Menikmati Pagi Dari Puncak Bukit di Pulau Samosir

Tempat terbaik untuk menunggu pagi di Pulau Samosir adalah di Bukit Beta dengan rumput bagai permadani menghadap ke Danau Toba. Jika beruntung, cahaya matahari terbit akan menyempurnakan pagi di Bukit Beta (Fitraya/detikTravel)
Dari Bukit Beta tampaklah bentang Danau Toba di hadapan kami. Bangunan semi permanen, sepertinya WC umum, dibangun menyambut Festival Danau Toba yang akan digelar 8 September 2013 mendatang (Fitraya/detikTravel)
Saya pun memilih naik ke puncak Bukit Beta, makin indah pemandangannya. Di puncak Bukit Beta terdapat makam-makam tradisional Batak yang menambah kental nilai budaya di Bukit Beta ini (Fitraya/detikTravel)
Pada makam tradisional ini ada sebuah penjelasan silsilah keluarga. Di Bukit Beta, ada beberapa makam yang tersebar di puncak bukitnya (Fitraya/detikTravel)
Kerbau-kerbau kemudian dibawa para gembala. Kerbau-kerbau ini kemudian jadi obyek foto para fotografer finalis Garuda Indonesia Photo Contest (Fitraya/detikTravel)
Kerbau sedang merumput di sekitar makam tradisional Batak. Suasana di Bukit Beta begitu tenang dan damai (Fitraya/detikTravel)
Para fotografer finalis Garuda Indonesia Photo Contest dari 5 negara menyebar dan mencari tempat asyik untuk berfoto (Fitraya/detikTravel)
Bukit Beta memang menjadi padang gembala kerbau untuk warga sekitar. Rumput menghampar rapi dan pendek, karena sering dimakan kerbau (Fitraya/detikTravel)
Tempat terbaik untuk menunggu pagi di Pulau Samosir adalah di Bukit Beta dengan rumput bagai permadani menghadap ke Danau Toba. Jika beruntung, cahaya matahari terbit akan menyempurnakan pagi di Bukit Beta (Fitraya/detikTravel)
Dari Bukit Beta tampaklah bentang Danau Toba di hadapan kami. Bangunan semi permanen, sepertinya WC umum, dibangun menyambut Festival Danau Toba yang akan digelar 8 September 2013 mendatang (Fitraya/detikTravel)
Saya pun memilih naik ke puncak Bukit Beta, makin indah pemandangannya. Di puncak Bukit Beta terdapat makam-makam tradisional Batak yang menambah kental nilai budaya di Bukit Beta ini (Fitraya/detikTravel)
Pada makam tradisional ini ada sebuah penjelasan silsilah keluarga. Di Bukit Beta, ada beberapa makam yang tersebar di puncak bukitnya (Fitraya/detikTravel)
Kerbau-kerbau kemudian dibawa para gembala. Kerbau-kerbau ini kemudian jadi obyek foto para fotografer finalis Garuda Indonesia Photo Contest (Fitraya/detikTravel)
Kerbau sedang merumput di sekitar makam tradisional Batak. Suasana di Bukit Beta begitu tenang dan damai (Fitraya/detikTravel)
Para fotografer finalis Garuda Indonesia Photo Contest dari 5 negara menyebar dan mencari tempat asyik untuk berfoto (Fitraya/detikTravel)
Bukit Beta memang menjadi padang gembala kerbau untuk warga sekitar. Rumput menghampar rapi dan pendek, karena sering dimakan kerbau (Fitraya/detikTravel)