Foto Drone: Kampung Eksotis Baduy Luar

Suku Baduy memang membatasi diri dari perkembangan zaman. Baduy memilih mempertahankan gaya hidup tradisional mereka sebagai masyarakat agraris (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Teknologi modern dibatasi dan aktivitas bertani dilakukan secara tradisional. Mereka hanya memakai segelintir alat pertanian, seperti bedog (golok), arit, kored (cangkul kecil), etem (sejenis ani-ani), dan pisau (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Hamparan perbukitan Baduy terlihat di sepanjang mata memandang. Rute perjalanan 4 jam menembus barisan bukit yang menjadi gerbang Baduy itu (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Menyoal ciri khas Baduy Dalam, mereka mengenakan baju pangsi putih atau hitam, sarung aros hitam, dan ikat kepala putih. Mereka pantang menaiki kendaraan apa pun dan selalu bertelanjang kaki saat berjalan (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)

Keasrian perbukitan Baduy terjaga. Tak ada jalan beraspal, tidak ada tiang listrik tempat kabel bergantung, tak ada juga kebun besar milik perorangan (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Cerita saat gempa Banten yang berpusat di wilayah selatan mengakibatkan ribuan rumah rusak. Namun tak ada satu pun rumah milik warga adat Baduy yang ambruk (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Tak ada rumah Baduy yang rusak karena ada teknologi anti gempa. Rumah adat memiliki paseuk (pasak) yang dibuat dari kayu sebagai penahan gempa. Fungsinya, mengikuti arah getaran gempa (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Susunan agenda adat Baduy dibuat oleh pejabat adat. Seluruh warga Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar, harus mematuhinya (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Ketika tim detikXpedition bertandang ke Cempaka, warga Baduy Luar sudah menikmati listrik. Hanya, ada larangan mendirikan tiang listrik dan melintangkan kabel di jalanan. Mereka menggunakan sistem energi matahari dan di Baduy Luar pun tak gelap-gelap amat (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Baduy Luar kini sudah berkembang menjadi 65 kampung, yang menempati Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak. Mereka menerima sebagian teknologi dan mengelola lahan-lahan di luar Desa Kanekes maupun Kecamatan Leuwidamar (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Warga kampung ini merupakan suku Baduy yang dikeluarkan karena melanggar adat atau memilih keluar (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Suku Baduy memang membatasi diri dari perkembangan zaman. Baduy memilih mempertahankan gaya hidup tradisional mereka sebagai masyarakat agraris (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Teknologi modern dibatasi dan aktivitas bertani dilakukan secara tradisional. Mereka hanya memakai segelintir alat pertanian, seperti bedog (golok), arit, kored (cangkul kecil), etem (sejenis ani-ani), dan pisau (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Hamparan perbukitan Baduy terlihat di sepanjang mata memandang. Rute perjalanan 4 jam menembus barisan bukit yang menjadi gerbang Baduy itu (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Menyoal ciri khas Baduy Dalam, mereka mengenakan baju pangsi putih atau hitam, sarung aros hitam, dan ikat kepala putih. Mereka pantang menaiki kendaraan apa pun dan selalu bertelanjang kaki saat berjalan (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Keasrian perbukitan Baduy terjaga. Tak ada jalan beraspal, tidak ada tiang listrik tempat kabel bergantung, tak ada juga kebun besar milik perorangan (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Cerita saat gempa Banten yang berpusat di wilayah selatan mengakibatkan ribuan rumah rusak. Namun tak ada satu pun rumah milik warga adat Baduy yang ambruk (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Tak ada rumah Baduy yang rusak karena ada teknologi anti gempa. Rumah adat memiliki paseuk (pasak) yang dibuat dari kayu sebagai penahan gempa. Fungsinya, mengikuti arah getaran gempa (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Susunan agenda adat Baduy dibuat oleh pejabat adat. Seluruh warga Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar, harus mematuhinya (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Ketika tim detikXpedition bertandang ke Cempaka, warga Baduy Luar sudah menikmati listrik. Hanya, ada larangan mendirikan tiang listrik dan melintangkan kabel di jalanan. Mereka menggunakan sistem energi matahari dan di Baduy Luar pun tak gelap-gelap amat (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Baduy Luar kini sudah berkembang menjadi 65 kampung, yang menempati Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak. Mereka menerima sebagian teknologi dan mengelola lahan-lahan di luar Desa Kanekes maupun Kecamatan Leuwidamar (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)
Warga kampung ini merupakan suku Baduy yang dikeluarkan karena melanggar adat atau memilih keluar (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikTravel)