Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 16 Jan 2020 14:26 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Negeri Laskar Pelangi Memang Kaya

Intan MN
d'travelers
Foto 1 dari 5
Danau Bekas Pertambangan, Open Pit
Danau Bekas Pertambangan, Open Pit
detikTravel Community -

Belitung identik dengan julukan Negeri Laskar Pelangi. Alam yang nidah, pantai pasir putih yang memukau, dan kulinernya membuat siapapun rindu dantag lagi.

Pulau Belitung lebih dikenal dengan wisata lautnya. Mulai marak dilirik wisatawan sejak kemunculannya sebagai latar tempat film Laskar Pelangi. Benar adanya bahwa wisata pulau dan pantai di Belitung indah dengan air laut yang jernih, terumbu karang cantik, serta batu alam yang megah.

Tak hanya itu, Belitung ternyata punya segudang kekayaan wisata alam lainnya mulai dari bekas pertambangan, hingga penangkaran tarsius sebagai ikon satwa Belitung yang mulai langka. Wisatawan juga bisa mencoba menikmati suasana lain Belitung dengan melipir ke salah satu kota yang terkenal dengan warkop 1001 kopinya.

Pulau Belitung atau yang dikenal sebagai latar syuting Film Laskar Pelangi, dimana tokoh utama Andrea Hirata berasal memiliki banyak potensi wisata alam yang indah. Diantara primadona wisatawan yang diikuti penulis adalah trip jelajah pulau sekitar.

Seperti Pulau Lengkuas dengan mercusuar putih tinggi menjulang sebagai ikon yang ternyata merupakan habitat dari biawak, Pulau Batu Berlayar yang cantik dengan batu-batu besar alami, Pulau Pasir yang hanya muncul saat pagi hari dimana wisatawan bisa bertemu dengan bintang laut secara langsung.

Selain wisata pulau, Belitung juga terkenal dengan wisata Pantai. Diantaranya Pantai Tanjung Tinggi atau yang lebih dikenal sebagai Pantai Laskar Pelangi. Tidak kalah menarik, Pantai Burung Mandi yang lebih sepi juga patut disinggahi wisatawaan yang hendak mencari ketenangan.

Seperti penulis yang sekadar menikmati air buah kelapa dibawah rindang pohon ditemani perahu nelayan yang parkir di Pantai tersebut. Dekat dengan pusat kota, terdapat Pantai Tanjung Pendam yang menyediakan area jogging untuk warga lokal di pagi hari.

Jauh dari wisata air, penulis secara kebetulan melewati wisata rimba yang baru dibuka beberapa tahun belakangan. Dibangun oleh seorang Budha-Cina, wisata ini menyajikan jelajah ke dalam hutan buatan yang dibuat rapi diatas bekas rawa.

Selain itu, ada  Replika SD Muhammadiyah Gentong dan warna-warni Museum Kata Andrea Hirata yang tak boleh dilewatkan. Beruntungnya penulis, sore itu bertemu dengan anak-anak lokal yang sedang  bermain di hamparan pasir halus Replika SD Laskar Pelangi tersebut. Jauh dari bising keramaian kota, mereka dengan ceria dapat menyanyikan lagu khas daerah Belitung.

Belum ke Belitung jika tidak mampir ke bekas pertambangan dimana dahulu pulau ini kaya akan kekayaan alam batu bara. Tepat di depan wisata replika SD Laskar Pelangi, terdapat dermaga kirana yang menyajikan pemandangan megah danau bekas pertambangan.

Atau danau Kaolin yang terkenal karena kombinasi warnanya yang indah, biru muda air dan putih tanah sekitar.  Seperti penulis, wisatawan bisa pula mengunjungi kawasan bekas pertambangan Open Pit. Selain hamparan danau dengan kedalaman lebih dari 40 meter tersebut, wisatawan seperti penulis dapat melihat gua bersejarah dimana dahulu penambang bekerja.

Ingin melihat keunikan lainnya? Penulis masuk ke hutan untuk bertemu dengan hewan langka khas Belitung yang dilindungi. Tarsius, nokturnal kecil yang tidur dengan mata melototnya.

Beruntungnya penulis dapat menyaksikan hewan yang selalu bertengger pada pohon ini bergerak melompat dan memutarkan kepalanya 180 derajat. Dalam perjalanan menuju wisata yang tak jauh dari bandara ini, penulis melewati kebun lada warga yang merupakan salah satu rempah melimpah disini.

Bosan dengan wisata alam? Kuliner Belitung bervariasi jenis dan rasanya. Ingin makanan berat, Penulis mencoba ikap kakap merah dengan sayur kuning yang lezat atau yang disebut sop gangan, ditemani minuman khas segar yakni sirup jeruk kunci.

Tidak lupa, penulis singgah di Kota Manggar dengan warkop 1001 kopinya. Bercengkerama dengan warga lokal di tengah hari ditemani secangkir kopi susu buatan rumah. Sebelum pulang, penulis juga menyempatkan diri mampir ke warung kopi Kong Djie yang terkenal.

Terletak di pinggir jalan pusat kota, kedai kecil di belokan ini selalu ramai baik oleh wisatawan yang berkunjung maupun penduduk sekitar yang ingin menyantap secangkir kpi maupun coklat untuk menyegarkan diri.

Jadi, masih ragu untuk mengeksplor kekayaan wisata Pulau Laskar Pelangi ini?

 
BERITA TERKAIT
BACA JUGA