Brisbane, Bikini dan Belanja

Brisbane memiliki pantai buatan di pinggir Sungai Bribane, yang bernama Streets Beach di kawasan South Bank. Mau berjemur sambil berbikini, bisa dilakukan di sini. Ada pasir putih juga lho dan gratis! (Gagah/detikTravel)
Selain bermain air, banyak juga warga yang berjemur di pantai buatan itu atau di atas rumput. Walaupun ramai dikunjungi orang, tidak tampak sampah berserakan sehingga acara kumpul-kumpul keluarga pun menjadi nyaman (Gagah/detikTravel)
Di dalam Taman South Bank terdapat area bermain untuk anak-anak seperti jungkat-jungkit, perosotan, maupun mainan panjatan (Gagah/detikTravel)
Tak jauh dari taman ada kincir raksasa setinggi 60 meter yang satu kapsulnya bisa diisi maksimal 4 orang. Wisatawan membayar AUD 15 (Rp 150 ribu) untuk orang dewasa serta anak-anak AUD 2-10 (Rp 20.000-100.000) (Gagah/detikTravel)
Sehabis menjajal kincir raksasa, menyusuri Sungai Brisbane bisa menjadi alternatif pilihan wisata di tengah kota. Waktu paling cocok untuk menyusuri sungai yang bermuara di Moreton Bay ini, adalah pagi atau sore hari (Gagah/detikTravel)
Anda bisa melihat perpaduan arsitektur kuno dan modern di pinggir sungai. Banyak juga bangunan lawas yang dulunya gudang atau kantor sudah berubah menjadi apartemen dan rumah tinggal (Gagah/detikTravel)
Tempat lain yang menjadi tujuan wisata warga Brisbane dan turis adalah pusat perbelanjaan terbuka mirip Pasar Baru yang bernama Queen Street Mall. Segala macam ada, mulai dari makanan/minuman, elektronika, buah tangan, sampai dengan hiburan khusus orang dewasa (Gagah/detikTravel)
Di sekitar mal ada 2 bangunan kuno yang cocok untuk jadi tempat berfoto-foto. Pertama adalah Main Hall, tempat gubernur dulu berkantor yang sekarang menjadi museum dan tempat pameran (Gagah/detikTravel)
Bangunan eks Treasury di Brisbane Square, yang mirip gedung parlemen Eropa. Sekarang sudah berubah fungsi menjadi kasino yang buka 24 jam setiap hari (Gagah/detikTravel)
Jika lapar, lebih dari 30 kafe dan bar siap mebantu pengunjung untuk mengisi ulang perut mereka supaya bisa kembali aktif. Tapi jika mau murah meriah, wisatawan bisa membawa makanan dari rumah dan menggelar tikar untuk piknik di rerumputan taman (Gagah/detikTravel)
Brisbane memiliki pantai buatan di pinggir Sungai Bribane, yang bernama Streets Beach di kawasan South Bank. Mau berjemur sambil berbikini, bisa dilakukan di sini. Ada pasir putih juga lho dan gratis! (Gagah/detikTravel)
Selain bermain air, banyak juga warga yang berjemur di pantai buatan itu atau di atas rumput. Walaupun ramai dikunjungi orang, tidak tampak sampah berserakan sehingga acara kumpul-kumpul keluarga pun menjadi nyaman (Gagah/detikTravel)
Di dalam Taman South Bank terdapat area bermain untuk anak-anak seperti jungkat-jungkit, perosotan, maupun mainan panjatan (Gagah/detikTravel)
Tak jauh dari taman ada kincir raksasa setinggi 60 meter yang satu kapsulnya bisa diisi maksimal 4 orang. Wisatawan membayar AUD 15 (Rp 150 ribu) untuk orang dewasa serta anak-anak AUD 2-10 (Rp 20.000-100.000) (Gagah/detikTravel)
Sehabis menjajal kincir raksasa, menyusuri Sungai Brisbane bisa menjadi alternatif pilihan wisata di tengah kota. Waktu paling cocok untuk menyusuri sungai yang bermuara di Moreton Bay ini, adalah pagi atau sore hari (Gagah/detikTravel)
Anda bisa melihat perpaduan arsitektur kuno dan modern di pinggir sungai. Banyak juga bangunan lawas yang dulunya gudang atau kantor sudah berubah menjadi apartemen dan rumah tinggal (Gagah/detikTravel)
Tempat lain yang menjadi tujuan wisata warga Brisbane dan turis adalah pusat perbelanjaan terbuka mirip Pasar Baru yang bernama Queen Street Mall. Segala macam ada, mulai dari makanan/minuman, elektronika, buah tangan, sampai dengan hiburan khusus orang dewasa (Gagah/detikTravel)
Di sekitar mal ada 2 bangunan kuno yang cocok untuk jadi tempat berfoto-foto. Pertama adalah Main Hall, tempat gubernur dulu berkantor yang sekarang menjadi museum dan tempat pameran (Gagah/detikTravel)
Bangunan eks Treasury di Brisbane Square, yang mirip gedung parlemen Eropa. Sekarang sudah berubah fungsi menjadi kasino yang buka 24 jam setiap hari (Gagah/detikTravel)
Jika lapar, lebih dari 30 kafe dan bar siap mebantu pengunjung untuk mengisi ulang perut mereka supaya bisa kembali aktif. Tapi jika mau murah meriah, wisatawan bisa membawa makanan dari rumah dan menggelar tikar untuk piknik di rerumputan taman (Gagah/detikTravel)