Masjid Jawa, Tapi di Bangkok!

Jawa Mosque atau Masjid Jawa, benar-benar seperti masjid di Jawa. Masjid ini bercat hijau muda dengan atap limas berundak 3. Serasa melihat Masjid Agung Kauman di Yogyakarta dalam ukuran lebih mini (Fitraya/detikTravel)
Jawa Mosque alias Masjid Jawa ada di kawasan Sathorn, Bangkok, Thailand. Dari jalan Thanon Charoen Rat, masuk ke jalan kecil Soi Charoen Rat 1 Yaek 9. Berhentilah tepat di bawah sebuah papan nama besar 'Jawa Mosque' (Fitraya/detikTravel)
Interior masjid sungguh membuat wisatawan merasa sedang berada di sebuah masjid tua di Jawa. Ornamen tiang, langit-langit, mimbar dan teralis jendela, bergaya sangat Indonesia (Fitraya/detikTravel)
Ada dua bangunan utama yaitu masjid dan rumah panggung dengan aneka jejeran kursi dan meja di kolong rumah. Inilah madrasah dengan 100-an siswa. Mereka menggelar pengajian Al Quran pada hari Minggu untuk dewasa dan anak-anak pada Senin-Jumat (Fitraya/detikTravel)
Tempat wudhu yang khas dengan teralis bertuliskan kaligrafi. Pemandangannya seperti masjid Indonesia pada umumnya, padahal ini ada di Bangkok (Fitraya/detikTravel)
Menurut Syarif, masjid ini didirikan di atas tanah wakaf milik Haji Muhammad Saleh, perantauan Jawa sekitar tahun 1906. Kawasan di sekitar masjid memang banyak keturunan dari perantauan orang Jawa. Namun mereka tidak berbahasa Indonesia dan sedikit berbahasa Jawa (Fitraya/detikTravel)
Di seberang Jawa Mosque, ada pemakaman Islam. Ini adalah pemakaman dari warga sekitar masjid yang kebanyakan muslim dan keturunan Jawa (Fitraya/detikTravel)
Syarif menjelaskan sejarah masjid kepada wisatawan. Menurut dia, masjid ini paling ramai saat Idul Fitri dan Idul Adha (Fitraya/detikTravel)
Jawa Mosque atau Masjid Jawa, benar-benar seperti masjid di Jawa. Masjid ini bercat hijau muda dengan atap limas berundak 3. Serasa melihat Masjid Agung Kauman di Yogyakarta dalam ukuran lebih mini (Fitraya/detikTravel)
Jawa Mosque alias Masjid Jawa ada di kawasan Sathorn, Bangkok, Thailand. Dari jalan Thanon Charoen Rat, masuk ke jalan kecil Soi Charoen Rat 1 Yaek 9. Berhentilah tepat di bawah sebuah papan nama besar Jawa Mosque (Fitraya/detikTravel)
Interior masjid sungguh membuat wisatawan merasa sedang berada di sebuah masjid tua di Jawa. Ornamen tiang, langit-langit, mimbar dan teralis jendela, bergaya sangat Indonesia (Fitraya/detikTravel)
Ada dua bangunan utama yaitu masjid dan rumah panggung dengan aneka jejeran kursi dan meja di kolong rumah. Inilah madrasah dengan 100-an siswa. Mereka menggelar pengajian Al Quran pada hari Minggu untuk dewasa dan anak-anak pada Senin-Jumat (Fitraya/detikTravel)
Tempat wudhu yang khas dengan teralis bertuliskan kaligrafi. Pemandangannya seperti masjid Indonesia pada umumnya, padahal ini ada di Bangkok (Fitraya/detikTravel)
Menurut Syarif, masjid ini didirikan di atas tanah wakaf milik Haji Muhammad Saleh, perantauan Jawa sekitar tahun 1906. Kawasan di sekitar masjid memang banyak keturunan dari perantauan orang Jawa. Namun mereka tidak berbahasa Indonesia dan sedikit berbahasa Jawa (Fitraya/detikTravel)
Di seberang Jawa Mosque, ada pemakaman Islam. Ini adalah pemakaman dari warga sekitar masjid yang kebanyakan muslim dan keturunan Jawa (Fitraya/detikTravel)
Syarif menjelaskan sejarah masjid kepada wisatawan. Menurut dia, masjid ini paling ramai saat Idul Fitri dan Idul Adha (Fitraya/detikTravel)