Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 15 Agu 2019 21:10 WIB

PHOTOS

Foto: Coca-Cola, Sake dan Tulang Tentara di Papua

Afif Farhan
detikTravel

Jayapura - Sejarah Perang Pasifik pada masa Perang Dunia II tersimpan di Papua. Inilah saksi-saksi bisunya dari botol Coca-Cola, sake hingga tulang tentara.

Perang Pasifik terjadi antara tahun 1941-1945, antara sekutu (AS) dan Jepang. Pertempurannya berlangsung paling banyak di Papua (Australian War Memorial)

Perang Pasifik terjadi antara tahun 1941-1945, antara sekutu (AS) dan Jepang. Pertempurannya berlangsung paling banyak di Papua (Australian War Memorial)

Di bawah komando Jendral Douglas MacArthur dengan strategi Lompat Katak, AS berhasil memukul mundur Jepang dan memenangkan peperangan (AFP)

Di bawah komando Jendral Douglas MacArthur dengan strategi 'Lompat Katak', AS berhasil memukul mundur Jepang dan memenangkan peperangan (AFP)

Banyak peninggalan Perang Pasifik. Seperti, tulang belulang dan tengkorak para tentara Jepang dan AS (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Banyak peninggalan Perang Pasifik. Seperti, tulang belulang dan tengkorak para tentara Jepang dan AS (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Sedangkan ini adalah botol Coca-Cola yang diminum oleh para tentara AS selama di Papua (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Sedangkan ini adalah botol Coca-Cola yang diminum oleh para tentara AS selama di Papua (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Kalau tentara Jepang, minumnya sake dan botol-botolnya pun masih ada tersimpan di Balai Arkeologi papua (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Kalau tentara Jepang, minumnya sake dan botol-botolnya pun masih ada tersimpan di Balai Arkeologi papua (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Tempat minum para tentara, saksi bisu Perang Pasifik di Papua (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Tempat minum para tentara, saksi bisu Perang Pasifik di Papua (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Sedangkan ini, adalah botol bir yang dibawa oleh tentara Australia yang masuk dalam kubu sekutu (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Sedangkan ini, adalah botol bir yang dibawa oleh tentara Australia yang masuk dalam kubu sekutu (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Situs Pendaratan Sekutu di Jayapura yang merupakan tempat pertama kali sekutu datang ke tanah Papua (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Situs Pendaratan Sekutu di Jayapura yang merupakan tempat pertama kali sekutu datang ke tanah Papua (Istimewa/Balai Arkeologi Papua)

Tugu MacArthur di dekat Danau Sentani, yang dulunya adalah markas tentara sekutu (Sastri/detikTravel)

Tugu MacArthur di dekat Danau Sentani, yang dulunya adalah markas tentara sekutu (Sastri/detikTravel)

Sebuah tugu peringatan pendaratan tentara Jepang di Kampung Puay, Sentani (Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua/Istimewa)

Sebuah tugu peringatan pendaratan tentara Jepang di Kampung Puay, Sentani (Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua/Istimewa)

Sayangnya, hingga kini belum ada museum khusus di Papua yang menyimpan berbagai peninggalan Perang Pasifik (Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua/Istimewa)

Sayangnya, hingga kini belum ada museum khusus di Papua yang menyimpan berbagai peninggalan Perang Pasifik (Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua/Istimewa)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA