Kerajinan Bambu Jepang Seharga Mobil & Rumah

Inilah salah satu kerajinan anyaman bambu khas Jepang. Beberapa benda kerajinan fungsional mulai dari clutch bag, dompet hingga tempat kacamata. Harganya untuk benda kecil itu sekitar JPY 500 ribu alias Rp 57 juta (Hany/detikTravel)
Benda kerajinan berupa vas berbentuk bubu ikan, paling mahal, mencapai JPY 3 juta alias Rp 346 juta. Wajar kalau Anda menahan nafas mengingat di Indonesia dengan nilai yang sama sudah mendapat mobil atau rumah (Hany/detikTravel)
detikTravel berkesempatan datang ke bengkel kerja kerajinan bambunya di kawasan Kitatadei-cho, Sakai, Osaka, Jepang. Tampak bengkel dan ruang pamer Shouchiku Tanabe di Kitatadei-cho, Sakai, Osaka, Jepang (Hany/detikTravel)
Karya dari 4 generasi keluarga Tanabe Chikuunsai. Dari kiri ke kanan milik Tanabe Chikuunsai I, Tanabe Chikuunsai II, Tanabe Chikuunsai III dan Shouchiku Tanabe (Hany/detikTravel)
Karya dari kakek buyut Shouchiku ini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Shouchiko mengatakan kakeknya mulai membuat kerajinan bambu itu 120 tahun lalu, dan kini dirinya meneruskan sebagai generasi keempat (Hany/detikTravel)
Karya dari kakek Shouchiku alias dari generasi kedua. Kerajinan ini berupa keranjang bunga yang tinggi (Hany/detikTravel)
Karya dari ayahanda Shouchiku, Tanabe Chikuunsai III. Karya milik ayah Shouchiku, Tanabe Chikuunsai III, ini berciri khas gaya geometri yang tegas, garis dan lingkaran (Hany/detikTravel)
Karya dari Shouchiku Tanabe, ada gambar timbul dari anyaman bambu. Selain benda-benda seni untuk pajangan, Shouchiko juga membuat benda anyaman bambu yang fungsional seperti tempat kacamata, clutch bag dan dompet (Hany/detikTravel)
Inilah salah satu kerajinan anyaman bambu khas Jepang. Beberapa benda kerajinan fungsional mulai dari clutch bag, dompet hingga tempat kacamata. Harganya untuk benda kecil itu sekitar JPY 500 ribu alias Rp 57 juta (Hany/detikTravel)
Benda kerajinan berupa vas berbentuk bubu ikan, paling mahal, mencapai JPY 3 juta alias Rp 346 juta. Wajar kalau Anda menahan nafas mengingat di Indonesia dengan nilai yang sama sudah mendapat mobil atau rumah (Hany/detikTravel)
detikTravel berkesempatan datang ke bengkel kerja kerajinan bambunya di kawasan Kitatadei-cho, Sakai, Osaka, Jepang. Tampak bengkel dan ruang pamer Shouchiku Tanabe di Kitatadei-cho, Sakai, Osaka, Jepang (Hany/detikTravel)
Karya dari 4 generasi keluarga Tanabe Chikuunsai. Dari kiri ke kanan milik Tanabe Chikuunsai I, Tanabe Chikuunsai II, Tanabe Chikuunsai III dan Shouchiku Tanabe (Hany/detikTravel)
Karya dari kakek buyut Shouchiku ini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Shouchiko mengatakan kakeknya mulai membuat kerajinan bambu itu 120 tahun lalu, dan kini dirinya meneruskan sebagai generasi keempat (Hany/detikTravel)
Karya dari kakek Shouchiku alias dari generasi kedua. Kerajinan ini berupa keranjang bunga yang tinggi (Hany/detikTravel)
Karya dari ayahanda Shouchiku, Tanabe Chikuunsai III. Karya milik ayah Shouchiku, Tanabe Chikuunsai III, ini berciri khas gaya geometri yang tegas, garis dan lingkaran (Hany/detikTravel)
Karya dari Shouchiku Tanabe, ada gambar timbul dari anyaman bambu. Selain benda-benda seni untuk pajangan, Shouchiko juga membuat benda anyaman bambu yang fungsional seperti tempat kacamata, clutch bag dan dompet (Hany/detikTravel)