Foto: Ritual Mistis Suku Asli di Ibu Kota Baru

Inilah Nondoi, ritual berbau mistis yang digelar oleh Suku Paser di Penajam Paser Utara, calon ibu kota baru. Ritual ini lahir dari kebudayaan Belian yang berusia ratusan tahun. (dok. Helena/Istimewa)
Ritual Nondoi dipimpin oleh Mulang atau dukun adat. Dalam memimpin ritual, Mulang mengenakan taring bernama Sabang Sambit. Dalam bahasa Paser, Belian berarti Taring yang bisa menyembuhkan. (dok. Helena/Istimewa)
Ritual Nondoi diiringi oleh musik semacam gamelan yang disebut Petep. Ritual bisa berlangsung semalam suntuk. Biasanya digelar sesuai dengan niat yang punya hajat. (dok. Helena/Istimewa)
Ada yang menggelar Nondoi untuk ritual bersih-bersih kampung dari hal-hal yang tidak diinginkan, bisa juga untuk pengobatan sakit yang tidak sembuh oleh medis, hingga digelar sebelum pembangunan rumah adat. (dok. Helena/Istimewa)
Nondoi ditutup dengan acara makan bareng. Kini ritual tersebut dikemas dalam bentuk festival yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Festival Nondoi sendiri akan digelar bulan Oktober mendatang. (dok. Helena/Istimewa)
Inilah Nondoi, ritual berbau mistis yang digelar oleh Suku Paser di Penajam Paser Utara, calon ibu kota baru. Ritual ini lahir dari kebudayaan Belian yang berusia ratusan tahun. (dok. Helena/Istimewa)
Ritual Nondoi dipimpin oleh Mulang atau dukun adat. Dalam memimpin ritual, Mulang mengenakan taring bernama Sabang Sambit. Dalam bahasa Paser, Belian berarti Taring yang bisa menyembuhkan. (dok. Helena/Istimewa)
Ritual Nondoi diiringi oleh musik semacam gamelan yang disebut Petep. Ritual bisa berlangsung semalam suntuk. Biasanya digelar sesuai dengan niat yang punya hajat. (dok. Helena/Istimewa)
Ada yang menggelar Nondoi untuk ritual bersih-bersih kampung dari hal-hal yang tidak diinginkan, bisa juga untuk pengobatan sakit yang tidak sembuh oleh medis, hingga digelar sebelum pembangunan rumah adat. (dok. Helena/Istimewa)
Nondoi ditutup dengan acara makan bareng. Kini ritual tersebut dikemas dalam bentuk festival yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Festival Nondoi sendiri akan digelar bulan Oktober mendatang. (dok. Helena/Istimewa)