Gua pertama yang detikTravel kunjungi adalah Gua Binsari. Gua ini dulu digunakan sebagai tempat perlindungan tentara Jepang saat Perang Dunia II (Hany/detikTravel)
Setiap turis yang datang akan disambut dengan papan selamat datang bertuliskan "Selamat Datang di Objek Wisata Goa Jepang, Biak, Papua" (Hany/detikTravel)
Sebuah gapura besar bertuliskan huruf hiragana Jepang menjadi gerbang utama turis yang baru datang (Hany/detikTravel)
Kota Biak di Kabupaten Biak Numfor, Papua memiliki 2 gua alami yang dulu dijadikan tempat perlindungan tentara Jepang. Gua itu dibom pasukan Sekutu pimpinan Jenderal Douglas MacArthur tahun 1944. Sekitar 6.000 tentara Jepang pun terkubur hidup-hidup (Hany/detikTravel)
Penggalian terhadap Gua Binsari pun telah dilakukan. Selain tulang belulang, ditemukan juga amunisi, senjata laras panjang, dan granat (Hany/detikTravel)
Tak hanya senjata, topi dan baju tentara, hingga botol-botol minuman juga ditemukan saat penggalian gua. Semua itu dipajang di halaman depan situs gua (Hany/detikTravel)
Di Gua Binsari, turis bisa melihat 2 lubang yang mirip sumur raksasa dengan diameter 10 meter dan kedalaman 20 meter (Hany/detikTravel)
Untuk masuk ke dalam gua, traveler harus melewati sekitar ratusan anak tangga. Kalau lelah berjalan, Anda bisa bersandar di pegangan kayu yang sudah dibuat Pemkab Biak Numfor (Hany/detikTravel)
Monumen Perang Dunia II berupa pelataran batu seluas 50 meter persegi yang dihias minimalis ala Jepang. Ada kubah dan kursi-kursi batu untuk pengunjung. Monumen ini dibangun keluarga tentara Jepang untuk mengenang keluarga mereka (Hany/detikTravel)