat tidak dapat merapat ke sisi dalam goa (beresiko boat terhempas ombak dan terbentur karang/bebatuan besar di dalam sisi goa yang dapat menyebabkan boat jadi bocor dan membahayakan keselamatan kami).

Cukuplah kami melihat dari jarak agak jauh saja. Birunya air dan pemandangan di sekitar yang mengagumkan sudah cukup membuatku puas berada disini.

Jika kalian ingin menemukan keindahan laut di pulau Sumatera, maka jangan lewatkan untuk datang ke Wayang Island. Sebagai tips agar perjalanan tidak di hadapkan ombak yang besar maka datanglah di antara bulan November hingga Januari.

Info yang saya dapatkan dari pengemudi kapal dan guide di bulan-bulan tersebut, laut di daerah ini cukup tenang sehingga dapat melakukan kegiatan menyelam dan menelusuri dalam goa dengan aman.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA