Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 29 Des 2019 11:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menelusuri Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah

Agusman
d'travelers
Foto 3 dari 5
Orang-orang yang melihat langsung Penjara Bawah Tanah di Museum Fatahillah
Orang-orang yang melihat langsung Penjara Bawah Tanah di Museum Fatahillah
detikTravel Community -

Tahu Museum Fatahillah di Kota Tua Jakarta? Apakah kamu juga tahu kisah penjara bawah tanah di dalamnya?

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi Wisata Kota Tua dan saat masuk ke Museum Fatahillah yang paling menarik minat adalah saat saya keluar lewat pintu belakang Museum, di sana terdapat Penjara Bawah Tanah.

Penjara Bawah Tanah yang berukuran sangat kecil yang bahkan ketika saya ingin masuk pun harus menunduk karena jarak atap dan dinding lebih kurang hanya setinggi satu meter tersebut adalah bukti nyata adanya penindasan yang dialami rakyat Jakarta zaman dulu, di dalam perjara tersebut terdapat borgol yang diiringi batu sebagai pemberatnya.

Ruang penjara tersebut sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Dulunya, penjara itu digunakan sebagai tempat penampungan para tahanan, penjahat, serta tokoh-tokoh masyarakat yang membangkang terhadap pemerintahan Belanda. Bahkan, menurut sejarah Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien pun pernah ditahan di penjara bawah tanah tersebut.

Sedih rasanya bila mengingat dan mendengar cerita penyiksaan yang dialami rakyat Indonesia pada masa penjajahan zaman dulu, beruntunglah masa-masa kelam itu sudah berlalu dan saat ini kita sudah merdeka. Hal itu wajib kita syukuri dan ucapkan terima kasih.

Ada rasa ngeri dan perasaan lain saat saya mencoba memasuki penjara tersebut. Menurut saya di dalam Pejara Bawah Tanah tersebut masih menyimpan kisah-kisah kelam yang belum diketahui banyak orang.

Di Penjara Bawah Tanah yang berukuran kecil tersebut dulunya pernah memasukkan para tahanan hingga sesak sebanyak 500 orang. Kejam sekali, bukan? Para tahanan yang berjumlah ratusan orang itu dibiarkan kelaparan, disiksa dengan sadis hingga membusuk sampai mati.

Nah, kisah-kisah sadis tersebutlah yang dipercaya banyak orang bahwa yang menjadikan Penjara Bawah Tanah tersebut kental dengan suasana mistis. Mulai dari bau anyir dan amis darah, suara-suara aneh hingga penampakan sosok bayangan hitam. Selain itu, ada pula yang pernah melihat penampakan tiga hantu berwujud anak kecil yang bentuknya sudah tidak karuan, pria dan wanita yang mengenakan pakaian khas Belanda dengan bentuk yang sudah hancur juga pernah terlihat di kawasan Penjara Bawah Tanah tersebut.

Penasaran dengan nuansa apa yang didapat saat berada di Museum Fatahillah tersebut? Nah, daripada penasaran dan demi merasakan sensasinya sendiri, ada baiknya jika kalian ke Jakarta sempatkanlah berkunjung ke kawasan Wisata Kota Tua dan masuklah ke Museum Fatahillah, nantinya Anda akan merasakan perasaan apa yang Anda rasakan.

Kawasan Wisata Kota Tua beradi di Jalan Taman Fatahillah No 1, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sebenarnya, Kawasan Wisata Kota Tua Tua sebenarnya terdapat 5 museum, diantaranya Museum Wayang, Museum Sejarah, Museum Bahari, Museum Bank Indonesia dan Museum kesenian dan keramik, Nah, Penjara Bawah Tanah yang saya maksudkan di atas terdapat di Museum Fattahilah. Untuk memasuki museum itu, kita cukup membayar uang sebesar Rp. 5.000.

Jadi bagi yang sedang berada di Jakarta, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Wisata Kota Tua dan masuk ke Museum Fatahillah sambil berbelanja oleh-oleh karena di sana tersedia souvenir cantik dan sangat sayang untuk tidak dibawa pulang. Untuk jam buka mulai dari 09.00-15.00 WIB dan ke Kawasan Kota Tua tidak dipungut biaya, alias gratis.

Siap untuk merasakan mistisnya Penjara Bawah Tanah Museum Fatahillah?

BERITA TERKAIT
BACA JUGA