Kisah dari Dalam Dinding di Manila

Gereja dan Museum San Agustin menyimpan sejarah perkembangan agama Katolik Filipina yang mendapat pengaruh dari Meksiko, Cina, dan Spanyol, Anda dijamin akan terkagum-kagum (Ine/detikTravel)
Ada ribuan karya seni sejak abad XVI yang bisa dinikmati. Lukisan dan patung-patung santo akan membawa turis ke keagungan masa silam (Ine/detikTravel)
Interior Gereja San Agustin. Mengelilingi gereja dua lantai ini dengan santai bisa memakan waktu 90 menit (Ine/detikTravel)
Ini dia Casa Manila, museum yang mereplika rumah gaya Spanyol di abad XIX (Ine/detikTravel)
Sudut kota tua di dekat Casa Manila. Wisatawan bisa membayangkan seperti apa kehidupan di masa pendudukan Spanyol (Ine/detikTravel)
Rumah yang direkonstruksi adalah rumah pejabat berlantai tiga. Banyak perabot mewah dengan sentuhan Eropa. Sayang, tidak diperkenankan mengambil foto di dalam bagian rumah (Ine/detikTravel)
Fort Santiago adalah benteng yang berdiri sejak abad 16, dengan memiliki lingkar pertahanan tak kurang dari 600 meter (Ine/detikTravel)
Di dalam benteng, para pecinta sejarah bisa melihat tempat penahanan pahlawan Filipina, Jose Rizal, kediaman pejabat militer jaman pendudukan Spanyol, Jepang, dan Amerika, juga kapel rekonstruksi abad ke-17 (Ine/detikTravel)
Kereta kuda adalah kendaraan favorit wisatawan untuk berkeliling Intramuros, kota tua Manila (Ine/detikTravel)
Gereja dan Museum San Agustin menyimpan sejarah perkembangan agama Katolik Filipina yang mendapat pengaruh dari Meksiko, Cina, dan Spanyol, Anda dijamin akan terkagum-kagum (Ine/detikTravel)
Ada ribuan karya seni sejak abad XVI yang bisa dinikmati. Lukisan dan patung-patung santo akan membawa turis ke keagungan masa silam (Ine/detikTravel)
Interior Gereja San Agustin. Mengelilingi gereja dua lantai ini dengan santai bisa memakan waktu 90 menit (Ine/detikTravel)
Ini dia Casa Manila, museum yang mereplika rumah gaya Spanyol di abad XIX (Ine/detikTravel)
Sudut kota tua di dekat Casa Manila. Wisatawan bisa membayangkan seperti apa kehidupan di masa pendudukan Spanyol (Ine/detikTravel)
Rumah yang direkonstruksi adalah rumah pejabat berlantai tiga. Banyak perabot mewah dengan sentuhan Eropa. Sayang, tidak diperkenankan mengambil foto di dalam bagian rumah (Ine/detikTravel)
Fort Santiago adalah benteng yang berdiri sejak abad 16, dengan memiliki lingkar pertahanan tak kurang dari 600 meter (Ine/detikTravel)
Di dalam benteng, para pecinta sejarah bisa melihat tempat penahanan pahlawan Filipina, Jose Rizal, kediaman pejabat militer jaman pendudukan Spanyol, Jepang, dan Amerika, juga kapel rekonstruksi abad ke-17 (Ine/detikTravel)
Kereta kuda adalah kendaraan favorit wisatawan untuk berkeliling Intramuros, kota tua Manila (Ine/detikTravel)