Ini Bedanya Perbatasan di Indonesia dan Malaysia

Desa Entikong di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, adalah perbatasan yang masih merupakan wilayah Indonesia. Di sini terdapat gerbang perbatasan Indonesia-Malaysia yang buka sejak pukul 07.00-17.00 WIB. (Sastri/ detikTravel)
Gerbang masuk Desa Entikong. Hanya ada 1 jalan raya di desa ini. Jarak antara gerbang desa sampai gedung perbatasan sekitar 5 Km. (Sastri/ detikTravel)
Beginilah jalan raya yang mulus di Desa Entikong. Masuk gerbang desa sampai ke perbatasan, pemukiman warga berjejer di kiri-kanan jalan. Ada juga beberapa jalan kecil yang terhubung ke kampung-kampung. (Sastri/ detikTravel)
Inilah bangunan perbatasan Indonesia-Malaysia. Di sini, kendaraan berplat nomor Indonesia dan Malaysia lalu-lalang. Karena terletak di kontur lembah, wisatawan bisa menikmati atmosfer setempat dari Tugu Pancasila yang berada di atas bukit. (Sastri/ detikTravel)
Inilah salah satu jalan kampung di Entikong. Mayoritas warga berdagang atau membuka toko. Aktivitas warga berjalan seperti biasa: ekonomi, pendidikan, keamanan, olahraga, serta jual-beli di pasar tradisional. (Sastri/ detikTravel)
Salah satu toko yang menjual bahan pangan. Banyak produk Malaysia yang masuk Entikong, seperti beras, air mineral, dan gula pasir. Mirisnya, dengan kualitas yang sama, harga bahan-bahan pangan ini lebih murah dibanding keluaran Indonesia. (Sastri/ detikTravel)
Warga Entikong yang bermain bola di salah satu lapangan kampung. Mereka biasa bermain bola saat pagi atau sore hari, karena sengatan matahari siang sangat terik di sini. (Sastri/ detikTravel)
Tebedu adalah perbatasan yang masuk wilayah Malaysia. Jalanannya lebih mulus, tak ada pemukiman di kiri-kanan jalan, dengan jalanan yang lebih berkontur. Inilah para peserta Women Across Borneo yang sedang bersepeda menuju Kuching. (Sastri/ detikTravel)
Kalau di Entikong tak ada papan nama, Tebedu punya banyak. Tiap kampung punya papan petunjuk dengan jalanan yang sama bagusnya. Di jalan raya hanya tampak lanskap hijau dan perbukitan. (Sastri/ detikTravel)
Tak ada panorama tebing tinggi di Entikong. Tebedu menawarkan panorama lebih indah dengan jalanan mulus. Namun, tak ada kehidupan warga yang bisa dilihat sepanjang perjalanan di Tebedu. Indonesia lebih punya banyak cerita! (Sastri/ detikTravel)
Desa Entikong di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, adalah perbatasan yang masih merupakan wilayah Indonesia. Di sini terdapat gerbang perbatasan Indonesia-Malaysia yang buka sejak pukul 07.00-17.00 WIB. (Sastri/ detikTravel)
Gerbang masuk Desa Entikong. Hanya ada 1 jalan raya di desa ini. Jarak antara gerbang desa sampai gedung perbatasan sekitar 5 Km. (Sastri/ detikTravel)
Beginilah jalan raya yang mulus di Desa Entikong. Masuk gerbang desa sampai ke perbatasan, pemukiman warga berjejer di kiri-kanan jalan. Ada juga beberapa jalan kecil yang terhubung ke kampung-kampung. (Sastri/ detikTravel)
Inilah bangunan perbatasan Indonesia-Malaysia. Di sini, kendaraan berplat nomor Indonesia dan Malaysia lalu-lalang. Karena terletak di kontur lembah, wisatawan bisa menikmati atmosfer setempat dari Tugu Pancasila yang berada di atas bukit. (Sastri/ detikTravel)
Inilah salah satu jalan kampung di Entikong. Mayoritas warga berdagang atau membuka toko. Aktivitas warga berjalan seperti biasa: ekonomi, pendidikan, keamanan, olahraga, serta jual-beli di pasar tradisional. (Sastri/ detikTravel)
Salah satu toko yang menjual bahan pangan. Banyak produk Malaysia yang masuk Entikong, seperti beras, air mineral, dan gula pasir. Mirisnya, dengan kualitas yang sama, harga bahan-bahan pangan ini lebih murah dibanding keluaran Indonesia. (Sastri/ detikTravel)
Warga Entikong yang bermain bola di salah satu lapangan kampung. Mereka biasa bermain bola saat pagi atau sore hari, karena sengatan matahari siang sangat terik di sini. (Sastri/ detikTravel)
Tebedu adalah perbatasan yang masuk wilayah Malaysia. Jalanannya lebih mulus, tak ada pemukiman di kiri-kanan jalan, dengan jalanan yang lebih berkontur. Inilah para peserta Women Across Borneo yang sedang bersepeda menuju Kuching. (Sastri/ detikTravel)
Kalau di Entikong tak ada papan nama, Tebedu punya banyak. Tiap kampung punya papan petunjuk dengan jalanan yang sama bagusnya. Di jalan raya hanya tampak lanskap hijau dan perbukitan. (Sastri/ detikTravel)
Tak ada panorama tebing tinggi di Entikong. Tebedu menawarkan panorama lebih indah dengan jalanan mulus. Namun, tak ada kehidupan warga yang bisa dilihat sepanjang perjalanan di Tebedu. Indonesia lebih punya banyak cerita! (Sastri/ detikTravel)