Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 30 Mei 2020 10:58 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bukan Belitung, Ini Telaga Biru Cisoka Tangerang

Gema Bayu Samudra
d'travelers
Foto 1 dari 5
Telaga dengan warna biru toska
Telaga dengan warna biru toska
detikTravel Community -

Danau Kaolin berwarna biru identik dengan wisata Belitung. Namun, objek wisata serupa juga ada di Tangerang.

Bagi Kaum berduit tipis tidak ada alasan untuk berhenti travelling. Keterbatasan ini membuat saya memutuskan untuk pergi ke Telaga Biru Cisoka, Tangerang, Banten.

Selain HTM (Harga Tiket Masuk) yang murah, menuju ke sana hanya menggunakan Commuter Line dengan jurusan Tanah Abang - Maja atau Rangkas Bitung dengan memakan waktu 1,5 jam, turun di Stasiun Tigaraksa.

Bodohnya saya ketika sampai di Stasiun Tigaraksa langsung memesan transportasi daring, padahal di sana hanya ada angkot dan ojeg Stasiun, persepsi saya Tangerang kan tidak jauh-jauh amat dari Jakarta kenapa bisa engga ada Transportasi daring, keluh saya.

Tidak habis pikir, waktu sudah sore saya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojeg. Tarif ojeg stasiun mencapai Rp 25-30 ribu. Bisa lebih murah kalau kita jago nawarnya.

Bagi yang melanjutkan dengan angkot maka bisa naik dengan jurusan Adiyasa - Balaraja dengan tarif Rp 15.000. Bagi yang menggunakan transportasi pribadi dan tidak tahu jalannya, lokasi Telaga ini sudah ada di Google Maps yang beralamatkan J. Cigaru Cisoka, Kec Cisoka, Tangerang, Banten.

Dari Stasiun sampai Telaga kira-kira 20-30 menit. Hal yang saya sadari adalah bahwa kawasan Telaga Biru Cisoka mempunyai 2 gerbang masuk, tapi saya masuk lewat belakang dan HTMnya gratis.

Karena ojegnya main lewat aja, yang menyodorkan karcis HTMnya hanya anak kecil. HTMnya yang sebenarnya adalah Rp 7.000. Bagi yang membawa sepeda motor ada tarif parkir Rp 2.000 dan mobil Rp 10.000. Telaga Biru Cisoka ini buka mulai pukul 06.00-18.00 WIB.

Ketika sampai, ternyata di luar dugaan saya, Telaga Biru Cisoka benar-benar fantastis. Indah banget! Kawasannya masih desa banget dan cuman beberapa wisatawan saja yang berkunjung sore itu.

Air telaganya biru banget, pasirnya putih banget, dan suasananya asri banget. Sewaktu masuk ada 2 telaga di sisi sebelah kanan, yang berwarna biru dan putih dengan latar belakang tebing pasir.

Air Telaga ini mempunyai 3 warna yaitu: hijau, kuning, dan biru toska. Wisata yang indah ini tidak hanya diperuntukkan untuk senang-senang, tapi juga bisa dijadikan lokasi foto Pre-Wedding. Fasilitas yang tersedia juga ada toilet, penginapan, tempat makan, dan masjid.

Saya berkeliling dan berswafoto, dalam hati saya gak nyangka ternyata Tangerang punya wisata ini. Benar-benar keren kayak Dana Kaolin di Belitung, padahal saya juga belum pernah ke sana. Yang penting udah lihat gambarnya sama niat,modal sih belakangan saja.

Bagi traveler yang doyan swafoto, fasilitas telaga biru juga menyediakan perahu dengan tarif sebesar Rp 10.000, anjungan, dan Flying Fox.

Karena capek berkeliling saya menepi di warung-warung milik warga setempat yang menjajakan gorengan dan segala minumannya. Istirahat sejenak, karena saya juga gak sadar sudah berdiri 1,5 jam. Kawasan telaga ini punya luas kurang lebih 4 hektar.

Kalau kalian belum tahu, Telaga Biru Cisoka terbentuk karena air hujan yang memasuki lubang galian. Dahulunya kawasan ini adalah pertambangan pasir. Dari Tahun 2015 tidak beroperasi lagi dan diresmikan oleh Ahmed Zaki Iskandar selaku Bupati Tangerang pada tanggal 1 Februari 2018. Disaksikan oleh Dinas Pariwisata Banten, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tangerang.

Hemat saya, Telaga Biru Cisoka ini bisa menjadi opsi destinasi wisata alam yang murah meriah sekaligus Instagramable.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA