Pesona Mistis Si Sigale-gale

Saat berlibur ke Pulau Samosir, Sumut, jangan lewatkan Museum Huta Bolon Simanindo. Di tempat ini, Anda bisa belajar menari tortor bersama boneka Sigale-gale (Fitraya/detikTravel)
Museum Huta Bolon Simanindo mengambil konsep desa adat Batak yang disebut Huta. Jangan bayangkan museum dengan bangunan besar. Tempat ini lebih seperti museum terbuka (Fitraya/detikTravel)
Huta adalah kampung tradisional Batak. Huta di sini menjadi semacam tempat pagelaran tari tortor. Di dalamnya terdapat 6 rumah tradisional Batak dan di tengahnya terdapat lapangan (Fitraya/detikTravel)
Saat kami tiba pukul 11.00 WIB, sudah dimulai simulasi Pesta Adat Mangalahat Horbo, pesta memotong kerbau. Tapi kerbau di sini hanya dipajang saja (Fitraya/detikTravel)
Yang seru di sini adalah rangkaian 11 tarian gondang dan tortor yang mempesona. Dimulai dari Gondang Lae-lae sampai puncaknya yaitu tarian Gondang Sigale-gale (Fitraya/detikTravel)
Puluhan wisatawan mancanegara yang duduk berjejer begitu terhipnosis menonton tari tortor. Jeprat! Jepret! Para wisatawan dan fotografer tak henti-hentinya memotret rangkaian tarian menarik ini (Fitraya/detikTravel)
Tentu saja wisatawan tidak hanya bisa menonton. Ada Tari Bersama dimana semua hadirin diminta ikut menari tortor. Saya pun ikut menari. Seru! (Fitraya/detikTravel)
Puncaknya adalah Gondang Sigale-gale, boneka Sigale-gale dibuat menari. Jika dilihat dari depan Sigale-gale seperti bergerak sendiri. Wisatawan pun memberikan uang (Fitraya/detikTravel)
Bubar acara, para fotografer Garuda Indonesia Photo Contest ramai-ramai memfoto para penari dan boneka Sigale-gale (Fitraya/detikTravel)
Di Museum Huta Bolon Simanindo, juga terdapat ruang museum berupa rumah adat dan juga makam raja-raja Batak. Jangan dilewatkan (Fitraya/detikTravel)
Saat berlibur ke Pulau Samosir, Sumut, jangan lewatkan Museum Huta Bolon Simanindo. Di tempat ini, Anda bisa belajar menari tortor bersama boneka Sigale-gale (Fitraya/detikTravel)
Museum Huta Bolon Simanindo mengambil konsep desa adat Batak yang disebut Huta. Jangan bayangkan museum dengan bangunan besar. Tempat ini lebih seperti museum terbuka (Fitraya/detikTravel)
Huta adalah kampung tradisional Batak. Huta di sini menjadi semacam tempat pagelaran tari tortor. Di dalamnya terdapat 6 rumah tradisional Batak dan di tengahnya terdapat lapangan (Fitraya/detikTravel)
Saat kami tiba pukul 11.00 WIB, sudah dimulai simulasi Pesta Adat Mangalahat Horbo, pesta memotong kerbau. Tapi kerbau di sini hanya dipajang saja (Fitraya/detikTravel)
Yang seru di sini adalah rangkaian 11 tarian gondang dan tortor yang mempesona. Dimulai dari Gondang Lae-lae sampai puncaknya yaitu tarian Gondang Sigale-gale (Fitraya/detikTravel)
Puluhan wisatawan mancanegara yang duduk berjejer begitu terhipnosis menonton tari tortor. Jeprat! Jepret! Para wisatawan dan fotografer tak henti-hentinya memotret rangkaian tarian menarik ini (Fitraya/detikTravel)
Tentu saja wisatawan tidak hanya bisa menonton. Ada Tari Bersama dimana semua hadirin diminta ikut menari tortor. Saya pun ikut menari. Seru! (Fitraya/detikTravel)
Puncaknya adalah Gondang Sigale-gale, boneka Sigale-gale dibuat menari. Jika dilihat dari depan Sigale-gale seperti bergerak sendiri. Wisatawan pun memberikan uang (Fitraya/detikTravel)
Bubar acara, para fotografer Garuda Indonesia Photo Contest ramai-ramai memfoto para penari dan boneka Sigale-gale (Fitraya/detikTravel)
Di Museum Huta Bolon Simanindo, juga terdapat ruang museum berupa rumah adat dan juga makam raja-raja Batak. Jangan dilewatkan (Fitraya/detikTravel)