Di Jalan Radjiman No 565, Solo, Jawa Tengah, terdapat Langgar Merdeka. Di awal abad ke-20, bangunan ini merupakan kios candu atau opium orang Tionghoa. Pengusaha batik asal Laweyan, Imam Mashadi pun prihatin. Dia membeli bangunannya dan dijadikan langgar (Bayu/detikcom)
Dahulu, mulai dibangun langgar sekitar 1937 dan selesai dibangun pada 1943. Sedangkan penamaan Langgar Merdeka tersebut dipilih sebagai bentuk sikap masyarakat Laweyan yang tidak mau tunduk dengan siapapun. Apalagi saat itu Indonesia masih dalam penjajahan Belanda dan Jepang (Bayu/detikcom)
Hingga saat ini, arsitektur bangunan masih sama seperti saat awal dibangun. Pemkot Surakarta pun telah menetapkan Langgar Merdeka sebagai bangunan cagar budaya (Bayu/detikcom)
Di bagian luar, bangunan berwarna hijau itu tertulis dua nama, yakni Langgar Al Ikhlas dan Langgar Merdeka. Tahun pembuatannya tertulis tahun 1877 Jawa atau 1943 Masehi (Bayu/detikcom)
Kini, Langgar Merdeka menjadi cagar budaya sekaligus tempat ibadah di Solo. Yuk datang ke sana mumpung Bulan Ramadhan (Bayu/detikcom)