Pemandangan pantai dilihat dari ketinggian sekitar 60 meter. Paling pas menikmati pemandangan menjelang sore dari atas sini (Shafa/detikTravel)
Mercusuar yang ada di Desa Cikoneng, Anyer ini juga jadi penanda titik 0 kilometer jalan Anyer-Panarukan yang dulu dibangun pada masa penjajahan (Shafa/detikTravel)
Sebagian bisa melihat pantai, sebagian bisa melihat rumah penduduk lengkap dengan gunung yang melatarbelakangi pemandangan. Sungguh cantik dipandang mata (Shafa/detikTravel)
Di bagian atas mercusuar, ada teras kecil yang berbentuk melingkar, lengkap dengan pagar pembatas. Di situ, Anda bisa menikmati pemandangan Anyer dari ketinggian (Shafa/detikTravel)
Pemandangan dari atas sini. Karena angin yang cukup kencang di atas sana, sebaiknya Anda berhati-hati saat memegang kamera atau ponsel. Jangan sampai terjatuh atau terdorong angin (Shafa/detikTravel)
Saat paling cantik menikmati pemandangan dari atas sini adalah sore hari. Tapi sayang, tidak bisa menunggu sampai mentari tenggelam karena mercusuar akan tutup pada pukul 18.00 (Shafa/detikTravel)
Seperti ini penampakan Mercusuar Cikoneng (Shafa/detikTravel)
Mercusuar ini dibangun awalnya pada tahun 1883, namun rusak karena bencana alam. Kemudian mercusuar ini kembali dibangun dan selesai pada tahun 1885 (Shafa/detikTravel)