Menjelajah Kanal Khas Amsterdam

Kanal yang membelah Amsterdam. Tur keliling Amsterdam naik perahu dengan melintasi kanal-kanal yang ada di kota tersebut memang cukup praktis dan menyenangkan bagi turis (Uyung/detikTravel)
detikTravel mencoba canal cruise di Amsterdam baru-baru ini, saat ke Belanda atas undangan dari PT Sari Husada. Kami membeli tiket di tempat yang ditentukan (Uyung/detikTravel)
Bersih dan rapinya kanal di Amsterdam. Hampir setiap sudut Kota Amsterdam bisa dilewati oleh rute canal cruise. Paling tidak, berbagai bangunan monumental yang ada di kota ini sebagian besar bisa dilihat dari kanal (Uyung/detikTravel)
Aneka rumah dan bangunan di tepi kanal Amsterdam, di belakangnya ada menara gereja tua. Bangunan lain yang dilintasi rute canal cruise adalah gereja tertua di Belanda, yakni Oude Kerk (Uyung/detikTravel)
Tak jauh dari Central Station di pusat kota bisa dilihat juga kapal dagang peninggalan VOC. Kapal itu kini juga berfungsi sebagai museum dan setiap hari banyak dikunjungi turis (Uyung/detikTravel)
Inilah NEMO Science Center yang juga merupakan sebuah museum. Bentuknya yang khas dengan warna hijau dan tulisan NEMO berwarna kuning sangat mudah dikenali dari jauh (Uyung/detikTravel)
Tak kalah menariknya adalah rumah-rumah terapung yang banyak ditemukan di sepanjang kanal. Di Belanda, tidak semua orang suka tinggal di apartemen maupun rumah-rumah biasa (Uyung/detikTravel)
Restoran China terapung di sungai Amsterdam. Berbagai aktivitas warga Amsterdam bisa diamati dari kanal, mulai dari parkiran sepeda yang padat dan berantakan, hingga orang pacaran (Uyung/detikTravel)
Suasana di dalam canal cruise. Untuk berkeliling 1 jam 15 menit, harganya EUR 15 (Rp 225 ribu). Untuk trip di sore hingga malam hari, harganya EUR 17,5 (Rp 262,5 ribu). Perahu berangkat setiap 30 menit (Uyung/detikTravel)
Kapten kapal memberikan sedikit penjelasan tentang lokasi-lokasi yang dilewati. Bila kurang puas, ada audio-system dengan 17 pilihan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia untuk mendengarkan informasi (Uyung/detikTravel)
Kanal yang membelah Amsterdam. Tur keliling Amsterdam naik perahu dengan melintasi kanal-kanal yang ada di kota tersebut memang cukup praktis dan menyenangkan bagi turis (Uyung/detikTravel)
detikTravel mencoba canal cruise di Amsterdam baru-baru ini, saat ke Belanda atas undangan dari PT Sari Husada. Kami membeli tiket di tempat yang ditentukan (Uyung/detikTravel)
Bersih dan rapinya kanal di Amsterdam. Hampir setiap sudut Kota Amsterdam bisa dilewati oleh rute canal cruise. Paling tidak, berbagai bangunan monumental yang ada di kota ini sebagian besar bisa dilihat dari kanal (Uyung/detikTravel)
Aneka rumah dan bangunan di tepi kanal Amsterdam, di belakangnya ada menara gereja tua. Bangunan lain yang dilintasi rute canal cruise adalah gereja tertua di Belanda, yakni Oude Kerk (Uyung/detikTravel)
Tak jauh dari Central Station di pusat kota bisa dilihat juga kapal dagang peninggalan VOC. Kapal itu kini juga berfungsi sebagai museum dan setiap hari banyak dikunjungi turis (Uyung/detikTravel)
Inilah NEMO Science Center yang juga merupakan sebuah museum. Bentuknya yang khas dengan warna hijau dan tulisan NEMO berwarna kuning sangat mudah dikenali dari jauh (Uyung/detikTravel)
Tak kalah menariknya adalah rumah-rumah terapung yang banyak ditemukan di sepanjang kanal. Di Belanda, tidak semua orang suka tinggal di apartemen maupun rumah-rumah biasa (Uyung/detikTravel)
Restoran China terapung di sungai Amsterdam. Berbagai aktivitas warga Amsterdam bisa diamati dari kanal, mulai dari parkiran sepeda yang padat dan berantakan, hingga orang pacaran (Uyung/detikTravel)
Suasana di dalam canal cruise. Untuk berkeliling 1 jam 15 menit, harganya EUR 15 (Rp 225 ribu). Untuk trip di sore hingga malam hari, harganya EUR 17,5 (Rp 262,5 ribu). Perahu berangkat setiap 30 menit (Uyung/detikTravel)
Kapten kapal memberikan sedikit penjelasan tentang lokasi-lokasi yang dilewati. Bila kurang puas, ada audio-system dengan 17 pilihan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia untuk mendengarkan informasi (Uyung/detikTravel)