Japanese Garden yang Romantis di Sakai

Japanese Garden, demikian nama salah satu taman di Daisen Park, Kota Sakai, Jepang. Taman ini dibangun karena cinta, dan banyak pasangan melakukan foto prewedding di sini. Romantis! (Hany/detikTravel)
Pemandangan di dalam gerbang itu lebih fantastis lagi, sesaat bisa membuat nafas berhenti. Cantik sekali! Ada danau di tengah taman cantik itu, dan di tengahnya ada taman kecil lagi (Hany/detikTravel)
Unsur-unsur taman Jepang seperti air, batu-batu, tanaman yang dibentuk seperti bonsai, rumah apung, bunga sakura sungguh memanjakan mata (Hany/detikTravel)
Beberapa angsa berenang di tengah-tengah danau, dan tak ketinggalan ikan koi yang mengisi kolam. Danau tadi rupanya menampung air dari sungai-sungai kecil yang mengalir di sebelah kirinya (Hany/detikTravel)
Beberapa jembatan tampak di atas aliran sungai tadi. Rupanya taman ini tak cuma buat melepas stres dan lelah, namun dimanfaatkan beberapa pasangan muda di Sakai untuk foto prewedding (Hany/detikTravel)
Seperti pasangan berbaju tradisional Jepang yang berjalan di taman itu. Mereka adalah calon mempelai Junpei dan Yumi ingin mengabadikan momen untuk pernikahan mereka (Hany/detikTravel)
Taman ini dibangun 25 tahun lalu karena kecintaan warga pada Kota Sakai. Luas taman ini mencapai 26 ribu meter persegi (Hany/detikTravel)
Ada sekitar 30 jenis tanaman perdu, dengan 15 ribu batang tanaman perdu. Untuk tanaman keras, ada bunga sakura yang mekar pada pertengahan April hingga akhir April (Hany/detikTravel)
Pengunjung taman ini, tergantung musim. Pada musim puncak seperti musim panas, bisa 3 ribu orang per hari mengunjungi taman ini, namun kalau musim dingin menurun. Jumlah pengunjung sekitar 80 ribu orang pertahun (Hany/detikTravel)
Dana operasional taman berasal dari APBD Kota Sakai dan biaya tiket. Tiket masuk untuk dewasa 200 Yen (Rp 20 ribu-an) dan anak-anak separuhnya. Untuk orang di atas 60 tahun, gratis (Hany/detikTravel)
Japanese Garden, demikian nama salah satu taman di Daisen Park, Kota Sakai, Jepang. Taman ini dibangun karena cinta, dan banyak pasangan melakukan foto prewedding di sini. Romantis! (Hany/detikTravel)
Pemandangan di dalam gerbang itu lebih fantastis lagi, sesaat bisa membuat nafas berhenti. Cantik sekali! Ada danau di tengah taman cantik itu, dan di tengahnya ada taman kecil lagi (Hany/detikTravel)
Unsur-unsur taman Jepang seperti air, batu-batu, tanaman yang dibentuk seperti bonsai, rumah apung, bunga sakura sungguh memanjakan mata (Hany/detikTravel)
Beberapa angsa berenang di tengah-tengah danau, dan tak ketinggalan ikan koi yang mengisi kolam. Danau tadi rupanya menampung air dari sungai-sungai kecil yang mengalir di sebelah kirinya (Hany/detikTravel)
Beberapa jembatan tampak di atas aliran sungai tadi. Rupanya taman ini tak cuma buat melepas stres dan lelah, namun dimanfaatkan beberapa pasangan muda di Sakai untuk foto prewedding (Hany/detikTravel)
Seperti pasangan berbaju tradisional Jepang yang berjalan di taman itu. Mereka adalah calon mempelai Junpei dan Yumi ingin mengabadikan momen untuk pernikahan mereka (Hany/detikTravel)
Taman ini dibangun 25 tahun lalu karena kecintaan warga pada Kota Sakai. Luas taman ini mencapai 26 ribu meter persegi (Hany/detikTravel)
Ada sekitar 30 jenis tanaman perdu, dengan 15 ribu batang tanaman perdu. Untuk tanaman keras, ada bunga sakura yang mekar pada pertengahan April hingga akhir April (Hany/detikTravel)
Pengunjung taman ini, tergantung musim. Pada musim puncak seperti musim panas, bisa 3 ribu orang per hari mengunjungi taman ini, namun kalau musim dingin menurun. Jumlah pengunjung sekitar 80 ribu orang pertahun (Hany/detikTravel)
Dana operasional taman berasal dari APBD Kota Sakai dan biaya tiket. Tiket masuk untuk dewasa 200 Yen (Rp 20 ribu-an) dan anak-anak separuhnya. Untuk orang di atas 60 tahun, gratis (Hany/detikTravel)