Ini Dia Tugu Pontianak yang Asli

Tugu Khatulistiwa berada di dalam bangunan Monumen Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tugu yang asli dibuat pada 1928 oleh tim ekspedisi dari Belanda. Tugu itu pun disempurnakan bentuknya pada tahun 1930 (Sastri/ detikTravel)
Tahun 1990, dibuatlah kubah dan duplikat tugu berukuran 5 kali lebih besar dari aslinya. Jadilah Monumen Tugu Khatulistiwa, yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu yakni Parjoko Suryokusumo pada 21 September 1991 (Sastri/ detikTravel)
Di dalam bangunan Monumen Tugu Khatulistiwa terdapat banyak pigura berisi foto-foto dan penjelasan sejarah. Ruangan itu berbentuk lingkaran dengan kubah di atasnya (Sastri/ detikTravel)
Kedua tugu ini, baik yang asli maupun monumennya, punya tulisan plat di bawah anak panah yang menunjukkan letak Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur (Sastri/ detikTravel)
Tugu ini terbuat dari kayu belian, kayu besi khas Kalimantan. Ini adalah jenis kayu yang paling kuat, juga dipakai untuk bahan pembangunan Rumah Betang (rumah asli suku Dayak-red) yang berada di atas permukaan tanah. Tinggi tugu yang asli adalah adalah 4,4 meter (Sastri/ detikTravel)
Inilah bagian luar Monumen Tugu Khatulistiwa. Tak jarang wisatawan berfoto di depannya, namun tidak masuk ke bagian dalam monumen untuk melihat tugu aslinya (Sastri/ detikTravel)
Masih di bagian dalam bangunan terdapat terdapat meja yang memajang suvenir berbentuk Tugu Khatulistiwa versi mini. Tugu tersebut ditutup oleh kaca berbentuk kotak, sangat cocok untuk pajangan. Harganya mulai dari Rp 30.000 (Sastri/ detikTravel)
Sekarang, kompleks Tugu Khatulistiwa dilindungi oleh Pasal 26 UU Republik Indonesia No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (Sastri/ detikTravel)
Tugu Khatulistiwa berada di dalam bangunan Monumen Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tugu yang asli dibuat pada 1928 oleh tim ekspedisi dari Belanda. Tugu itu pun disempurnakan bentuknya pada tahun 1930 (Sastri/ detikTravel)
Tahun 1990, dibuatlah kubah dan duplikat tugu berukuran 5 kali lebih besar dari aslinya. Jadilah Monumen Tugu Khatulistiwa, yang diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu yakni Parjoko Suryokusumo pada 21 September 1991 (Sastri/ detikTravel)
Di dalam bangunan Monumen Tugu Khatulistiwa terdapat banyak pigura berisi foto-foto dan penjelasan sejarah. Ruangan itu berbentuk lingkaran dengan kubah di atasnya (Sastri/ detikTravel)
Kedua tugu ini, baik yang asli maupun monumennya, punya tulisan plat di bawah anak panah yang menunjukkan letak Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur (Sastri/ detikTravel)
Tugu ini terbuat dari kayu belian, kayu besi khas Kalimantan. Ini adalah jenis kayu yang paling kuat, juga dipakai untuk bahan pembangunan Rumah Betang (rumah asli suku Dayak-red) yang berada di atas permukaan tanah. Tinggi tugu yang asli adalah adalah 4,4 meter (Sastri/ detikTravel)
Inilah bagian luar Monumen Tugu Khatulistiwa. Tak jarang wisatawan berfoto di depannya, namun tidak masuk ke bagian dalam monumen untuk melihat tugu aslinya (Sastri/ detikTravel)
Masih di bagian dalam bangunan terdapat terdapat meja yang memajang suvenir berbentuk Tugu Khatulistiwa versi mini. Tugu tersebut ditutup oleh kaca berbentuk kotak, sangat cocok untuk pajangan. Harganya mulai dari Rp 30.000 (Sastri/ detikTravel)
Sekarang, kompleks Tugu Khatulistiwa dilindungi oleh Pasal 26 UU Republik Indonesia No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (Sastri/ detikTravel)