Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Jan 2020 13:07 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulau Mengkudu, Bangkit Pasca Tsunami

Yodis
d'travelers
Foto 5 dari 5
Bagi yang ingin menginap,gelar tenda di pulau mengkudu merupakan pilihan tepat.
Bagi yang ingin menginap,gelar tenda di pulau mengkudu merupakan pilihan tepat.
detikTravel Community - Hampir setahun usai tsunami, Pulau Mengkudu kembali berbenah. Perbaikan mulai memperlihatkan hasil dan wisatawan bisa menikmati lagi objek wisata ini.

Tsunami Selat Sunda yang memporak-porandakan Lampung dan Banten pada 22 Desember 2018 lalu meninggalkaan duka dan kehancuran, tidak hanya bangunan tetapi juga korban jiwa. Tak terkecuali tempat wisata yang tidak luput dari dampak yang diakibatkan oleh bencana tersebut.

Salah satunya adalah destinasi wisata Pulau Mengkudu yang berada di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Pulau eksotis yang mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara ini mengalami dampak kerusakan hingga 100% pada fasilitas yang tersedia dan 60% pada dasar lautnya. Bahkan ciri khas pasir timbul yang menjadi ikon Pulau Mengkudu juga hilang di terjang tsunami. Karang-karang hancur, termasuk ikan nemo yang menjadi favorit para wisatawan untuk berfoto didalam air hilang entah kemana.

Kini hampir satu tahun setelah bencana tsunami terjadi, Pulau Mengkudu kembali berbenah. Kerjasama antara pemilik pulau,Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Totoharjo dan LSM Pelita (Peduli Wisata) untuk membangkitkan kembali keindahan Pulau Mengkudu mulai memperlihatkan hasil yang baik.

Pembangunan fasilitas seperti MCK, mushola, dan gazebo-gazebo sudah hampir selesai, dan penanaman serta penataan terumbu karang, ikan hias dan pesisir pulau terus dilakukan. Bahkan saat ini Pulau Mengkudu sudah mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara.

Saat ini para pengunjung yang datang ke Pulau Mengkudu dapat menikmati berbagai aktivitas, seperti bermain kano, snorkeling, mendayung paddle board, camping, menguji adrenalin dengan banana boat atau sekadar menikmati suasana pulau mengkudu, terutama di saat matahari terbenam.

Bahkan Pulau Mengkudu saat ini menerapkan pariwisata berbasis pelestarian lingkungan demi untuk memulihkan kondisi terumbu karang yang hancur di terjang gelombang tsunami, dan hal ini didukung oleh kegiatan-kegiatan peduli lingkungan yang pernah di adakan di Pulau Mengkudu.

Salah satunya adalah kegiatan POLRI Peduli Penghijauan dan Penanaman terumbu karang yang diadakan oleh Polres Lampung Selatan beberapa waktu lalu. Bahkan babang tamvan alias Andika Kangen band juga hadir dan ikut basah-basahan saat penanaman terumbu karang lho.

Bukan hanya bagi orang dewasa, Pulau Mengkudu juga merupakan pantai yang ramah anak. Hal ini ditunjang oleh beberapa lokasi yang terdapat hamparan pasir putih dan lembut, serta penjaga pantai yang siaga mengawasi aktivitas para wisatawan.

Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, hanya Rp 10 ribu, para pengunjung dapat menikmati keindahan Pulau Mengkudu seharian. Sementara untuk akses menuju Pulau Mengkudu dapat ditempuh dari beberapa desa, diantaranya Pantai Belebuk di Desa Totoharjo dengan tarif Rp 25 ribu, dari Kahai Beach Resort Desa Batubalak Rp 30 ribu dan dari Desa Kunjir dengan tarif yang sama dengan pelayaran dari Kahai Beach Resort Batubalak.

Untuk melengkapi rasa aman dan nyaman, setiap pengunjung di Pulau Mengkudu sudah terlindungi asuransi.

Nah,bagi kamu yang ingin liburan sekaligus melestarikan lingkungan laut, pulau mengkudu bisa jadi pilihan.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA