Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Apr 2020 09:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mungkin Ini Kembaran Bukit Belakang Sekolah Nobita

Renky Liniaryadi
d'travelers
Foto 1 dari 5
Bentang alam yang berupa rerumputan hijau mirip di Indonesia Timur.
Bentang alam yang berupa rerumputan hijau mirip di Indonesia Timur.
detikTravel Community -

Bagi yang menonton Doraemon pasti tak asing dengan bukit belakang sekolahnya Nobita. Di Kota Cilegon, ternyata ada bukit yang mirip dengan di film Doraemon itu.

 

Untuk mencapai lokasi tersebut, bila berangkat dari arah Jakarta, keluarlah melalui pintu Tol Merak. Dari pelabuhannya masih terus ke arah utara menuju Suralaya dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Untuk lebih mudahnya, jika menggunakan Google Maps pilihlah SMAN 4 Cilegon patokannya.

 

Setidaknya ada dua jalur yang bisa dipakai untuk menuju bukit tersebut, yang pertama lewat belakang sekolah. Namun jika lewat jalur ini, jarak tempuhnya jadi lebih panjang karena naiknya benar-benar dari bawah. Sedangkan jalur yang biasa dipakai untuk umum masih lurus terus mengikuti jalan desa. Tidak ada petunjuknya sama sekali, jadi bila ada percabangan ambillah jalur sebelah kanan yang menanjak.

 

Meskipun akses jalannya sudah diaspal, disarankan menggunakan sepeda motor atau naik ojek dari desa, karena jalannya cukup sempit dan menanjak, serta belum adanya lahan parkir yang memadai. Untuk mendaki ke bukit ini tidak dikenakan biaya masuk, hanya membayar Rp 5.000 bagi yang membawa motor.

 

Start pendakian dimulai dari warung tempat menitipkan kendaraan. Dari sini menuju puncak bukitnya tidak jauh, hanya sekitar 15 menit jalan kaki melewati padang rerumputan yang hijau. Saat mendaki kita akan disuguhi indahnya perkampungan di lereng sebelah selatannya.

 

Soal penamaan, banyak yang menyebut tempat ini adalah Bukit Teletubbies karena membentuk gundukan berwarna hijau dari kejauhan. Namun ada juga yang menjulukinya sebagai Sumba van Banten karena mirip seperti padang rumput di Sumba. Tapi berdasarkan info yang saya peroleh, nama aslinya adalah Bukit Kembang Kuning yang diambil dari nama kampung di bawahnya.

 

Meskipun begitu, menurut saya sendiri bukit ini lebih layak dijuluki sebagai Bukit Belakang Sekolah, karena lokasinya yang memang berada di belakang sekolah. Setidaknya ada tiga sekolah yang letaknya sejajar membelakangi bukit ini, yaitu SMAN 4 Cilegon, SMPN 10 Cilegon, dan SD Negeri Pringori. Hal itulah yang mengingatkan saya pada bukit belakang sekolah di film Doraemon yang legendaris itu.

 

Untuk medannya sendiri tidaklah sulit, namun perlu kehati-hatian saat mendekati puncaknya karena konturnya miring berupa bebatuan. Dari puncaknya kita bisa melihat indahnya perbukitan hijau di sekelilingnya. Jika memandang ke arah utara terlihat cerobong PLTU Suralaya yang seolah-olah sejajar tingginya dengan kita. Selain itu juga bisa melihat dengan jelas laut Selat Sunda.

 

Selain bagus untuk memotret, bukit ini cocok sebagai tempat berkontemplasi karena cukup tenang, tidak ramai. Namun, waktu terbaik untuk berkunjung ke sini adalah pagi hari saat matahari terbit dan juga sore hari menjelang matahari terbenam. Karena jika mendaki lebih dari pukul 09.00 akan terasa sangat panas sekali terik mataharinya dan tidak ada pohon untuk berteduh.

 

Dengan adanya Bukit Belakang Sekolah ini ibarat seperti oase di tengah kepungan pabrik-pabrik di Kota Cilegon yang seolah-olah tidak memiliki tempat wisata alam. Jadi sangat cocok sebagai tempat untuk meluapkan imajinasinya bagi para penggemar film Doraemon karena keunikannya tersebut. Tentunya hal ini bisa dilakukan setelah masa pandemi Corona ini berakhir. Semoga tempat ini selalu terjaga kebersihannya dan kealamiannya.

 



BERITA TERKAIT
BACA JUGA