Ini Dia Belanda di Semarang

Pada abad ke 19-20, Kota Lama Semarang merupakan pusat perdagangan. Hal itu terlihat dari banyaknya bangunan peninggalan Belanda yang menghiasi setiap sudut Kota Lama Semarang (Randy/detikTravel)
Untuk mencapai kawasan Kota Lama Semarang, traveler harus terlebih dulu melewati Jembatan Mberok yang merupakan satu-satunya akses masuk. Kota Lama Semarang berada di Jalan Let Jen Soeprapto atau Heeren Straat dahulu (Randy/detikTravel)
Dibandingkan di Kota Tua Jakarta, bangunan peninggalan Belanda di Kota Lama Semarang masih lebih baik kondisinya. Walau banyak yang sudah tidak dipergunakan, namun masih sedap dipandang (Randy/detikTravel)
Lampu jalanan yang ada di Jembatan Mberok. Bentuknya masih mempertahankan bentuk fisiknya di masa lalu tanpa banyak perubahan (Randy/detikTravel)
Ciri khas Kota Lama Semarang juga tampak dari jalananya yang masih menggunakan batu dan bukan aspal. Ketika mobil melintas di atasnya, terdengar suara batu diinjak layaknya kuda atau delman yang melintas di masa lalu (Randy/detikTravel)
Eksterior Gereja Blenduk yang masih mempertahankankan bentuk aslinya. Gereja ini masih dipergunakan untuk misa pada hari libur. Tidak sedikit wisatawan yang berfoto di depan gereja kuno ini (Randy/detikTravel)
Stasiun Tawang yang berada di kawasan Kota Lama Semarang. Bentuk stasiunnya yang tidak berubah kian menambah keindahan. Stasiun tersebut dibangun sejak 16 Juni 1864 dan beroperasi hingga sekarang (Randy/detikTravel)
Salah satu bangunan tua yang dialifungsikan menjadi kafe. Semoga saja makin banyak gedung tua yang dikonservasi dengan cara seperti ini (Randy/detikTravel)
Pada abad ke 19-20, Kota Lama Semarang merupakan pusat perdagangan. Hal itu terlihat dari banyaknya bangunan peninggalan Belanda yang menghiasi setiap sudut Kota Lama Semarang (Randy/detikTravel)
Untuk mencapai kawasan Kota Lama Semarang, traveler harus terlebih dulu melewati Jembatan Mberok yang merupakan satu-satunya akses masuk. Kota Lama Semarang berada di Jalan Let Jen Soeprapto atau Heeren Straat dahulu (Randy/detikTravel)
Dibandingkan di Kota Tua Jakarta, bangunan peninggalan Belanda di Kota Lama Semarang masih lebih baik kondisinya. Walau banyak yang sudah tidak dipergunakan, namun masih sedap dipandang (Randy/detikTravel)
Lampu jalanan yang ada di Jembatan Mberok. Bentuknya masih mempertahankan bentuk fisiknya di masa lalu tanpa banyak perubahan (Randy/detikTravel)
Ciri khas Kota Lama Semarang juga tampak dari jalananya yang masih menggunakan batu dan bukan aspal. Ketika mobil melintas di atasnya, terdengar suara batu diinjak layaknya kuda atau delman yang melintas di masa lalu (Randy/detikTravel)
Eksterior Gereja Blenduk yang masih mempertahankankan bentuk aslinya. Gereja ini masih dipergunakan untuk misa pada hari libur. Tidak sedikit wisatawan yang berfoto di depan gereja kuno ini (Randy/detikTravel)
Stasiun Tawang yang berada di kawasan Kota Lama Semarang. Bentuk stasiunnya yang tidak berubah kian menambah keindahan. Stasiun tersebut dibangun sejak 16 Juni 1864 dan beroperasi hingga sekarang (Randy/detikTravel)
Salah satu bangunan tua yang dialifungsikan menjadi kafe. Semoga saja makin banyak gedung tua yang dikonservasi dengan cara seperti ini (Randy/detikTravel)