Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Agu 2020 13:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Panduan Backpacker 2 Hari Jakarta ke Semarang PP

Dyka Nuangsa
d'travelers
Foto 3 dari 5
Klenteng Sam Poo Kong
Klenteng Sam Poo Kong
detikTravel Community -

Berakhir pekan di Semarang bisa menjadi pilihan traveler saat ini. Habis berapa ya kira-kira?

Buat teman-teman backpacker dari Jakarta dan sekitarnya yang hanya mempunyai waktu libur dua hari, namun ingin ng-trip yang lumayan jauh dari ibu kota Semarang bisa menjadi pilihan. Bujetnya tidak tinggi-tinggi amat.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Senen, Jakarta Pusat, dengan menggunakan KA Dharmawangsa (Rp. 105.000). Kebetulan pagi itu baru di dirilis oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI), dan berakhir di Stasiun Semarang Tawang sekitar pukul 15.00.

Sesampainya di Semarang, saya langsung menuju penginapan yang sebelumnya sudah dibooking. saya membayar  Rp. 123.000 per malam. Letaknya tidak jauh dari Stasiun Tawang, sekitar 100 meter.

Setelah membersihkan diri sebentar, saya segera keluar mencari makan disekitaran penginapan. Terdapat sebuah warung Nasi Goreng Babat Gongso Pak Taman --kalau tidak salah namanya--. Usai menyantap nasi gongso, saya merogoh kocek Rp Rp. 20.000. Warung nasi itu berada di sekitaran Kota Lama Semarang.

Oh ya, penginapan saya terletak diantara Stasiun Semarang Tawang dan Kota Lama. Jadi, tinggal jalan kaki saja untuk berkeliling Kota Tua.

Perut kenyang, saya memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk beristirahat. Niat hati cuma sekedar tidur-tiduran sambil browsing tempat wisata di Semarang, saya akhirnya ketiduran dan baru bangun sekitar jam setengah delapan malam. Langsung saja saya bergegas ke arah Kota Lama untuk mencari spot foto malam sekaligus mengisi perut kembali.

Suasana malam di Kota Lama Semarang malam hari itu tidak begitu ramai karena memang bukan saat weekend, hanya ada beberapa grup muda-mudi berkumpul sambil berselfie ria dengan gedung-gedung tua sebagai latar belakang.

Tujuan utama saya keluar malam itu tidak lain adalah untuk mencari makan malam, atau minimal minimarket. Tapi di luar dugaan saya, tidak ada satupun minimarket yang masih buka ataupun sekedar tukang bakso yang mangkal. Apa mungkin saya kurang jauh muternya ya? Oke saya memutuskan untuk keluar lebih jauh lagi ke arah Simpang Lima Semarang dengan menggunakan motor rental (Rp. 70.000) yang sedari sore sudah standby.

Di kawasan Simpang Lima Semarang saya langsung memarkirkan motor di deretan warung-warung makanan yang memang berjejer disana. Pilihan perut saya jatuh ke bakmi jawa goreng (-/+Rp. 20.000). Setelah perut kenyang saya sedikit memutar ke arah ikon kota semarang Lawang Sewu.

Sebentar mengambil gambar dari luar area gedung (karena memang tidak buka sampai larut malam), saya langsung kembali pulang ke penginapan untuk beristirahat.

Besok paginya sekitar pukul 09.00 saya checkout dari penginapan. Ya, saya hanya numpang mandi dan tidur semalam dan memulai petualangan saya di Semarang dengan motor rentalan. Saya sama sekali belum memiliki referensi tempat apa saja yang akan saya kunjungi hari itu, ditambah lagi dikejar jadwal kereta pulang ke Jakarta selepas Maghrib.

Sejenak saya singgah di restoran ayam 24 jam untuk sarapan (-/+ Rp. 35.000) sambil memanfaatkan wifi gratis untuk searching apa saja objek wisata di Semarang yang kira-kira bisa saya eksplorasi sekitar 6 jam kedepan.

Yessss... Setelah dapat referensi dari beberapa sumber, tujuan pertama saya adalah kawasan Candi Gedong Songo.

Singkat kata, Alhamdulillah bermodal GPS smartphone dan sesekali bertanya warga sekitar akhirnya saya sampai di kawasan wisata Candi Gedong Songo (-/+ Rp. 10.000) yang ternyata terletak di atas perbukitan, yang artinya saya harus treking beberapa ratus meter dari parkiran motor. Hmm cukup melelahkan namun semua itu dibayar lunas oleh pemandangan yang disajikan di sana.

Selain candi, ada juga tempat pemandian air panas alami dan kita bisa menyewa kuda untuk membantu kita mengelilingi area candi tersebut.

Sekitar satu setengah jam saya menikmati kawasan Candi Gedong Songo, saya kembali mengarahkan motor ke tujuan berikutnya, Klenteng Sam Poo Kong (-/+ Rp. 7000), ada juga tiket terusan yang bisa masuk ke area dalam Klenteng) yang berjarak sekitar 1 jam lebih sedikit. Saya hanya mengambil beberapa spot foto di lapangan tengah, karena saya memang tidak membeli tiket terusan yang bisa bebas explore area Klenteng.

Tidak mau banyak membuang waktu yang semakin mepet, saya kembali mengarahkan sepeda motor ke tujuan berikutnya, Masjid Agung Jawa Tengah (parkir -/+ Rp. 3000). Tepat waktu sholat Ashar saya sampai disana, benar-benar Masjid yang khas dengan payung lipat raksasa hidroliknya seperti masjid Nabawi di Madinah sana.

Info yang saya dapat, payung raksasa tersebut baru dibuka pada waktu Sholat Jumat ataupun Sholat Hari Raya saja. Disana juga ada sebuah menara yang menjulang tinggi dan bisa dinaiki untuk sekedar melihat sekeliling kota Semarang dari ketinggian.

Waktu menunjukkan pukul setengah 5 sore, saya bergegas ke tujuan selanjutnya sekaligus terakhir, Lawang Sewu (-/+ Rp. 10.000), yang malam sebelumnya saya belum sempat mampir kesana. Situasi sewaktu saya sampai disana tidak begitu ramai, hanya ada beberapa pengunjung dan ada 1 grup yang sedang mengadakan pengambilan gambar untuk shooting film, sepertinya.

Dan, akhirnya dengan berat hati saya harus kembali ke Jakarta, saya tiba di stasiun Semarang Tawang sekitar pukul setengah 6 sore. Alhamdulillah masih sempat mengisi perut dengan seporsi nasi goreng (-/+ Rp. 35.000) di salah satu resto area stasiun.

KA Matarmaja (Rp. 103.000) tujuan Pasar Senen membawa saya kembali ke Jakarta untuk kembali ke realita hidup yang sebenarnya. Tidak lupa saya sempatkan untuk membeli oleh-oleh di toko yang berjejer di dalam stasiun untuk keluarga dan kerabat dirumah. Seperti itulah kira-kira pengalaman saya backpacker-an Jakarta Semarang PP hanya dalam dua hari. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya.

***

Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan bisa mengirimkan artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA