Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Des 2019 13:15 WIB

PHOTOS

Foto: Hutan Bambu Instagramable dari Malang

Malang - Akhir pekan ini, ada ekowisata hutan bambu keren yang bisa traveler kunjungi di Malang. Nikmati kesejukan dan keasrian Boon Pring yang Instagramable yuk!

Ekowisata Boon Pring menyuguhkan panorama alam yang menyejukkan di areal seluas 36,8 hektar. Lokasinya berada di Desa Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang. (Hilda Meilisa/detikcom)

Ekowisata Boon Pring menyuguhkan panorama alam yang menyejukkan di areal seluas 36,8 hektar. Lokasinya berada di Desa Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang. (Hilda Meilisa/detikcom)

Fasilitas di Boon Pring terbilang cukup lengkap. Sangat cocok untuk lokasi liburan keluarga. (Hilda Meilisa/detikcom)

Fasilitas di Boon Pring terbilang cukup lengkap. Sangat cocok untuk lokasi liburan keluarga. (Hilda Meilisa/detikcom)

Selaras dengan namanya, Boon Pring menampilkan beragam varietas pring atau bambu. Di sini, ada hutan bambu yang Instagramable. (Hilda Meilisa/detikcom)

Selaras dengan namanya, Boon Pring menampilkan beragam varietas pring atau bambu. Di sini, ada hutan bambu yang Instagramable. (Hilda Meilisa/detikcom)

Ada danau lengkap dengan ratusan ikan di dalamnya. Pengunjung bisa langsung menyapa ikan-ikan yang nampak dari permukaan air sambil naik bebek-bebekan. (Hilda Meilisa/detikcom)

Ada danau lengkap dengan ratusan ikan di dalamnya. Pengunjung bisa langsung menyapa ikan-ikan yang nampak dari permukaan air sambil naik bebek-bebekan. (Hilda Meilisa/detikcom)

Tersedia pula puluhan stan yang menjajakan kudapan khas Malang, serta mushola, toilet, dan kolam renang bagi anak-anak hingga dewasa. (Hilda Meilisa/detikcom)

Tersedia pula puluhan stan yang menjajakan kudapan khas Malang, serta mushola, toilet, dan kolam renang bagi anak-anak hingga dewasa. (Hilda Meilisa/detikcom)

Hutan bambu di Boon Pring berasal dari warisan nenek moyang yang dilestarikan hingga kini. Bahkan ada penjaga bambu bernama waker, yang statusnya hampir sama dengan perangkat desa. (Hilda Meilisa/detikcom)

Hutan bambu di Boon Pring berasal dari warisan nenek moyang yang dilestarikan hingga kini. Bahkan ada penjaga bambu bernama waker, yang statusnya hampir sama dengan perangkat desa. (Hilda Meilisa/detikcom)

Air di danau ini berasal dari enam mata air, yakni Sumber Adem, Sumber Towo, Sumber Gatel, Sumber Maron, Sumber Krecek, dan Sumber Seger. Keenam mata air ini tetap terjaga seiring dengan dilestarikannya hutan bambu Boon Pring. (Hilda Meilisa/detikcom)

Air di danau ini berasal dari enam mata air, yakni Sumber Adem, Sumber Towo, Sumber Gatel, Sumber Maron, Sumber Krecek, dan Sumber Seger. Keenam mata air ini tetap terjaga seiring dengan dilestarikannya hutan bambu Boon Pring. (Hilda Meilisa/detikcom)

Tiket masuknya juga cukup murah. Hanya Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. (Hilda Meilisa/detikcom)

Tiket masuknya juga cukup murah. Hanya Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. (Hilda Meilisa/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA