Kualitas pisau buatan Jepang diakui dunia. Jika pergi ke Sakai, tak ada salahnya membeli pisau masak berkualitas tinggi (Hany/detikTravel)
Bangunan kecil ini adalah Ashi Hamono, salah satu pabrik pisau yang terkenal di Sakai. Pisau-pisau produksinya sudah terkenal dan menyebar pada tangan-tangan chef dunia (Hany/detikTravel)
Hiroshi Ashi (kanan) adalah pemilik pabrik pisau terkenal ini. Dia sudah dua generasi membuat pisau. Usianya kini 68 tahun (Hany/detikTravel)
Suara besi ditempa memekakkan telinga plus hawa panas menyelimuti. Balok besi bakal pisau itu dipanaskan dulu dalam tungku bersuhu 1.000 derajat Celsius (Hany/detikTravel)
Besi bakal pisau itu lalu dibentuk, dipanaskan lagi dan didinginkan di dalam air atau minyak. Kemudian bakal pisau dihaluskan pakai gerinda (Hany/detikTravel)
Agar pisau bisa mengkilat, dia harus direndam dalam cairan kimia khusus yang berwarna hijau (Hany/detikTravel)
Setelah proses pembuatan pisau dilakukan semua, sentuhan akhir adalah memberikan pegangan atau gagang pisau (Hany/detikTravel)
Hiroshi menunjukan pisau buatan dia tajamnya bukan main-main. Cress! Selembar kertas diiris dengan mudahnya. Dia juga memotong helai rambut kepalanya memakai pisau yang panjang itu (Hany/detikTravel)
Pabrik Ashi Hamono memproduksi 1.500 pisau per bulan. 40 Persen pisau diekspor ke AS, Eropa dan Singapura, sisanya untuk konsumen domestik (Hany/detikTravel)
Hiroshi yang telah renta masih bekerja di pabrik dibantu 8 karyawannya. Hiroshi berpikiran bahwa usaha membuat pisau akan lestari bila generasi muda memiliki ketertarikan meneruskannya (Hany/detikTravel)