Sungai Musi yang Luas, Cantik, dan Gahar

Sungai Musi sudah menjadi jantung kehidupan masyarakat Sumsel sejak zaman Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-6. Tapi kini, Sungai Musi pun jadi salah satu destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat Anda berlibur ke Sumsel (Afif/detikTravel)
Di beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Empat Lawang, arus Sungai Musi cukup deras. Apalagi ada banyak bebatuan di sungainya yang menghasilkan jeram. Cocok untuk olahraga rafting, tapi sayang belum dikembangkan dinas pariwisata setempat (Afif/detikTravel)
Bagi masyarakat Sumsel, mereka berlayar di atas Sungai Musi menggunakan perahu tongkang untuk mengantarkan aneka barang dari tiap kabupaten ke Kota Palembang. Barang-barang tersebut mulai dari bahan material hingga aneka hasil pertanian dan perkebunan (Afif/detikTravel)
Jika Anda berlayar di atas Sungai Musi di luar Palembang, ada pemandangan cantik berupa pepohonan hijau di sisi sungainya. Langitnya pun masih biru bersih tanpa polusi karena belum banyak gedung dan kendaraan bermotor (Afif/detikTravel)
Di Palembang, Anda bisa menyusuri Sungai Musi dengan perahu getek. Tarifnya hanya sekitar Rp 10 ribu per orang dengan rute berkeliling Jembatan Ampera (Afif/detikTravel)
Masih di Palembang, Anda bisa menyusuri Sungai Musi dari Plaza Benteng Kuto Besak menuju Pulau Kemaro. Pulau tersebut berada di tengah-tengah Sungai Musi dan punya vihara serta pagoda yang cantik (Afif/detikTravel)
Rupanya, tak sedikit masyarakat Palembang yang tinggal di atas Sungai Musi. Mereka mendirikan rumah dari kayu dengan pondasinya adalah bambu yang ditancap lebih dari 7 meter ke dalam sungai (Afif/detikTravel)
Yang paling cantik di Sungai Musi adalah pemandangan matahari terbenam atau sunset. Gambar ini diambil dari Dermaga Pengumbuk, Banyuasin (Afif/detikTravel)
Biasanya pemandangan sunset di Sungai Musi bisa Anda lihat mulai pukul 17.30 WIB. Langitnya berwarna kemerahan dan matahari yang berwarna kuning dapat menjadi penutup hari yang cantik (Afif/detikTravel)
Sungai Musi sudah menjadi jantung kehidupan masyarakat Sumsel sejak zaman Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-6. Tapi kini, Sungai Musi pun jadi salah satu destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan saat Anda berlibur ke Sumsel (Afif/detikTravel)
Di beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Empat Lawang, arus Sungai Musi cukup deras. Apalagi ada banyak bebatuan di sungainya yang menghasilkan jeram. Cocok untuk olahraga rafting, tapi sayang belum dikembangkan dinas pariwisata setempat (Afif/detikTravel)
Bagi masyarakat Sumsel, mereka berlayar di atas Sungai Musi menggunakan perahu tongkang untuk mengantarkan aneka barang dari tiap kabupaten ke Kota Palembang. Barang-barang tersebut mulai dari bahan material hingga aneka hasil pertanian dan perkebunan (Afif/detikTravel)
Jika Anda berlayar di atas Sungai Musi di luar Palembang, ada pemandangan cantik berupa pepohonan hijau di sisi sungainya. Langitnya pun masih biru bersih tanpa polusi karena belum banyak gedung dan kendaraan bermotor (Afif/detikTravel)
Di Palembang, Anda bisa menyusuri Sungai Musi dengan perahu getek. Tarifnya hanya sekitar Rp 10 ribu per orang dengan rute berkeliling Jembatan Ampera (Afif/detikTravel)
Masih di Palembang, Anda bisa menyusuri Sungai Musi dari Plaza Benteng Kuto Besak menuju Pulau Kemaro. Pulau tersebut berada di tengah-tengah Sungai Musi dan punya vihara serta pagoda yang cantik (Afif/detikTravel)
Rupanya, tak sedikit masyarakat Palembang yang tinggal di atas Sungai Musi. Mereka mendirikan rumah dari kayu dengan pondasinya adalah bambu yang ditancap lebih dari 7 meter ke dalam sungai (Afif/detikTravel)
Yang paling cantik di Sungai Musi adalah pemandangan matahari terbenam atau sunset. Gambar ini diambil dari Dermaga Pengumbuk, Banyuasin (Afif/detikTravel)
Biasanya pemandangan sunset di Sungai Musi bisa Anda lihat mulai pukul 17.30 WIB. Langitnya berwarna kemerahan dan matahari yang berwarna kuning dapat menjadi penutup hari yang cantik (Afif/detikTravel)