Semburat Senja Eksotis Langit Wakatobi

Menjelajahi Kampung Bajo Mantigola tidak sampai 30 menit karena wilayahnya tidak terlaku luas. Panorama laut lepas menjadikan senja tampak cantik di ujung horizon (Bonauli/detikTravel)
Semburat senja di langit akan membuat latar perkampungan menjadi dramatis. Bias cahaya matahari tergambar indah di atas awan (Bonauli/detikTravel)
Berjalan ke pinggir kampung, traveler akan dibuat jatuh cinta dengan Pemandangan laut yang didominasi warna Kuning, jingga dan sedikit pink. Bagai dihipnotis, pemandangan sunset di Kampung Bajo Mantigola sungguh eksotis (Bonauli/detikTravel)
Dari tengah perkampungan pantulan jingga dari matahari akan telihat seperti memayungi perkampungan. Matahari yang turun perlahan bisa dinikmati sambil duduk diatas jembatan (Bonauli/detikTravel)
Jika sore tiba, masyarakat setempat akan keluar bermain di tepi jembatan. Oh iya, seluruh jalan di perkampungan ini memakai jembatan. Karena Suku Bajo Mantigola membangun desa di atas air laut bukan daratan (Bonauli/detikTravel)
Angin semilir yang membelai wajah akan suasana kampung mendadak romantis. Lagi-lagi dibuat jatuh cinta oleh Wakatobi (Bonauli/detikTravel)
Menjelajahi Kampung Bajo Mantigola tidak sampai 30 menit karena wilayahnya tidak terlaku luas. Panorama laut lepas menjadikan senja tampak cantik di ujung horizon (Bonauli/detikTravel)
Semburat senja di langit akan membuat latar perkampungan menjadi dramatis. Bias cahaya matahari tergambar indah di atas awan (Bonauli/detikTravel)
Berjalan ke pinggir kampung, traveler akan dibuat jatuh cinta dengan Pemandangan laut yang didominasi warna Kuning, jingga dan sedikit pink. Bagai dihipnotis, pemandangan sunset di Kampung Bajo Mantigola sungguh eksotis (Bonauli/detikTravel)
Dari tengah perkampungan pantulan jingga dari matahari akan telihat seperti memayungi perkampungan. Matahari yang turun perlahan bisa dinikmati sambil duduk diatas jembatan (Bonauli/detikTravel)
Jika sore tiba, masyarakat setempat akan keluar bermain di tepi jembatan. Oh iya, seluruh jalan di perkampungan ini memakai jembatan. Karena Suku Bajo Mantigola membangun desa di atas air laut bukan daratan (Bonauli/detikTravel)
Angin semilir yang membelai wajah akan suasana kampung mendadak romantis. Lagi-lagi dibuat jatuh cinta oleh Wakatobi (Bonauli/detikTravel)