Kereta gantung tambang Grasberg naik tinggi seperti menembus awan. Kami akan menuju Terminal EB di ketinggian 3.574 mdpl. Hampir setinggi Gunung Semeru (Fitraya/detikTravel)
Kereta gantung Grasberg membawa pekerja tambang naik turun setiap hari. Lama perjalanan sekitar 20 menit dari Tembagapura sampai Grasberg. Tampak pekerja menunggu kereta yang sedang turun (Fitraya/detikTravel)
Kereta gantung ini adalah buatan Swiss tahun 1989. Kereta bisa menampung sampai 100 orang pekerja tambang PT Freeport (Fitraya/detikTravel)
Terminal 74 adalah titik awal perjalanan kereta gantung. Tempat ini berada di ketinggian 2.836,5 mdpl. Suasana tambang terlihat ketika kereta baru bergerak naik (Fitraya/detikTravel)
Suasana unit pengolahan tambang terlihat dari atas kereta gantung. Perlahan-lahan, kawasan pengolahan tambang di sekitar kami terlihat mengecil di depan mata (Fitraya/detikTravel)
Semakin tinggi, kereta gantung pun menembus kabut. Kereta gantung ini memiliki trek sepanjang hampir 1,6 km, tepatnya 1.594,75 meter. Lumayan panjang dan menjulang ke atas. (Fitraya/detikTravel)
Para pekerja tambang bersiap turun di terminal tujuan. Kereta gantung ini bekerja terus-terusan untuk mengangkut mereka naik turun (Fitraya/detikTravel)
Tiba di tujuan, semua suasananya berkabut. Berada di ketinggian 3.574 mdpl lumayan terasa bedanya. Oksigen mulai tipis, mulut beruap dan dingin makin menusuk tulang (Fitraya/detikTravel)
Konstruksi jalur kereta gantung, tampak kokoh dan tegak menjulang. Kereta gantung ini menjadi alat angkut utama di medan yang sulit di Grasberg (Fitraya/detikTravel)