Tembok Raksasa China Ala Sumatera Barat

Janjang Koto Gadang diresmikan pada bulan Januari 2013 oleh Menkominfo Tifatul Sembiring (Putri/detikTravel)
Jika masuk dari Bukittinggi, wisatawan akan diminta melalui jembatan gantung sebelum mencapai Janjang Koto Gadang (Putri/detikTravel)
Janjang ini memiliki panjang sekitar 1 km dengan kontur yang terus menanjak. Jika tidak kuat, sebaiknya tak perlu memaksakan diri untuk menuntaskan Janjang (Putri/detikTravel)
Bentuknya memang mirip dengan Tembok China. Oleh karena itu, Janjang Koto Gadang juga disebut dengan Great Wall of Koto Gadang (Putri/detikTravel)
Di tengah janjang, ada satu tempat khusus untuk melihat panorama Ngarai Sianok (Putri/detikTravel)
Sayang, objek wisata ini rusak oleh ulah tangan jahil (Putri/detikTravel)
Di beberapa titik, terdapat coretan, mulai dari nama hingga coretan dengan kata-kata lainnya (Putri/detikTravel)
Coretan ini tentu merusak kecantikan Janjang. Oleh karena itu, mari sama-sama menjaga kebersihan dan keindahan Janjang Koto Gadang (Putri/detikTravel)
Janjang Koto Gadang diresmikan pada bulan Januari 2013 oleh  Menkominfo Tifatul Sembiring (Putri/detikTravel)
Jika masuk dari Bukittinggi, wisatawan akan diminta melalui jembatan gantung sebelum mencapai Janjang Koto Gadang (Putri/detikTravel)
Janjang ini memiliki panjang sekitar 1 km dengan kontur yang terus menanjak. Jika tidak kuat, sebaiknya tak perlu memaksakan diri untuk menuntaskan Janjang (Putri/detikTravel)
Bentuknya memang mirip dengan Tembok China. Oleh karena itu, Janjang Koto Gadang juga disebut dengan Great Wall of Koto Gadang (Putri/detikTravel)
Di tengah janjang, ada satu tempat khusus untuk melihat panorama Ngarai Sianok (Putri/detikTravel)
Sayang, objek wisata ini rusak oleh ulah tangan jahil (Putri/detikTravel)
Di beberapa titik, terdapat coretan, mulai dari nama hingga coretan dengan kata-kata lainnya (Putri/detikTravel)
Coretan ini tentu merusak kecantikan Janjang. Oleh karena itu, mari sama-sama menjaga kebersihan dan keindahan Janjang Koto Gadang (Putri/detikTravel)