Gua Unik Bersuara Gong

Keunikan pertama adalah namanya yang sama dengan salah satu alat musik Jawa. Dinamakan demikian karena beberapa batu di gua ini bisa berbunyi seperti gong saat dipukul (Egir/detikTravel)
Yang kedua adalah bebatuan yang memiliki sedimen-sedimen unik. Bahkan batu stalaktit di sini seolah masih perawan karena warnanya masih menyerupai kristal dan masih meneteskan air (Egir/detikTravel)
Keunikan ketiga yaitu lampu warna-warni di dalam gua. Memang sengaja dipasang banyak lampu oleh dinas pariwisata yang menambah kesan menarik di dalam gua ini (Egir/detikTravel)
Gua yang memiliki panjang 300 meter ini ditemukan oleh warga sekitar pada tahun 1995. Dua tahun kemudian, gua ini direnovasi dan mulai dipadati pengunjung (Egir/detikTravel)
Saat pulang kampung, SBY bersama Ibu Ani pun menyempatkan diri untuk melancong ke Gua Gong (Egir/detikTravel)
Di ujung gua juga terdapat semacam mata air. Konon, bila kita mencuci muka di mata air itu maka akan memberi kita kesehatan. Airnya pun segar sekali, dan cocok untuk membasuh keringat kita usai letih menelusuri gua (Egir/detikTravel)
Jalan menuju gua. Banyak sekali akses mendukung yang telah dibangun di sini. Mulai dari jalan menuju gua hingga anak tangga di sepanjang gua yang memudahkan para pengunjung (Egir/detikTravel)
Indahnya stalaktit yang bergantung tegap di langit-langit gua. Stalaktit ini masih asri dan tidak terkena kerusakan manusia ataupun alam (Egir/detikTravel)
Selesai melancong dari dalam gua, sempatkan juga untuk menengok para penjaja batu akik yang menggelar dagangan di dekat gua. Untuk harga, tentu bisa lebih murah daripada yang ada di Jakarta (Egir/detikTravel)
Keunikan pertama adalah namanya yang sama dengan salah satu alat musik Jawa. Dinamakan demikian karena beberapa batu di gua ini bisa berbunyi seperti gong saat dipukul (Egir/detikTravel)
Yang kedua adalah bebatuan yang memiliki sedimen-sedimen unik. Bahkan batu stalaktit di sini seolah masih perawan karena warnanya masih menyerupai kristal dan masih meneteskan air (Egir/detikTravel)
Keunikan ketiga yaitu lampu warna-warni di dalam gua. Memang sengaja dipasang banyak lampu oleh dinas pariwisata yang menambah kesan menarik di dalam gua ini (Egir/detikTravel)
Gua yang memiliki panjang 300 meter ini ditemukan oleh warga sekitar pada tahun 1995. Dua tahun kemudian, gua ini direnovasi dan mulai dipadati pengunjung (Egir/detikTravel)
Saat pulang kampung, SBY bersama Ibu Ani pun menyempatkan diri untuk melancong ke Gua Gong (Egir/detikTravel)
Di ujung gua juga terdapat semacam mata air. Konon, bila kita mencuci muka di mata air itu maka akan memberi kita kesehatan. Airnya pun segar sekali, dan cocok untuk membasuh keringat kita usai letih menelusuri gua (Egir/detikTravel)
Jalan menuju gua. Banyak sekali akses mendukung yang telah dibangun di sini. Mulai dari jalan menuju gua hingga anak tangga di sepanjang gua yang memudahkan para pengunjung (Egir/detikTravel)
Indahnya stalaktit yang bergantung tegap di langit-langit gua. Stalaktit ini masih asri dan tidak terkena kerusakan manusia ataupun alam (Egir/detikTravel)
Selesai melancong dari dalam gua, sempatkan juga untuk menengok para penjaja batu akik yang menggelar dagangan di dekat gua. Untuk harga, tentu bisa lebih murah daripada yang ada di Jakarta (Egir/detikTravel)