Sunrise di Danau Batur Dahsyat, Ini Buktinya

Matahari muncul dari sela-sela bukit sekitar pukul 05.00 Wita. Udara dingin khas dataran tinggi Bangli serasa menusuk kulit. Namun begitu matahari pagi menampakkan diri, kawasan Danau Batur tampak hidup kembali. (Sastri/ detikTravel)
Sinar matahari itu kemudian menyinari tiap sudut Danau Batur, menerangi keramba nelayan yang berada di tengah danau. Ikan air tawar tersebar di seluruh penjuru danau, termasuk ikan mas dan gurame yang besar-besar. (Sastri/ detikTravel)
Restoran terapung ini berada persis di salah satu sisi Danau Batur. Berdiri di dekatnya, saya mendapatkan restoran terapung itu disinari matahari pagi berlatar kaldera Gunung Batur yang terkenal. (Sastri/ detikTravel)
Penginapan ini letaknya persis di belakang restoran terapung, sama-sama menghadap Danau Batur. Saat sinar matahari 'membanjir', banyak wisatawan yang keluar kamar dan memejamkan mata. Menghirup aroma pagi, merasakan hangatnya Sang Surya. (Sastri/ detikTravel)
Demaga Kedisan adalah tempat digelarnya Festival Danau Batur II pada Oktober 2012 lalu. Meski masih pagi, jukung (perahu) khas Danau Batur sudah berderet untuk mengikuti lomba hias. (Sastri/ detikTravel)
Kaldera Gunung Batur telah ditetapkan sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN) UNESCO. Kaldera ini punya bentuk dan material unik yang tak terdapat di belahan dunia lain. (Sastri/ detikTravel)
Meski matahari baru muncul pukul 05.00 pagi, para nelayan ini sudah 'mendanau' lebih pagi. Mengenakan jaket tebal, mereka menyebar jaring dan mampir ke keramba. Ini merupakan kegiatan rutin masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Batur. (Sastri/ detikTravel)
Berlawanan arah dengan Gunung Batur yang gagah, perbukitan hijau memagari Danau Batur dengan cantiknya. Agak jauh di pesisir sana, burung bangau sedang sarapan. Paruh mereka menyambar-nyambar permukaan danau. (Sastri/ detikTravel)
Matahari muncul dari sela-sela bukit sekitar pukul 05.00 Wita. Udara dingin khas dataran tinggi Bangli serasa menusuk kulit. Namun begitu matahari pagi menampakkan diri, kawasan Danau Batur tampak hidup kembali. (Sastri/ detikTravel)
Sinar matahari itu kemudian menyinari tiap sudut Danau Batur, menerangi keramba nelayan yang berada di tengah danau. Ikan air tawar tersebar di seluruh penjuru danau, termasuk ikan mas dan gurame yang besar-besar. (Sastri/ detikTravel)
Restoran terapung ini berada persis di salah satu sisi Danau Batur. Berdiri di dekatnya, saya mendapatkan restoran terapung itu disinari matahari pagi berlatar kaldera Gunung Batur yang terkenal. (Sastri/ detikTravel)
Penginapan ini letaknya persis di belakang restoran terapung, sama-sama menghadap Danau Batur. Saat sinar matahari membanjir, banyak wisatawan yang keluar kamar dan memejamkan mata. Menghirup aroma pagi, merasakan hangatnya Sang Surya. (Sastri/ detikTravel)
Demaga Kedisan adalah tempat digelarnya Festival Danau Batur II pada Oktober 2012 lalu. Meski masih pagi, jukung (perahu) khas Danau Batur sudah berderet untuk mengikuti lomba hias. (Sastri/ detikTravel)
Kaldera Gunung Batur telah ditetapkan sebagai bagian dari Global Geopark Network (GGN) UNESCO. Kaldera ini punya bentuk dan material unik yang tak terdapat di belahan dunia lain. (Sastri/ detikTravel)
Meski matahari baru muncul pukul 05.00 pagi, para nelayan ini sudah mendanau lebih pagi. Mengenakan jaket tebal, mereka menyebar jaring dan mampir ke keramba. Ini merupakan kegiatan rutin masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Batur. (Sastri/ detikTravel)
Berlawanan arah dengan Gunung Batur yang gagah, perbukitan hijau memagari Danau Batur dengan cantiknya. Agak jauh di pesisir sana, burung bangau sedang sarapan. Paruh mereka menyambar-nyambar permukaan danau. (Sastri/ detikTravel)